Kematian Pria Penerima Transplantasi Jantung Babi Pertama di Dunia Diduga karena Virus Herpes

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 02 Juni 2022 | 14:23 WIB
Kematian Pria Penerima Transplantasi Jantung Babi Pertama di Dunia Diduga karena Virus Herpes
Penerima transplantasi jantung babi, David Bennett (kanan). [University of Maryland School of Medicine/AFP]

Suara.com - Peneliti menduga penyebab kematian orang yang pertama kali menerima transplantasi jantung babi, David Bennett, adalah infeksi virus.

David Bennett meninggal pada 8 Maret lalu di usia 57 tahun. Dua bulan sebelumnya, mendiang menjalani operasi transplantasi jantung babi.

Bennett menderita gagal jantung parah sehingga tidak dapat menerima jantung manusia. Dokter akhirnya memberi pilihan untuk melakukan transplantasi jantung babi.

Genetik jantung babi diubah terlebih dahulu agar tidak terjadi penolakan organ, dengan empat gen babi dihapus dan enam gen manusia ditambahkan.

Awalnya Bennett tampak baik-baik saja, hingga beberapa minggu menjelang kematian Bennett terinfeksi cytomegalovirus (CMV) dari babi.

David Bennett Sr. setelah transplantasi jantungnya (Pusat Medis Universitas Maryland)
David Bennett Sr. setelah transplantasi jantungnya (Pusat Medis Universitas Maryland)

Ahli bedah transplantasi Bartley Griffith di University of Maryland mengungkap keberadaan virus tersebut di tubuh Bennet dalam laporan American Society of Transplantation pada 20 April.

"Kami mulai mempelajari mengapa dia meninggal," kata Griffith, dikutip New Scientict.

Griffith menduga virus lah yang menjadi penyebab gagal jantung setelah transplantasi, daripada sistem kekebalan sang pasien yang menolak organ baru.

Diketahui cytomegalovirus merupakan virus herpes yang menyebabkan luka dingin dan herpes zoster.

baca juga

Ketika hewan terinfeksi, DNA virus biasanya tetap berada di dalam beberapa sel. Sistem kekebalan hewan biasanya menahan virus, tetapi jika imun hewan melemah, virus dapat aktif kembali dan menyebabkan infeksi lebih lanjut.

Sementara itu, Bennett tidak memiliki kekebalan terhadap cytomegalovirus. Hal itu membuat virus kesempatan untuk aktif kembali dan menginfeksi jantung yang ditransplantasikan.

Terlebih Bennett menggunakan obat penekan sistem kekebalan, yang mungkin mencegah respons imun melawan infeksi sepenuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Kaka Slank yang Sempat Alami Kebotakan, Kini Rutin Creambath Hingga Lakukan Tranplantasi Rambut

Cerita Kaka Slank yang Sempat Alami Kebotakan, Kini Rutin Creambath Hingga Lakukan Tranplantasi Rambut

Lifestyle | Rabu, 25 Mei 2022 | 14:28 WIB

5 Aktor Bollywood Ini Lakukan Tranplantasi Rambut dan Hasilnya Mencengangkan

5 Aktor Bollywood Ini Lakukan Tranplantasi Rambut dan Hasilnya Mencengangkan

Entertainment | Selasa, 12 April 2022 | 15:43 WIB

Pasien Covid-19 Melonjak, RS di Belanda Setop Layanan Kemoterapi dan Tranplantasi Organ

Pasien Covid-19 Melonjak, RS di Belanda Setop Layanan Kemoterapi dan Tranplantasi Organ

Health | Kamis, 25 November 2021 | 19:47 WIB

Terkini

Baleg DPR-Pemerintah Mulai Bahas RUU Satu Data Indonesia, Target Sah Pekan Depan

Baleg DPR-Pemerintah Mulai Bahas RUU Satu Data Indonesia, Target Sah Pekan Depan

News | Rabu, 23 September 2026 | 17:23 WIB

Soroti Bebas Bersyaratnya Mas Bechi, Menteri PPPA Desak Evaluasi Total Remisi Kejahatan Seksual

Soroti Bebas Bersyaratnya Mas Bechi, Menteri PPPA Desak Evaluasi Total Remisi Kejahatan Seksual

News | Rabu, 23 September 2026 | 17:22 WIB

Soroti Bechi Jombang Bebas Bersyarat, Kemen PPPA: Pemulihan Trauma Korban Butuh Waktu Seumur Hidup

Soroti Bechi Jombang Bebas Bersyarat, Kemen PPPA: Pemulihan Trauma Korban Butuh Waktu Seumur Hidup

News | Rabu, 23 September 2026 | 17:22 WIB

Kontrak Habis! Girl Group UNIS Umumkan Bubar setelah 2,5 Tahun Debut

Kontrak Habis! Girl Group UNIS Umumkan Bubar setelah 2,5 Tahun Debut

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 17:20 WIB

Efek BI Rate Ditahan, Rupiah Bangkit ke Level Rp17.818

Efek BI Rate Ditahan, Rupiah Bangkit ke Level Rp17.818

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 17:18 WIB

Jadi Tersangka Kasus HGB ATR/BPN, Eks Bupati Kebumen Arif Sugiyanto Bukan Mantan Pegawai KPK

Jadi Tersangka Kasus HGB ATR/BPN, Eks Bupati Kebumen Arif Sugiyanto Bukan Mantan Pegawai KPK

News | Rabu, 23 September 2026 | 17:17 WIB

3 Fakta Menarik Songpyeon, Kue Beras Kukus Daun Pinus Khas Musim Gugur di Korea

3 Fakta Menarik Songpyeon, Kue Beras Kukus Daun Pinus Khas Musim Gugur di Korea

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 17:15 WIB

Mahasisw ITB Kembangkan Minyak Jelantah Jadi Cat Ramah lingkungan

Mahasisw ITB Kembangkan Minyak Jelantah Jadi Cat Ramah lingkungan

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 17:15 WIB

Review Film Akal Imitasi: Ketika AI Masuk Kelas, Pintar Jadi Kian Mahal?

Review Film Akal Imitasi: Ketika AI Masuk Kelas, Pintar Jadi Kian Mahal?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 17:15 WIB

Komisi III DPR Berkomitmen All Out Jadikan RUU Perampasan Aset Super Prioritas

Komisi III DPR Berkomitmen All Out Jadikan RUU Perampasan Aset Super Prioritas

News | Rabu, 23 September 2026 | 17:12 WIB

×