Omicron BA.4 dan BA.5 Terdeteksi di Indonesia, Tingkat Hospitalisasi dan Kematian Lebih Rendah?

Bimo Aria Fundrika, Fajar Ramadhan

Selasa, 14 Juni 2022 | 10:43 WIB
Omicron BA.4 dan BA.5 Terdeteksi di Indonesia, Tingkat Hospitalisasi dan Kematian Lebih Rendah?
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Suara.com - Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin mengumumkan adanya delapan kasus Covid-19 subvarian BA.4 dan BA.5 di Indonesia.

Melalui Konferensi Pers yang disiarkan di Youtube Channel Sekretariat Presiden pada Senin (13/06/2022), Budi mengungkapkan, tiga kasus subvarian baru tersebut datang dari luar negeri. Sedangan, lima kasus lainnya berasal dari transmisi lokal di Jakarta.

Diperkirakan kasus subvarian BA.4 dan BA.5 ini dapat melonjak naik beberapa bulan ke depan. Hal ini karena kasus Covid 19 subvarian BA.4 dan BA.5 di berbagai negara belahan dunia mengalami kenaikan akhir-akhir ini.

Meskipun demikian, Budi mengatakan, setelah dilakukan pengamatan dari kasus di Afrika, penularan subvarian BA.4 dan BA.5 sendiri terbilang cukup kecil.

Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Untuk kasus puncak penularan dan hospitalisasi berdasarkan pengamatan, subvarian BA.4 dan BA.5 hanya sekitar satu pertiga dari varian Omicron dan Delta.

“Hasil pengamatan kami, puncak dari penularan varian BA.4 dan BA.5, ini sekitar sepertiga dari puncak Delta dan Omicron, kasus hospitalisasinya juga sepertiga dari kasus Delta dan Omicron,” ucap Budi.

Sementara itu, Budi menambahkan, kasus kematiannya juga cenderung lebih rendah. Berdasarkan pengamatan, kasus kematian subvarian BA.4 dan BA.5 hanya sekitar satu persepuluh dibandingkan varian Delta dan Omicron.

”Sedangkan kasus kematiannya sepersepuluh dari kasus kematian di Delta dan Omicron,” sambungnya.

Dengan demikian, meskipun kasus Covid 19 mengalami kenaikan di beberapa negara di dunia, puncak kenaikan kasus, hospitalisasi, dan kematian jauh lebih rendah dibandingkan varian Delta dan Omicron.

baca juga

Meskipun terbilang lebih aman dan tidak terlalu berbahaya, Budi menuturkan, pemerintah akan terus memantau kelanjutan kasus subvarian BA.4 dan BA.5 ke depannya.

Tidak hanya itu, dari pihak pemerintah juga tetap menyuarakan masyarakat untuk melakukan vaksin booster karena dikhawatirkan kasus akan melonjak pada Juli mendatang.

Menurut Budi, jika masyarakat melakukan booster, akan memiliki kemungkinan puncak kenaikan kasus subvarian BA.4 dan BA.5 tidak terlalu tinggi. Selain itu, dengan booster Budi menilai kekebalan tubuh masyarakat akan bertahan lebih lama.

“Kalau memang masyarakat kita siap, termasuk dengan boosternya baik, kemungkinan puncaknya tidak tinggi. Ditambah booster ini, daya tahan imunitas masyarakat akan bertahan enam bulan lagi,” ucap Budi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Lebih Dekat Polemik Asian Hate Selama Pandemi Covid-19 di Amerika

Mengenal Lebih Dekat Polemik Asian Hate Selama Pandemi Covid-19 di Amerika

Your Say | Selasa, 14 Juni 2022 | 07:59 WIB

Terungkap Biang Kerok Kasus Covid-19 di Indonesia Naik Lagi, Ini 3 Penyebabnya

Terungkap Biang Kerok Kasus Covid-19 di Indonesia Naik Lagi, Ini 3 Penyebabnya

News | Selasa, 14 Juni 2022 | 07:48 WIB

Subvarian Omicron BA.4 Dan BA.5 Ditemukan di Bali, Kadinkes : Jangan Panik

Subvarian Omicron BA.4 Dan BA.5 Ditemukan di Bali, Kadinkes : Jangan Panik

Bali | Selasa, 14 Juni 2022 | 08:00 WIB

Terkini

Perkuat Sistem Tanggap Darurat Perusahaan, PT Semen Gresik Gelar Sertifikasi Pemadam Kebakaran

Perkuat Sistem Tanggap Darurat Perusahaan, PT Semen Gresik Gelar Sertifikasi Pemadam Kebakaran

Jawa Tengah | Kamis, 23 Juli 2026 | 20:13 WIB

Misi Sulit Kiandra Ramadhipa Rebut Puncak Klasemen Moto3 Junior di Prancis

Misi Sulit Kiandra Ramadhipa Rebut Puncak Klasemen Moto3 Junior di Prancis

Otomotif | Kamis, 23 Juli 2026 | 20:10 WIB

Mengerikan! Bus Suporter Argentina Dihujani Tembakan, Satu Orang Terluka

Mengerikan! Bus Suporter Argentina Dihujani Tembakan, Satu Orang Terluka

Bola | Kamis, 23 Juli 2026 | 20:09 WIB

Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Naik Penyidikan, Empat Terlapor Mulai Didalami

Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Naik Penyidikan, Empat Terlapor Mulai Didalami

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 20:06 WIB

Mobil Brimob Terserempet KA Bandara di Sedayu, Begini Kronologinya

Mobil Brimob Terserempet KA Bandara di Sedayu, Begini Kronologinya

Jogja | Kamis, 23 Juli 2026 | 20:06 WIB

Penyelesaian Konflik Papua Harus Dimulai dari Dialog, Bukan Senjata

Penyelesaian Konflik Papua Harus Dimulai dari Dialog, Bukan Senjata

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 20:04 WIB

Review Film Inglourious Basterds: Dilema Moral dan Balas Dendam Nazi

Review Film Inglourious Basterds: Dilema Moral dan Balas Dendam Nazi

Your Say | Kamis, 23 Juli 2026 | 20:00 WIB

Hari Anak Nasional 2026: Sejarah, Makna, dan Tujuannya

Hari Anak Nasional 2026: Sejarah, Makna, dan Tujuannya

Video | Kamis, 23 Juli 2026 | 20:00 WIB

BRI Hadirkan Ekosistem Digital Berbasis ESG di Jember Fashion Carnaval 2026

BRI Hadirkan Ekosistem Digital Berbasis ESG di Jember Fashion Carnaval 2026

Bri | Kamis, 23 Juli 2026 | 19:59 WIB

Imigrasi Semarang Deportasi 14 WNA dan Tolak 21 WNA Masuk via Bandara Ahmad Yani

Imigrasi Semarang Deportasi 14 WNA dan Tolak 21 WNA Masuk via Bandara Ahmad Yani

Jawa Tengah | Kamis, 23 Juli 2026 | 19:56 WIB

×