facebook

WHO Ungkap Hampir 200 Kasus Cacar Monyet Sudah Terdeteksi secara Global

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
WHO Ungkap Hampir 200 Kasus Cacar Monyet Sudah Terdeteksi secara Global
Ilustrasi Cacar Monyet (Pexels)

WHO mengungkapkan hampir 200 kasus cacar monyet sudah terkonfirmasi secara global di lebih dari 20 negara.

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan hampir 200 kasus cacar monyet telah terkonfirmasi secara global.

Kasus-kasus cacar monyet telah ditemukan di lebih dari 20 negara. Tetapi, WHO mengatakan cacar monyet ini adalah wabah yang masih bisa dikendalikan.

Meskipun masih banyak hal yang belum diketahui mengenai pemicu infeksi cacar monyet dan kasus yang dilaporkan kemungkinan kecil.

Dr. Sylvie Briand, direktur penyakit pandemi dan epidemi WHO, menjelaskan bahwa jumlahnya mungkin meningkat dalam beberapa hari mendatang.

Baca Juga: 3 Jenis Sayuran Ini Baik untuk Kesehatan Tubuh, Termasuk bagi Penderita Diabetes!

Dr. Sylvie Briand mengatakan penyabaran cacar monyet itu kemungkinan disebabkan oleh perubahan perilaku manusia terkait pandemi Covid-19, meskipun WHO masih mencari tahu penyebabnya.

cacar monyet (freepik)
cacar monyet (freepik)

"Ada masih banyak ketidakpastian mengenai masa depan penyakit cacar monyet ini. Karena, kita tidak tahu penularan penyakit ini akan berhenti kapan," kata WHO dikutip dari Fox News.

Secara umum, virus cacar monyet ini menyebar melalui sentuhan atau gigiran hewan liar yang terinfeksi di Afrika barat dan tengah.

Tapi, mantan pemimpin departemen darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan kasus cacar monyet di Eropa tampaknya telah menyebar karena aktivitas seksual di rave di Spanyol dan Belgia.

Meskipun ini bukan infeksi menular seksual, penyakit ini dapat ditularkan melalui kontak pribadi dan seksual.

Baca Juga: Konsumsi Minuman Protein sebelum Makan Bantu Kontrol Diabetes, Begini Penjelasan Peneliti

Pihak berwenang Spanyol mengatakan kasus cacar monyet di wilayahnya pun sudah meningkat menjadi 98, termasuk seorang wanita yang awal mula terinfeksinya berhubungan langsung dengan rantai penularan yang sebelumnya terbatas pada pria.

Guna mengobati cacar monyet, beberapa vaksin cacar dan terapi tersedia untuk membantu mencagah atau mengobatinya. Karena, sekarang ini belum ada vaksin yang dikembangkan khusus untuk melawan cacar monyet.

Dr Rosamund Lewis, kepala departemen cacar WHO, mengatakan bahwa sekarang ini belum diperlukan vaksinasi massal, karena cacar monyet tidak terlalu mudah menular.

Komentar