facebook

Update Covid-19 Global: Shanghai Kembali Buka Sekolah, Siswa Di-Swab Setiap Hari

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi
Update Covid-19 Global: Shanghai Kembali Buka Sekolah, Siswa Di-Swab Setiap Hari
Ilustrasi Covid-19. (Elements Envato)

Pembatasan di Shanghai sudah berkurang karena kasus yang menurun.

Suara.com - Update Covid-19 global mengabarkan bahwa kota Shanghai, China, sudah mulai pulih setelah lockdown total. Dan sekolah rencananya akan kembali dibuka pada pertengahan Juni 2022 mendatang.

Mengutip data Worldometers, Jumat (27/5/2022), kasus Covid-19 menunjukan penambahan 561 ribu infeksi baru dari total infeksi di dunia mencapai 526 juta. Angka kematian baru bertambah 1.262 dari total 6,2 juta kematian.

Kini, total kasus aktif atau jumlah orang yang masih bisa menularkan Covid-19 mencapai 23,9 juta.

Mengutip Channel News Asia, pemerintah Shanghai mengumumkan pada Kamis, 26 Mei 2022 bahwa kotanya sedang bersiap membuka kembali sekolah pada pertengahan Juni, dengan syarat setiap hari murid dan guru harus menjalani tes swab.

Baca Juga: Update Covid-19 Indonesia: Hari Ini Kasus Positif Bertambah 315 Orang, 5 Jiwa Meninggal

Tentu saja kabar ini jadi angin segar bagi masyarakat, yang selama berminggu-minggu sudah dilarang keluar rumah untuk mencegah penularan Covid-19.

Kini pembatasan sudah berkurang karena kasus yang menurun, meski tetap ada penduduk yang dilarang keluar rumah lebih dari beberapa jam karena pembatasan.

Keputusan pemerintah membuka kembali sekolah pada 6 Juni 2022 mendatang, juga karena siswa sekolah menengah harus mempersiapkan diri untuk ujian masuk universitas.

Pejabat Pendidikan Shanghai, Yang Zhengfeng, mengatakan seminggu terakhir siswa sekolah menengah akan saling bertemu dan menjalani ujian akhir. Tapi siswa lainnya harus menjalani kelas online di rumah masing-masing.

"Kami akan memastikan bahwa siswa akan di-swab di kampus sepulang sekolah setiap hari, dengan hasil dari tes PCR sudah keluar keesokan paginya," kata Yang.

Baca Juga: Update Covid-19 Global: Lonjakan Kasus Akibat Omicron Masih Berlanjut di Taiwan

Komentar