Makeup Mengandung Paraben Berbahaya Bagi Pasien Kanker?

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Senin, 20 Juni 2022 | 11:56 WIB
Makeup Mengandung Paraben Berbahaya Bagi Pasien Kanker?
Ilustrasi makeup. (Elements Envato)

Suara.com - Banyak kekhawatiran pasien kanker saat menggunakan produk sehari-hari. Salah satunya penggunaan makeup untuk pasien kanker disebut bisa membahayakan kondisinya.

Hal ini dibantah Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Larisa Paramitha, Sp.KK. Ia mengatakan bahwa paraben atau bahan pengawet yang ada dalam kosmetik selama jumlahnya tidak berlebihan tetap aman untuk pasien kanker.

"Sebenarnya untuk pasien kanker tidak menjadi masalah seperti halnya paraben atau hal hal yang ditakutkan tersebut. Sebenarnya jumlahnya sangat kecil, hal yang berefek pada kanker itu ketika jumlahnya sudah berkilo-kilogram ditumpahkan ke badan baru hal tersebut akan berdampak negatif," ujar dr. Larisa dalam acara diskusi CISC beberapa waktu lalu.

Sehingga untuk makeup umumnya hanya digunakan dan dipoles sedikit di bagian wajah, pipi atau lipstik yang mengandung jumlah paraben sangat kecil,  tidak mempengaruhi kondisi pasien kanker.

Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

Tapi ia meminta pasien kanker untuk mewaspadai kejadian alergi atau masalah kulit setelah kemoterapi atau radiasi. Sehingga disarankan melakukan ujicoba makeup lebih dulu sebelum pengobatan kemoterapi atau radiasi pasien kanker.

"Produk yang sudah pernah kita coba dan tidak menimbulkan efek apapun pada kulit seperti halnya alergi ataupun iritasi, karena sebenarnya boleh-boleh saja menggunakan produk yang sudah lama pernah kita pakai," ujar dr. Larisa.

Meski begitu ia membenarkan ungkapan jika terdiagnodis kanker tidak boleh menggunakan produk makeup yang mengandung bahan kimia. Tapi yang dimaksud adalah bahan kimia baru yang belum dikenal sebelumnya oleh tubuh.

"Yang sebelumnya tidak pernah kita coba dan kita tidak mengetahui isi kandungan produknya baik atau tidak untuk tubuh kita, hal itu yang tidak diperbolehkan. Tetapi jika itu merupakan bahan yang lazim digunakan, menurut saya itu masih dalam batas normal boleh dipakai," tutupnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspadai Kanker Ginjal yang Jarang Menunjukkan Gejala, Bagaimana Cara Mendeteksinya?

Waspadai Kanker Ginjal yang Jarang Menunjukkan Gejala, Bagaimana Cara Mendeteksinya?

Health | Senin, 20 Juni 2022 | 11:24 WIB

Perbedaan Kista, Tumor dan Kanker: Sama-Sama Membayakan Jadi Wajib Waspada!

Perbedaan Kista, Tumor dan Kanker: Sama-Sama Membayakan Jadi Wajib Waspada!

Health | Minggu, 19 Juni 2022 | 13:33 WIB

Sejauh Mana Program Vaksinasi Wajib Kanker Serviks akan Berhasil?

Sejauh Mana Program Vaksinasi Wajib Kanker Serviks akan Berhasil?

Health | Minggu, 19 Juni 2022 | 11:36 WIB

Terkini

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB