Pasien Cacar Monyet Parah Bisa Menularkan Penyakit Sampai 10 Minggu

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 25 Mei 2022 | 21:49 WIB
Pasien Cacar Monyet Parah Bisa Menularkan Penyakit Sampai 10 Minggu
Ilustrasi cacar monyet. (Shutterstock)

Suara.com - Para ilmuwan khawatir pasien cacar monyet parah bisa menularkan penyakitnya ke orang lain dalam 10 minggu.

Penyelidikan pada pasien cacar monyet sebelumnya menemukan 1 orang sinyatakan positif monkeypox selama lebih dari 10 hari, setelah pertama kali ia menunjukkan gejala.

Gejala awal cacar monyet ini termasuk demam, sakit kepala, menggigil, punggu dan nyeri otot.

Selain itu, ruam juga bisa berkembang antara 1 dan 5 hari kemudian. Pada awalnya, penyakit ini mungkin akan terlihat seperti cacar air biasa dan akan berubah menjadi ruam lepuh yang meninggalkan koreng.

Orang bisa tertular virus cacar monyet ini lewat bersentuhan dengan koreng atau luka atau ruam orang yang sedang terinfeksi.

Penularan juga bisa terjadi melalui kontak fisik dekat, menyentuh benda yang terkontaminasi dan terkena tetesan pernapasan orang yang positif.

Ilustrasi Cacar Monyet (Pexels)
Ilustrasi Cacar Monyet (Pexels)

Badan Kesehatan dan Keamanan Inggris (UKHSA) mengatakan pasien cacar monyet bisa menularkan penyakitnya sampai koreng atau bekas luka ruamnya mengelupas. Karena, koreng itu sendiri mengandung materi virus cacar monyet.

Tapi dilansir dari The Sun, studi baru dalam The Lancet Infectious Diseases, menunjukkan bahwa pasien juga mungkin bisa menularkan penyakitnya setelah ruam hilang.

Para peneliti mengamati tujuh kasus cacar monyet di Inggris antara 2018 dan 2021. Salah satu pasien, seorang pria yang tidak disebutkan namanya berusia 40-an, terkena cacar monyet di Nigeria sebelum dirawat di rumah sakit di Inggris.

Ia berada di rumah sakit selama 39 hari sebelum dokter mengatakan ia telah pulih. Tapi 6 minggu kemudian, ruam cacar monyet kembali muncul ketika dia berhubungan seks untuk pertama kalinya setelah dinyatakan pulih.

Pria itu juga mengalami pembengkakan kelenjar getah bening, yang merupakan tanda infeksi. Hasil tes swab tenggorokannya menunjukkan bahwa ia kembali positif cacar monyet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Virus Corona Covid-19 vs Cacar Monyet, Ini Perbedaan Gejalanya!

Virus Corona Covid-19 vs Cacar Monyet, Ini Perbedaan Gejalanya!

Health | Rabu, 25 Mei 2022 | 18:36 WIB

Bill Gates Dituding Dalang Wabah Cacar Monyet, Begini Faktanya

Bill Gates Dituding Dalang Wabah Cacar Monyet, Begini Faktanya

Sumbar | Rabu, 25 Mei 2022 | 15:42 WIB

CDC: Kelompok Gay dan Biseksual Paling Rentan Terinfeksi Cacar Monyet

CDC: Kelompok Gay dan Biseksual Paling Rentan Terinfeksi Cacar Monyet

Health | Rabu, 25 Mei 2022 | 13:15 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB