Ingat Pesan Dokter! Batas Maksimal Konsumsi Gula Sehari Hanya 4 Sendok Makan

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Rabu, 08 Juni 2022 | 17:00 WIB
Ingat Pesan Dokter! Batas Maksimal Konsumsi Gula Sehari Hanya 4 Sendok Makan
Ilustrasi konsumsi gula dalam sehari. (Shutterstock)

Suara.com - Konsumsi gula yang berlebih berpotensi menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas, dua faktor risiko penyakit diabetes hingga jantung.

Untuk itu, masyarakat perlu menyadari batas maksimal asupan gula dalam sehari. Berapa banyak?

"Untuk orang normal rekomendasinya sekitar 50 gram, sementara bagi pasien diabetes 25 gram. Kalau ditakar itu kira-kira 2 sampai 4 sendok makan," terang dr Rudy Kurniawan, SpPD, selaku founder Sobat Diabet dalam konferensi pers daring, Selasa (7/6/2022).

dr Rudy mengatakan pembatasan konsumsi gula perlu menjadi perhatian bersama. Dalam keluarga misalnya, pembatasan konsumsi gula harus dilakukan berbarengan, tidak boleh hanya oleh salah satu pihak saja.

illustrasi diabetes dan konsumsi gula. (Shutterstock)
illustrasi diabetes dan konsumsi gula. (Shutterstock)

"Penelitian di Korea menyebut orang dengan obesitas pasangannya berisiko mengalami hal yang hingga 37 persen. Jadi menularkan kebiasaan jelek ini gampang sekali," tambahnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa gula dari bahan alami, seperti gula aren dan gula nira, lebih baik daripada gula pasir. Sebab yang berpotensi menyebabkan obesitas hingga diabetes bukan jenis gulanya, tapi jumlah gula yang dikonsumsi.

"Itulah mengapa saya sering bilang alami belum tentu lebih sehat. Kebanyakan minum air tebu juga bahaya. Intinya bagi saya, selalu perhatikan makanan dan minuman, kalau terlalu manis, terlalu asin, atau terlalu berlemak yang sebaiknya dihindari," terang dr Rudy.

Untuk itu, ia pun mendukung diberlakukannya cukai minuman berpemanis dalam kemasan. Data Global Burden of Disease tahun 2019 memperlihatkan bahwa 7 dari 10 penyebab kematian tertinggi adalah penyakit tidak menular.

Smeentara itu Riset Kesehatan Dasar yang dilakukan Kementerian Kesehatan menyebut prevalensi obesitas meningkat dari tahun ke tahun, yakni 10,30 persen pada tahun 2007 dan melonjak hingga 21,80 persen pada 2018. Oleh karena itu, pencegahan penyakit tidak menular perlu menjadi perhatian bersama.

Baca Juga: 5 Rempah Ini Bisa Digunakan sebagai Pengganti Gula, Pernah Mencobanya?

"Data American Diabetes Association tahun 2020 menyebut kejadian sindrom metabolik, termasuk diabetes, dipengaruhi oleh interaksi yang kompleks antara perilaku, genetik, sosioekonomi dan banyak yang di luar kendali individu. Jadi gak bisa tuh ngomong pencegahan diabetes hanya dari individu seperti makanan dan minumannya saja, tapi juga ada peran komunitas hingga pemangku kepentingan," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI