Mengapa Perempuan Lebih Mungkin Mati Saat Terkena Serangan Jantung daripada Laki-laki?

Risna Halidi

Minggu, 05 Juni 2022 | 15:45 WIB
Mengapa Perempuan Lebih Mungkin Mati Saat Terkena Serangan Jantung daripada Laki-laki?
Ilustrasi serangan jantung. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Serangan jantung menjadi salah satu momok paling mengerikan yang mengancam kesehatan masyarakat. Masalah kardiovaskuler itu bisa dialami semua orang, baik laki-laki maupun perempuan.

Namun yang mengejutkan, banyak dari pasien serangan jantung yang meninggal dunia adalah perempuan. Hal tersebut dimuat dalam jurnal medis Medical Journal of Australia yang terbit pada 2018 lalu.

Dari sekitar 2898 pasien yang terdiri dari 2183 laki-laki dan 715 perempuan yang menderita serangan jantung ST-elevation myocardial infarction atau STEMI, mayoritas perempuan dianggap tidak mendapat perawatan yang sama seperti laki-laki, bahkan tidak mendapat resep obat sesuai.

Padahal STEMI sendiri menyumbang sekitar 20 persen dari semua kejadian serangan jantung di seluruh dunia.

Kata para peneliti, hal tersebut bisa saja terjadi akibat adanya bias di institusi medis dan pekerja perawatan kesehatan yang menganggap perempuan tidak mungkin meninggal dunia karena serangan jantung.

"Apapun penyebabnya, perbedaan ini tidak dibenarkan. Kita perlu melakukan lebih banyak penelitian untuk menemukan jawaban mengapa perempuan yang menderita serangan jantung serius tidak mendapat layanan kesehatan sesuai dan segera mengidentifikasi cara untuk memperbaiki perbedaan dalam pengobatan dan hasil kesehatan ini," kata penulis senior studi tersebut, Profesor Clara Chow dari Universitas Sydney.

Studi ini sendiri merupakan hasil dari pengamatan dan catatan dari 41 rumah sakit di Australia pada periode Februari 2009 hingga Mei 2016.

Usia rata-rata perempuan yang menderita STEMI adalah 66,6 tahun sementara laki-laki adalah 60 tahun. Selain itu juga diketahuai lebih banyak perempuan dalam penelitian ini yang menderita hipertensi, diabetes, penyakit ginjal dan demensia.

"Meskipun kami telah lama mengetahui bahwa pasien berusia tua dan mereka yang memiliki komplikasi kurang menerima perawatan berbasis bukti, penelitian ini akan mendorong kami untuk tetap fokus kembali memberikan perhatian pada perempuan dengan STEMI," kata rekan penulis penelitian, Profesor David Brieger.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jantung Bisa 'Menyembuhkan Diri' Setelah Alami Kerusakan, Inilah Sel yang Berperan

Jantung Bisa 'Menyembuhkan Diri' Setelah Alami Kerusakan, Inilah Sel yang Berperan

Health | Kamis, 02 Juni 2022 | 12:36 WIB

Virus Corona Covid-19 Bisa Picu Gangguan Fungsi Jantung, Ini Tandanya!

Virus Corona Covid-19 Bisa Picu Gangguan Fungsi Jantung, Ini Tandanya!

Health | Minggu, 29 Mei 2022 | 17:55 WIB

Bikin Nangis! Anonim Ini Curhat Ibunya Diindikasi Kena Serangan Jantung Gara-gara Tahu Anaknya Benasib Buruk di Kampus

Bikin Nangis! Anonim Ini Curhat Ibunya Diindikasi Kena Serangan Jantung Gara-gara Tahu Anaknya Benasib Buruk di Kampus

News | Sabtu, 28 Mei 2022 | 14:56 WIB

Terkini

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Warisan Resep Dapur Ibu

Warisan Resep Dapur Ibu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar

Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:55 WIB

7 Ciri-Ciri Sunscreen yang Dipakai Tidak Cocok untuk Kulit Wajah

7 Ciri-Ciri Sunscreen yang Dipakai Tidak Cocok untuk Kulit Wajah

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:47 WIB

×