Kemenkes: Jumlah Perokok di Indonesia Bertambah 8 Juta Jiwa dalam 10 Tahun Terakhir

Rabu, 01 Juni 2022 | 16:25 WIB
Kemenkes: Jumlah Perokok di Indonesia Bertambah 8 Juta Jiwa dalam 10 Tahun Terakhir
Ilustrasi rokok (pexels) /Irina Iriser/sumaiyah.

Suara.com - Jumlah perokok di Indonesia bertambah 8 juta orang selam 10 tahun terakhir. Hal itu berdasarkan hasil Global Adult Tobacco Survey atau GATS 2021 yang dirilis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan, temuan ini cukup membuat miris, karena menjadi tantangan tambahan terkait pengendalian rokok di Indonesia.

"Jumlah kumulatif itu justru meningkat menjadi, kira-kira menambah 8 juta orang, ini tantangan penting bagi kita semua untuk melakukan upaya-upaya dalam penghentian merokok," ujar Wamenkes Dante saat konferensi pers di Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (1/6/2022).

Bertambahnya jumlah perokok ini didapat setelah GATS 2021, melakukan perbandingan survei yang sama pada 2011 silam, hasil kerjasama Kementerian Kesehatan RI, Organisasi Kesehatan Dunia WHO dan Center for Disease Control and Prevention (CDC).

Survei dilakukan dengan mewawancara sebanyak 8.305 orang di 2011, dibandingkan dengan wawancara terhadap 9.156 orang di 2021.

Hasilnya pada 2021, total 70,3 juta orang dewasa Indonesia merupakan perokok atau pengguna tembakau, dengan rincian 65,5 persen perokok adalah lelaki dan 3,3 persen perokok perempuan dewasa.

Suami atau lelaki yang mencari nafkah disebut cenderung lebih bebas membeli rokok dari penghasilannya. Sehingga, jumlah uang dikeluarkan per hari adalah Rp14 ribu, dengan rerata uang rokok sebanyak Rp382 ribu per bulan.

"Hal lain yang kami dapatkan secara sosial ekonomi adalah ternyata angka yang digunakan untuk belanja rokok lebih tinggi daripada angka yang digunakan untuk belanja makanan bergizi," tutur Wamenkes Dante.

Survei juga menemukan saat ini 19,2 persen pelajar Indonesia baik perempuan ataupun lelaki adalah pengguna produk tembakau atau perokok.

Baca Juga: Peserta BPJS Kesehatan Bisa Deteksi Dini Penyakit Jantung Gratis, Begini Caranya

Ada beragam cara pelajar masih bisa mengakses rokok, tapi mayoritas atau 76,6 persen pelajar merokok membeli rokok dari toko, warung, penjual jalanan atau kios.

Parahnya sebagian besar atau 60,6 persen pelajar yang coba membeli rokok, tidak dicegah penjual rokok dan tetap bisa mengaksesnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI