facebook

CDC AS Duga Virus Cacar Monyet Sudah Menyebar Sebelum Adanya Pesta dan Festival di Eropa

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
CDC AS Duga Virus Cacar Monyet Sudah Menyebar Sebelum Adanya Pesta dan Festival di Eropa
Cacar monyet

CDC pun menyebutkan beberapa contoh pesta dan festivalnya.

Suara.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menduga virus monkeypox, atau cacar monyet, telah beredar selama beberapa waktu sebelum wabah terjadi.

"Kemungkinan virus ini telah beredar selama beberapa minggu, mungkin beberapa bulan, atau lebih lama," kata wakil direktur divisi patogen konsekuensi tinggi CDC, Jennifer McQuiston, pada Senin (23/5/2022).

McQuiston memperkirakan munculnya virus di kancah global jauh sebelum adanya pesta rave dan festival di Eropa, yang oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) diduga sebagai tempat penyebaran pertama.

Ia menyebut beberapa acara besar, seperti Maspalomas Gay Pride di Kepulauan Canary yang diadakan pada 5 Mei dan parade pride di Belgia pada 21 Mei.

Baca Juga: Cegah Cacar Monyet, Dinkes Jawa Barat Minta Warga Hidup Bersih

Cacar monyet (Antara)
Cacar monyet (Antara)

"Beberapa dari mereka melaporkan kasus terjadi pada awal Mei dan (yang terinfeksi) telah melakukan perjalanan (ke Kanada) pada akhir April, sehingga lebih dulu (terinfeksi) sebelum adanya beberapa festival," lanjut McQuiston, dilansir Insider,

Lima kasus cacar monyet yang dikonfirmasi di AS dan suspek saat ini sedang dirawat dan dites. Beberapa dari mereka telah terinfeksi sejak awal April.

Sementara beberapa orang paling rentan yang pernah melakukan kontak dengan pasien cacar monyet di negara tersebut telah diberi vaksin cacar.

Di sisi lain, pejabat CDC mengatakan bahwa hasil pengujian urutan genetik dari sampel kasus awal di Massachusetts dan Portugal menunjukkan keduanya tampak berkaitan erat dengan virus yang ada di Afrika Barat.

Baca Juga: Hari Ini Kasus Cacar Monyet Naik Jadi 131, WHO: Masih Bisa Dikendalikan

Komentar