Sama-sama Sebabkan Demam dan Ruam, Ini Perbedaan Gejala Cacar Monyet dan Penyakit Serupa Lainnya

Risna Halidi | Suara.com

Rabu, 08 Juni 2022 | 18:02 WIB
Sama-sama Sebabkan Demam dan Ruam, Ini Perbedaan Gejala Cacar Monyet dan Penyakit Serupa Lainnya
Gejala Cacar Monyet (freepik)

Suara.com - Dunia tengah dihebohkan dengan wabah cacar monyet yang terjadi di benua Afrika dan Eropa. Penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox tersebut bahkan telah terdeteksi di negara tetangga, Singapura.

Dalam siaran Instagram Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) beberapa waktu lalu, Dokter Spesialis Anak Konsultan, dr. I Made Gede Dwi Lingga menyebut bagaimana gejala umum cacar monyet dapat membuat bingung masyarakat karena menyerupai penyakit lainnya seperti campak, rubella, dan flu Singapura.

Apalagi, kata dr. Dwi Lingga, Indonesia merupakan negara yang berada di daerah tropis, yang sangat 'kaya' dengan penyakit virus dan bakteri dengan gejala serupa.

"Kita di Indonesia mengenal beberapa penyakit yang menyebabkan demam dan ruam seperti cacar monyet. Tapi sehari-hari kita juga hadapi penyakit lain yang mirip dan membuat bingung apakah ini cacar monyet atau bukan," kata dr. Dwi Lingga.

Untuk penyakit campak misalnya, deman akan dibarengi ruam di sekujur tubuh dan sebabkan gejala khas campak lain seperti mata merah belekan serta batuk dan pilek.

"Perkembangan ruam juga tidak seperti cacar monyet atau monkeypox. Ada bentolan tapi tidak ada bentukan air atau nanahnya. Kalau monkeypox, perkembangannya seperti itu (bernanah)."

Sementara demam dan ruam yang disebabkan oleh rubella memiliki kekhasan berupa pembesaran kelenjar di tubuh. Perkembangan ruam akibat rubella juga tidak akan menyebabkan nanah dan lesi atau keropeng.

"Nah, bagaimana dengan flu Singapura? Penyakit ini lesinya bisa ada di telapak tangan. Tapi walau lesi flu Singapura bisa ada cairannya, tapi tidak menjadi keropeng seperti yang terjadi pada penyakit cacar monyet," terang dr Dwi Lingga.

Karena gejalanya yang hampir sama antara satu penyakit dengan penyakit lain, Pengurus Besar IDAI dr Ade D. Pasaribu, Sp.A mengimbau masyarakat, khususnya orangtua agar mengenali gejala tersebut dan segera membawa anak datang ke fasilitas kesehatan.

"Biarkan dokter yang mendiagnosa. Tugas orangtua segera membawa anaknya ke fasilitas kesehatan jika ditemukan sesuatu yang tak biasa di tubuh si anak. Terlebih jika Anda sekeluarga baru saja melakukan perjalanan ke negara endemik atau memiliki kasus cacar monyet," saran dr Ade.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Cacar Monyet Capai Angka Seribu Lebih di 29 Negara, Paling Banyak di Mana?

Kasus Cacar Monyet Capai Angka Seribu Lebih di 29 Negara, Paling Banyak di Mana?

Health | Rabu, 08 Juni 2022 | 15:39 WIB

WHO Minta Semua Negara Laporkan Kasus Cacar Monyet Meski Masih Dugaan Sekalipun

WHO Minta Semua Negara Laporkan Kasus Cacar Monyet Meski Masih Dugaan Sekalipun

Health | Rabu, 08 Juni 2022 | 14:12 WIB

Waspada! Pasien Cacar Monyet Tembus 1.000 Kasus Global di 30 Negara

Waspada! Pasien Cacar Monyet Tembus 1.000 Kasus Global di 30 Negara

Health | Rabu, 08 Juni 2022 | 09:32 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB