Baik untuk Mental dan Fisik, ini Beberapa Manfaat Memiliki Hewan Peliharaan

Risna Halidi | Fajar Ramadhan | Suara.com

Selasa, 14 Juni 2022 | 11:24 WIB
Baik untuk Mental dan Fisik, ini Beberapa Manfaat Memiliki Hewan Peliharaan
Ilustrasi hewan peliharaan (Pexels.com/Anna Bondarenko)

Suara.com - Bagi beberapa orang, memiliki hewan peliharaan adalah hal yang digemari. Dengan adanya hewan peliharaan, suasana rumah dinilai menjadi lebih hidup.

Selain itu, memiliki hewan peliharaan juga akan membuat seseorang mempunyai teman untuk berinteraksi. Hal ini juga sangat berguna untuk kesehatan mental sosial pemilik hewan peliharaan.

Rupanya, selain membuat suasana rumah menjadi lebih hidup dan ada teman untuk berinteraksi, memiliki hewan peliharaan juga bermanfaat untuk kesehatan mental maupun fisik.

Melansir laman One Health Organiation, secara ilmiah hewan peliharaan memberikan berbagai manfaat baik kesehatan pikiran, fisik, maupun hati seseorang.

Berikut beberapa manfaat memiliki hewan peliharaan di rumah.

1. Baik untuk Kesehatan Mental
Memiliki hewan peliharaan dipercaya dapat memberikan energi positif bagi kesehatan mental. Hewan peliharaan dapat menjadi terapi untuk menghilangkan rasa khawatir,cemas, dan depresi pada seseorang.

Berdasarkan studi The Human Animal Bond Research Institute (HABRI) pada 2016, hewan peliharaan memberikan beberapa manfaat kesehatan mental, di antaranya.

  • Hewan peliharaan memberikan kepercayaan yang kuat terhadap identitas diri.
  • Hewan peliharaan memberikan rasa aman dan rutinitas dalam hubungan.
  • Hewan peliharaan membantu menghilangkan pikiran-pikiran buruk dari depresi.

2. Kesehatan Fisik
Selain kesehatan mental, memiliki hewan peliharaan juga baik untuk fisik. Hal ini karena ketika memiliki hewan peliharaan, tubuh akan lebih banyak bergerak dari biasanya.

Ketika seseorang memiliki anjing, hal tersebut akan mengurangi risiko obesitas karena sering mengajaknya jalan harian. Data menunjukkan sekitar 60 persen orang yang mengajak anjing jalan memiliki berat dan postur tubuh yang baik.

Sementara studi HABRI mengatakan, orang yang memiliki kucing dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Hal tersebut terbukti dari hasil penelitian. Data menemukan orang yang tidak memeiliki kucing 40 persen memiliki risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Tidak hanya itu, diketahui orang dewasa di atas usia 50 yang tidak ada hewan peliharaan dikatakan memiliki tekanan darah yang cukup tinggi.

3. Proses Penuaan yang Lebih Sehat
Rupanya, memiliki hewan peliharaan tidak hanya menjaga kesehatan mental dan fisik, tetapi juga proses penuaan yang lebih sehat.

Berdasarkan penelitian, orang dewasa yang memiliki peliharaan dapat membantu mengurangi depresi dan kesepian. Selain itu, hewan peliharaan juga membantu pengobatan penyakit Alzheimer dan Demensia.

Berdasarkan penelitian, hewan peliharaan juga menjadi terapi pasien dan pekerja medis karena menghilangkan rasa stres. Pasien-pasien tersebut juga merespons lebih baik terhadap pengobatan dan melaporkan peningkatan kualitas hidup mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Persiapkan Mental Anak Agar Sunat Tidak Terkesan Menyeramkan

Cara Persiapkan Mental Anak Agar Sunat Tidak Terkesan Menyeramkan

Sulsel | Senin, 13 Juni 2022 | 16:53 WIB

Apa Itu Toxic, Bagaimana Tanda dan Cara Keluar dari Hubungan Beracun Ini?

Apa Itu Toxic, Bagaimana Tanda dan Cara Keluar dari Hubungan Beracun Ini?

Lifestyle | Senin, 13 Juni 2022 | 08:24 WIB

Pasutri Wajib Tahu: Tidur dengan Pasangan Punya Manfaat Besar, Termasuk pada Kesehatan Mental

Pasutri Wajib Tahu: Tidur dengan Pasangan Punya Manfaat Besar, Termasuk pada Kesehatan Mental

Health | Senin, 13 Juni 2022 | 08:17 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB