facebook

Sama-sama Serang Saluran Napas, Ini Bedanya Asma dan Bronkitis

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi
Sama-sama Serang Saluran Napas, Ini Bedanya Asma dan Bronkitis
Ilustrasi anak sakit. (Shutterstock)

Hanya karena sama-sama menyerang saluran napas, banyak orang menyandingkan asma dengan bronkitis. Apalagi jika penyakit ini terjadi pada anak.

Suara.com - Hanya karena sama-sama menyerang saluran napas, banyak orang menyandingkan asma dengan bronkitis. Apalagi jika penyakit ini terjadi pada anak.

Padahal menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Lucky Yogasatria, Sp.A bronkitis dan asma adalah dua penyakit yang berbeda. Mulai dari penyebabnya hingga gejala yang ditimbulkan.

Ia mengatakan bahwa bronkitis adalah penyakit saluran napas yang terdiri dari 'bronkus' yang berarti saluran napas bawah dan 'itus' yang artinya peradangan.

"Jadi bronkitis adalah peradangan yang terjadi di saluran pernapasan bawah yang biasanya disebabkan oleh polutan udara yang membahayakan paru seperti asap kendaraan bermotor, rokok, dan segala jenis bahan beracun lainnya," jelas dr. Lucky melalui konten instagramnya dikutip suara.com, Selasa (7/6/2022).

Baca Juga: Kabar Baik, Pengidap Alergi Makanan Berisiko Kecil Terinfeksi Covid-19

Jika bronkitis adalah peradangan, maka asma adalah penyakit pernapasan yang dimiliki seseorang karena alergi yang diturunkan orangtuanya atau genetik, sehingga pemicunya harus diketahui, untuk mengontrol agar penyakitnya tidak kambuh.

"Asma merupakan penyakit yang menyerang seorang pasien yang memiliki saluran napas cenderung sensitif," tutur dokter yang sering memberikan edukasi di Klinik Kecil itu.

Sehingga saat pemicu asma bertemu dengan penderitanya, akan menyebabkan saluran napas mengkerut atau mengecil sehingga, saluran napas jadi tersendat dan terjadilah sesak napas asma.

"Tapi kalau pemicunya hilang maka sesaknya juga akan hilang," tutupnya.

Meski bisa berbeda pada setiap orang, beberapa pemicu asma yang paling sering sebabkan kekambuhan, seperti perubahan suhu kondisi geografis, alergen, aktivitas fisik, asap rokok, ekspresi emosi yang berlebihan, dan polusi udara.

Baca Juga: 5 Manfaat Kerang Hijau, Ekonomis, Kaya Nutrisi, dan Mudah Didapat

Komentar