Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Naik, Menkes Budi: Masih Terkontrol

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Jum'at, 10 Juni 2022 | 14:05 WIB
Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Naik, Menkes Budi: Masih Terkontrol
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebut kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia masih tergolong aman. Kata Menkes Budi, pemerintah memiliki dua indikator untuk menentukan lonjakan penyakit yang disebabkan virus corona tersebut.

"Ada dua yang kita lihat, positivity rate masih di bawah 5 persen. Sekarang nasional kita masih di 1,15 persen, paling tinggi Jakarta 3 persen. Dan untuk indikator transmisi di WHO, itu (penularan) ada 20 per 100 ribu penduduk per minggu."

"Kita sekarang masih 1 per 100 ribu penduduk per minggu. Dua indikator transmisi itu kita masih terkontrol," jelas Menkes Budi ditemui di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (10/6/2022).

Kasus positif harian di Indonesia naik dari 100 menjadi 500 per hari. Data Satgas Covid-19 per 5 Juni 2022 secara nasional juga tercatat kalau terjadi kenaikan kasus positif mingguan hingga 31 persen, dibandingkan kasus pada 22 Mei 2022.

Hal yang sama terjadi pada kasus aktif harian, kenaikannya bertambah 328 kasus atau 10 persen dibandingkan pada 2 Juni 2022 yaitu, dari 3.105 menjadi 3.433 kasus aktif harian.

Menurut Menkes Budi, kenaikan kasus positif itu diperkirakan akibat paparan varian Omicron yang lebih cepat menular juga peningkatan aktivitas masyarakat saat hari raya Idulfitri.

"Yang ingin saya sampaikan ke masyarakat tidak perlu terlalu khawatir karena kenaikannya kan baru dari 100 sampai ke 500. Kecepatannya kita lihat dibandingkan Lebaran tahun lalu dan liburan tahun baru laju kenaikannya masih jauh lebih rendah," kata Budi.

Masyarakat hanya perlu waspada terhadap penularan virus corona dengan tetap menjalankan protokol kesehatan di mana pun berada dan mendapatkan suntikan vaksin booster. Terlebih saat ini, subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 telah masuk ke Indonesia.

Budi mengatakan kalau lonjakan kasus positif Covid-19 sebenarnya lebih berpotensi terjadi akubat paparan varian baru. Bukan akibat perayaan hari raya.

"Kenaikan kasus itu selalu disebabkan karena varian baru. Kita sudah memastikan bukan disebabkan oleh liburan atau hari raya besar, tapi lebih terhadap varian baru," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alami Long Covid-19 Usai Terinfeksi, Konsumsi 3 Makanan Ini Bisa Bantu Pemulihan!

Alami Long Covid-19 Usai Terinfeksi, Konsumsi 3 Makanan Ini Bisa Bantu Pemulihan!

Health | Jum'at, 10 Juni 2022 | 13:27 WIB

Menkes Budi: Omicron Subvarian BA.4 dan BA.5 Terdeteksi di Indonesia

Menkes Budi: Omicron Subvarian BA.4 dan BA.5 Terdeteksi di Indonesia

Health | Jum'at, 10 Juni 2022 | 11:44 WIB

Virus Corona Covid-19 Bisa Berdampak Buruk pada Penyakit Parkinson, Ini Tandanya!

Virus Corona Covid-19 Bisa Berdampak Buruk pada Penyakit Parkinson, Ini Tandanya!

Health | Jum'at, 10 Juni 2022 | 12:07 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB