Buya Syafii Maarif Meninggal Dipicu Henti Jantung, Apa Bedanya dengan Serangan Jantung?

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 27 Mei 2022 | 15:10 WIB
Buya Syafii Maarif Meninggal Dipicu Henti Jantung, Apa Bedanya dengan Serangan Jantung?
Buya Ahmad Syafii Maarif.[Instagram.com/@beritadiy]

Suara.com - Tokoh sekaligus Ulama Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif meninggal di usia 86 tahun pada Jumat, pukul 10.15 WIB. Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu sempat alami henti jantung, sebelum menghembuskan napas terakhirnya.

Tim dokter sempat melakukan pertolongan resusitasi agar jantung Buya Syafii Maarif kembali berdetak, namun tidak berhasil dan ia meninggal di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Gamping, Sleman.

"Pagi tadi henti jantung, kemudian dilakukan resusitasi jantung dan paru-paru selama 1 jam," kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS PKU Gamping dr. Evita Devi Noor Rahmawati, Jumat (27/5/2022).

Sementara itu, membahas henti jantung banyak orang menyamakan dengan serangan jantung. Padahal kedua kondisi medis ini berbeda, meski keduanya menyebabkan akibat yang fatal.

Buya Syafii  Maarif. (Setneg.go)
Buya Syafii Maarif. (Setneg.go)

Mengutip Hello Sehat, henti jantung dan serangan jantung sama-sama menyerang jantung, yakni organ tubuh yang bertugas untuk memompa darah. Namun, bukan berarti keduanya adalah kondisi yang sama

Dari sisi definisinya, henti jantung atau cardiac arrest adalah kondisi gangguan yang fatal dimana jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba, karena gangguan gaya listrik pada otot jantung.

Sedangkan serangan jantung atau heart attack adalah kondisi fatal yang terjadi saat jantung tidak menerima cukup aliran oksigen dari aliran darah yang menuju jantung.

Hal ini disebabkan adanya penyumbatan pembuluh darah arteri, sehingga jantung mengalami kekurangan asupan darah yang membawa oksigen.

Dari gejala umumnya henti jantung lebih berbahaya, karena tubuh roboh dan hilang kesadaran secara tiba-tiba, denyut nadi tidak ada dan tidak bernapas.

baca juga

Sebelum beberapa gejala itu terjadi, kadang henti jantung ditandai adanya rasa tidak nyaman atau nyeri dada, sesak napas, dan jantung berdebar atau palpitasi.

Sedangkan gejala serangan jantung yang bisa dikenali orang awam berupa sesak napas, tubuh kelelahan dan mengeluarkan keringat dingin.

Ada juga tanda dada nyeri seperti ditekan atau diremas yang menyebar hingga ke leher, rahang, dan punggung. Gejala ini terjadi secara berulang sebagai tanda peringatan. Ada juga sakit kepala atau pusing mendadak, dan perut mual serta mulas.

Untuk penyebab henti jantung, biasanya disebabkan orang yang alami cacat jantung bawaan, overdosis obat, aktivitas terlalu berat, hingga adanya penyumbatan saluran napas.

Penyebab serangan jantung lebih karena disebabkan pola hidup seperti peningkatan kolesterol atau plak lemak jahat yang menyumbat aliran darah, obesitas hingga tekanan darah tinggi atau hipertensi juga bisa jadi pemicu.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Kesederhanaan Buya Syafii Maarif, Biasa Bersepeda Onthel dan Naik KRL ke Istana Bogor

Kisah Kesederhanaan Buya Syafii Maarif, Biasa Bersepeda Onthel dan Naik KRL ke Istana Bogor

Jogja | Jum'at, 27 Mei 2022 | 13:52 WIB

Berikan Penghormatan Terakhir, Ganjar Pranowo Ikut Salati Jenazah Buya Syafii Maarif di Masjid Gedhe Kauman

Berikan Penghormatan Terakhir, Ganjar Pranowo Ikut Salati Jenazah Buya Syafii Maarif di Masjid Gedhe Kauman

Jawa Tengah | Jum'at, 27 Mei 2022 | 13:47 WIB

Kenang Buya Syafii Maarif: Emoh Dijemput, Naik Kereta Ekonomi ke Istana Presiden

Kenang Buya Syafii Maarif: Emoh Dijemput, Naik Kereta Ekonomi ke Istana Presiden

Jogja | Jum'at, 27 Mei 2022 | 13:31 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×