Tidak Timbulkan Luka Bakar, Begini Metode Sunat Laser yang Aman dan Benar Secara Medis

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 13 Juni 2022 | 17:59 WIB
Tidak Timbulkan Luka Bakar, Begini Metode Sunat Laser yang Aman dan Benar Secara Medis
Ilustrasi sunat ( Dok. Rumah Sunat dr Mahdian)

Suara.com - Sunat dengan metode laser mungkin sudah umum di masyarakat Indonesia. Tetapi, metode laser yang selama ini digunakan untuk sunat ternyata bukan laser khusus medis.

Dokter spesialis bedah syaraf dr. Mahdian Nur Nasution mengungkapkan, sunat dengan metode laser yang selama ini dikenal masyarakat sebenarnya menggunakan alat elektrokauter berupa lempengan yang dipanaskan.

"Akan tetapi itu bukan sunat laser. Kita gak tahu asal mula itu dari mana," kata dokter Mahdian dalam acara temu media di Klinik Rumah Sunat dr. Mahdian, Jakarta, Senin (13/6/2022).

Lantaran cara kerjanya harus lebih dulu dipanaskan, sehingga panas lempengan tersebut tidak stabil saat memotong kulit  penis, jelas dokter Mahdian. Alat itu juga tidak memiliki sinar yang seharusnya ada pada metode laser.  

Selain itu, pemotongan kulup penis juga tidak presisi. Sehingga, secara estetik kurang rapi.

"Jadi menyebabkan kasus yang kulit terkelupas, terbakar, itu banyak. Tapi di Indonesia diam-diam saja tidak terekspos," katanya. 

Ia menjelaskan bahwa laser sebenarnya kumpulan cahaya panjang dengan gelombang tertentu serta suhu panas dan frekuensi yang bisa diatur dengan mesin.

Klinik miliknya, Rumah Sunat dr Mahdian, diklaim menjadi yang pertama di Indonesia menggunakan laser untuk sunat.

Teknologi laser yang digunakan berasal dari Jerman dengan nama dr. M Optical Maser. Cara kerjanya dengan mengalirkan gelombang elektromagnetik melalui fiber optik yang diproses melalui generator. Sehingga efek potong lebjh presisi dan tanpa luka bakar.

"Risiko komikasi juga minimal. Jadi lebih aman karena tidak menimbulkan panas yang bisa menyebabkan luka bakar. Serta tidak menyebabkan kerusakan jaringan," paparnya. 

Menurut dokter Mahdian, sunat dengan metode laser cocok dilakukan pada anak maupun dewasa. Sebab pengerjaannya yang hanya memakan waktu kurang lebih tiga menit, tanpa jahitan, serta dengan pendarahan yang sangat minimal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tips Siapkan Mental Anak supaya Tak Takut Sunat, Begini Penjelasan Dokter

Tips Siapkan Mental Anak supaya Tak Takut Sunat, Begini Penjelasan Dokter

Jogja | Senin, 13 Juni 2022 | 17:32 WIB

Cara Persiapkan Mental Anak Agar Sunat Tidak Terkesan Menyeramkan

Cara Persiapkan Mental Anak Agar Sunat Tidak Terkesan Menyeramkan

Sulsel | Senin, 13 Juni 2022 | 16:53 WIB

Dokter Perkenalkan Teknologi Sunat Terbaru, Hasil Presisi Hanya 3 Menit

Dokter Perkenalkan Teknologi Sunat Terbaru, Hasil Presisi Hanya 3 Menit

Jogja | Senin, 13 Juni 2022 | 15:54 WIB

Terkini

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB