Ketahui Gejala Infeksi Virus Pada Tubuh, Sakit yang Dialami Komedian Kiwil

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Minggu, 22 Mei 2022 | 19:05 WIB
Ketahui Gejala Infeksi Virus Pada Tubuh, Sakit yang Dialami Komedian Kiwil
Kiwil. (Instagram/@kiwilcomedy)

Suara.com - Komedian Kiwil sakit dan menderita infeksi virus hingga terpaksa harus terbaring di rumah sakit. Istrinya - Venti Figianti, menceritakan, sang suami sempat didiagnosi demam berdarah (DBD).

Tak lama dokter menemukan adanya beberapa infeksi virus yang menggerogoti tubuh kiwil.

"Awalnya sih, dokter ngira DBD, tapi udah diperiksa ternyata infeksi dan radang," kata Venti dikutip dari YouTube Starpro Indonesia yang diunggah baru-baru ini.

Menurut Venti, suaminya terkena penyakit infeksi lantaran terlalu sibuk urusan pekerjaan di luar kota. Virus yang masuk ke dalam tubuh memang mudah menginfeksi saat sistem imun sedang turun.

Dikutip dari Alodokter, infeksi virus terjadi setelah mikroorganisme itu masuk ke dalam tubuh, kemudian menyerang sel yang sehat dan berkembang biak dengan cepat hingga membunuh sel tubuh tersebut.

Terdapat banyak virus yang menjadi penyebab infeksi. Sebagai contoh, jenis virus yang menginfeksi saluran pernapasan berbeda dengan jenis virus yang menginfeksi saluran pencernaan. 

Oleh sebab itu, gejala infeksi virus sangat bervariasi, tergantung pada organ yang diserang virus.

Secara umum, infeksi virus bisa menimbulkan gejala seperti demam, batuk, pilek, bersin-bersin, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, diare, kram perut, mual dan muntah, hilang nafsu makan, penyakit kuning, nyeri ketika buang air kecil, urine berwarna gelap, hingga pendarahan.

Untuk memastikan jenis virus yang menginfeksi, dokter akan melakukan tanya jawab mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh.

Pada beberapa kasus, dokter perlu menjalankan beberapa pemeriksaan lanjutan untuk menetapkan diagnosis. Beberapa pemeriksaan tersebut seperti:

  1. Hitung darah lengkap untuk mengetahui jumlah sel darah putih.
  2. Tes C-reactive protein (CRP) untuk mengukur kadar protein C reaktif yang diproduksi di hati.
  3. Enzyme-liked immunosorbent assay (ELISA) untuk mendeteksi antibodi dalam darah yang berkaitan dengan infeksi virus, seperti virus Varicella zoster, virus HIV, serta virus hepatitis B dan C.
  4. Polymerase chain reaction (PCR) untuk mendeteksi virus di dalam tubuh.
  5. Pemindaian dengan mikroskop elektron untuk memeriksa sampel darah atau jaringan tubuh pasien.

Perlu diketahui, infeksi virus terkadang sulit dibedakan dengan infeksi bakteri. Untuk memastikan darahnya, dokter dapat melakukan kultur, yaitu pengambilan sampel atau urin pasien diperiksa di laboratorium.

Dokter juga dapat menjalankan biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan tubuh yang terinfeksi untuk diteliti di bawah mikroskop.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Istri Kabarkan Kiwil Sakit Parah, Malah Jadi Gunjingan Netizen

Istri Kabarkan Kiwil Sakit Parah, Malah Jadi Gunjingan Netizen

Jogja | Minggu, 22 Mei 2022 | 18:31 WIB

Terbaring Lemah di Rumah Sakit, Kiwil Pasrah Banyak Virus Gerogoti Tubuhnya

Terbaring Lemah di Rumah Sakit, Kiwil Pasrah Banyak Virus Gerogoti Tubuhnya

Batam | Minggu, 22 Mei 2022 | 16:05 WIB

Pengertian Cacar Monyet, Cara Penularan, Tanda Serta Gejalanya

Pengertian Cacar Monyet, Cara Penularan, Tanda Serta Gejalanya

Health | Minggu, 22 Mei 2022 | 15:56 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB