Gejala Diabetes, Waspadai Nyeri Tubuh akibat Kadar Gula Darah Tinggi

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Minggu, 29 Mei 2022 | 19:02 WIB
Gejala Diabetes, Waspadai Nyeri Tubuh akibat Kadar Gula Darah Tinggi
Ilustrasi penderita diabetes (shutterstock)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan diabetes sebagai masalah kesehatan kronis yan terjadi ketika pankreas gagal memproduksi insulin yang cukup atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.

Insulin adalah hormon yang membantu mengontrol dan mengatur gula darah dalam tubuh. Saat ini, diabetes pun termasuk penyebab kematian tertinggi kesembilan secara global.

Ada dua jenis diabetes, yakni diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 Insulin adalah hormon yang membantu mengontrol dan mengatur gula darah dalam tubuh. Diabetes tipe 2 adalah kondisi kesehatan kronis yang mempengaruhi cara tubuh Anda memproses dan mengatur gula darah/glukosa.

Diabetes tipe 2 membuat tubuh tidak menghasilkan cukup insulin. Hal ini menyebabkan kadar gula darah melonjak ke tingkat yang berbahaya, yang menyebabkan sensasi nyeri di tubuh.

Ilustrasi diabetes. (Foto oleh PhotoMIX Company dari Pexels)
Ilustrasi diabetes. (Foto oleh PhotoMIX Company dari Pexels)

Nyeri saraf akibat gula darah tinggi

Gula darah tinggi dapat menyebabkan neuropati diabetik, yang juga disebut sebagai neuropati perifer yang merusak saraf untuk mengirimkan sinyal dari tangan dan kaki Anda.

Nyeri saraf diabetes paling sering terjadi ketika seseorang dengan diabetes memiliki tingkat gula darah tinggi yang berkepanjangan.

Dilansir dari Times of India, glukosa darah tinggi diperkirakan mempengaruhi saraf dengan merusak pembuluh darah yang memasoknya.

Neuropati diabetik dapat menyebabkan sensasi nyeri dan tidak nyaman pada tubuh. Kondisi ini bisa menyebabkan mati rasa atau kesemutan di jari tangan, jari kaki, tangan, dan kaki Anda.

Ada beberapa jenis rasa sakit yang mungkin dialami seseorang ketika kadar gula darah tinggi konsisten, yakni

  1. Perasaan tertusuk atau kesemutan
  2. Sensasi terbakar
  3. Nyeri tajam, menusuk atau menusuk di daerah perifer atau ekstremitas, seperti kaki dan tungkai, tangan dan lengan.

Mereka yang menderita nyeri saraf diabetes juga mungkin merasa sulit untuk melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk berjalan, berolahraga atau bekerja dengan tangan mereka.

Sementara itu, ada berbagai macam gejala diabetes tipe 2, termasuk rasa haus, sering buang air kecil, kelelahan ekstrem, penglihatan kabur, penurunan berat badan, infeksi berulang, masalah gastrointestinal hingga nafas berbau buah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Konsumsi Minuman Protein sebelum Makan Bantu Kontrol Diabetes, Begini Penjelasan Peneliti

Konsumsi Minuman Protein sebelum Makan Bantu Kontrol Diabetes, Begini Penjelasan Peneliti

Health | Minggu, 29 Mei 2022 | 16:08 WIB

5 Manfaat Kolang-kaling untuk Kesehatan, Tak Cuma Meredakan Nyeri Sendi

5 Manfaat Kolang-kaling untuk Kesehatan, Tak Cuma Meredakan Nyeri Sendi

Health | Minggu, 29 Mei 2022 | 14:29 WIB

Diabetes Kronis Dapat Menyebabkan Rasa Nyeri di Tubuh, Kenali Tanda-tandanya

Diabetes Kronis Dapat Menyebabkan Rasa Nyeri di Tubuh, Kenali Tanda-tandanya

Health | Sabtu, 28 Mei 2022 | 16:46 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB