Alasan Thailand Legalkan Ganja Serta Efek Samping Penggunaannya Secara Terus Menerus

Risna Halidi

Senin, 13 Juni 2022 | 06:52 WIB
Alasan Thailand Legalkan Ganja Serta Efek Samping Penggunaannya Secara Terus Menerus
Ilustrasi Ganja (Pexels.com/Aphiwat chuangchoem)

Suara.com - Meski Thailand telah melegalkan penggunaan dan perdagangan ganja, namun negara tersebut masih melarangan penggunaan ganja dengan alasan rekreasi atau untuk bersenang-senang.

Diketahui sebelumnya, pemerintah Thailand telah melegalkan ganja dan menghapus ganja dari daftar narkotika. Saat ini, warga Thailand dapat menanam ganja secara legal di pekarangan rumah dan memperjualbelikannya.

Di sisi lain, pemerintah Thailand juga berharap dapat mengembangkan perdagangan ganja lokal sehingga dapat meningkatkan sektor pertanian dan pariwisata di sana.

Thailand bahkan memberikan satu juta bibit ganja kepada warga untuk mendorong penanaman secara masif.

Mulai Kamis, setiap rumah dapat menanam hingga enam tanaman ganja di rumah, dengan cara mendaftar terlebih dahulu ke pihak berwenang. Selain rumah tangga, perusahaan juga dapat menanam tanaman tersebut dengan izin.

Meski demikian, pemerintah masih melarang warganya untuk menggunakan ganja sebagai alasan bersenang-senang.

Pejabat setempat telah memperingatkan warganya agar tidak merokok ganja di tempat umum, dengan mengatakan tindakan tersebut sebagai gangguan publik dan pelanggar bisa ditangkap.

Masyarakat tidak boleh merokok ganja di tempat umum, dan menjual atau memasok produk apa pun yang mengandung lebih dari 0,2 persen senyawa halusinogen utama THC karena masih dianggap ilegal.

Dikutip dari BBC Health, tujuan utama pemerintah Thailand melegalkan ganja adalah demi memenangkan pasar mariyuana untuk sektor perawatan kesehatan yang menggunakan turunan ganja, khususnya senyawa CBD yang lebih ringan.

Tapi juga ada motif lain yaitu mengurangi kepadatan kapasitas penjara, di mana Thailand memiliki salah satu penjara paling padat di dunia.

Artinya, secara teori, dengan penanaman tanaman dalam jumlah berapa pun sekarang sepenuhnya dilegalkan, polisi sekarang tidak mungkin menangkap orang hanya karena memiliki mariyuana.

Sementara itu dikutip dari Hello Sehat, konsumsi ganja secara berlebih dapat menyebabkan efek samping terhadap fisik dan kesehatan mental seperti masalah pernafasan, peningkatan detak jantung, perubahan struktur otak, terganggunya kesuburan.

Selain itu ganja juga dapat membuat melemahnya sistem imun, menghambat tumbuh kembang janin dan bayi, mengurangi kecerdasan kognitif, hingga berisiko munculnya gejala psikotik

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Make Me Shudder 3: Melarikan Diri dari Teror Hantu Korban Bencana Dahsyat

Make Me Shudder 3: Melarikan Diri dari Teror Hantu Korban Bencana Dahsyat

Your Say | Senin, 13 Juni 2022 | 06:23 WIB

Perjalanan Karier Ratchanok Intanon, Pebulutangkis Thailand, Runner Up Indonesia Masters 2022

Perjalanan Karier Ratchanok Intanon, Pebulutangkis Thailand, Runner Up Indonesia Masters 2022

Your Say | Minggu, 12 Juni 2022 | 15:58 WIB

Kenapa Thailand Legalkan Ganja? Kini Warga Boleh Menanam dan Mengonsumsi

Kenapa Thailand Legalkan Ganja? Kini Warga Boleh Menanam dan Mengonsumsi

News | Minggu, 12 Juni 2022 | 11:15 WIB

Terkini

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:29 WIB

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB