Menular dari Kuda, Ini Asal-usul Virus Hendra Muncul

Agatha Vidya Nariswari

Kamis, 19 Mei 2022 | 13:54 WIB
Menular dari Kuda, Ini Asal-usul Virus Hendra Muncul
Apa itu Virus Hendra: Penyebab, Gejala dan Cara Pencegahan. (Pexels)

Suara.com - Virus Hendra (Hev) merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia. Bagaimana awal mula virus Hendra ditemukan?

Virus Hendra sedang menjadi perbincangan, setelah munculnya Covid-19 dan hepatitis akut. Virus Hendra dianggap bisa memberi ancaman, mengingat interaksi manusia dengan hewan, utamanya kuda, cukup tinggi.

Virus ini banyak menjadi lelucon di media sosial, karena namanya sangat identik dengan warga Indonesia. Padahal, virus ini aslinya bukan berasal dari Indonesia. Berikut ini awal mula virus Hendra ditemukan.

Asal Usul Nama Hendra

Hendra merupakan sebuah nama wilayah di pinggiran Brisbane, Australia. Mengutip laman NSW Health, kasus pertama dari virus ini telah terjadi pada tahun 1994. Seorang pelatih kuda berusia 49 tahun meninggal karena penyakit radang paru-paru parah.

Pada tahun yang sama, seorang pekerja berusia 40 tahun selamat dari penyakit seperti influenza. Dua kasus ini terjadi setelah ada wabah mendadak sindrom penapasan akut di kuda ras asli di sebuah kompleks pelatihan.

Kedua orang tersebut memiliki kontak dekat yang ekstensif dengan sekresi pernapasan dan cairan tubuh lain dari beberapa kuda yang sakit parah. Kasus inkubasinya diperkirakan antara lima sampai enam hari.

Gejala Sama di Queensland Utara

Kasus yang menimpa pelatih kuda kembali terjadi setahun kemudian. Kasus ini terjadi di Queensland Utara, menimpa seorang pelatih kuda berusia 36 tahun.

baca juga

Ia meninggal karena penyakit yang sama seperti pelatih kuda yang meninggal di Hendra tahun 1994. Ia memiliki paparan ante-mortem langsung ke sekresi pernapasan.

Kasus dari Kuda ke manusia ini sempat lama terlupakan, sampai kemudian virus ini kembali muncul pada 2004. Lagi-lagi terjadi para orang yang melakukan interaksi pada kuda sakit. 

Orang ini merupakan dokter hewan yang baru saja melakukan pemeriksanaan post-mortem pada seekor kuda yang diduga mati karena virus Hendra. 

Beberapa hari kemudian, dokter tersebut menderita penyakit seperti influenza ringan dan menunjukkan bukti serokonversi ke virus Hendra.

Gejala yang sama turut terjadi pada 2008 dan 2009, dengan gejala dan penyebab yang sama. Semua kasus virus Hendra ini terjadi di Australia, bukan dari wilayah Hendra saja.

Cara Penularan

WHO sendiri menyebut virus Hendra menular ke manusia melalui hewan, tepatnya kelelawar. Mengutip CDC, penularan virus Hendra terjadi setelah terpapar cairan dan jaringan tubuh atau kotoan kuda yang terinfeksi virus Hendra. Virus Hendra ini menyerang Kuda dari urin kelelawar pemakan buah.

Meski data yang terkumpul masih sangat sedikit, namun beberapa orang yang terkena virus Hendra, menunjukkan gejala yang sama. 

Mulai dari demam, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan dan mudah lelah. Gejala yang timbul baru terlihat setelah terjadi kontrak dengan hewan yang sakit, antara 5-21 hari.

Kontributor : Lukman Hakim

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Abaikan, Ini Gejala Virus Hendra yang Harus Diwaspadai dan Cara Pencegahannya

Jangan Abaikan, Ini Gejala Virus Hendra yang Harus Diwaspadai dan Cara Pencegahannya

Health | Kamis, 19 Mei 2022 | 11:10 WIB

Virus Hendra: Ketahui Cara Penularan, Gejala, dan Pencegahannya

Virus Hendra: Ketahui Cara Penularan, Gejala, dan Pencegahannya

Health | Rabu, 18 Mei 2022 | 19:14 WIB

Hits Health: Tanda Ginjal Rusak, Apa Itu Virus Hendra?

Hits Health: Tanda Ginjal Rusak, Apa Itu Virus Hendra?

Health | Rabu, 18 Mei 2022 | 10:29 WIB

Apa itu Virus Hendra? Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Pencegahan Penyakit Berbahaya

Apa itu Virus Hendra? Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Pencegahan Penyakit Berbahaya

Health | Selasa, 17 Mei 2022 | 19:30 WIB

Belum Ada Kasus Virus Hendra, Dinkes Jogja Minta Warga Jangan Abaikan Hal Ini

Belum Ada Kasus Virus Hendra, Dinkes Jogja Minta Warga Jangan Abaikan Hal Ini

Jogja | Selasa, 17 Mei 2022 | 18:55 WIB

Terkini

Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih

Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih

Foto | Rabu, 29 Juli 2026 | 06:00 WIB

Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran

Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran

Sulsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 05:37 WIB

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

×