Waspada Saat Menggunakan Parasetamol, Berisiko Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 20 Juni 2022 | 20:45 WIB
Waspada Saat Menggunakan Parasetamol, Berisiko Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi
Ilustrasi obat (Foto oleh Pixabay dari Pexels)

Suara.com - Sebuah temuan meta analisis baru telah menemukan hubungan antara obat asetaminofen atau parasetamol dan kejadian tekanan darah pada mereka yang memiliki risiko penyakit jantung atau kardiovaskular.

Dalam studi baru yang terbit di European Journal of Preventive Cardiology ini, peneliti menemukan orang yang mengonsumsi asetaminofen memiliki tekanan darah elbih tinggi daripada yang lain.

Dilansir Times of India, studi ini melibatkan 172 peserta dengan usia rata-rata 59 tahun. Sebanyak 73 persen di antaranya laki-laki.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi asetaminofen selama 2 hingga 3 minggu mengalami peningkatan tekanan darah daripada kelompok plasebo.

Peningkatan terlihat pada tekanan darah sistolik. Namun tidak ada perubahan signifikan pada tekanan darah diastolik.

Ilustrasi obat-obatan (Unsplash/Roberto Sorin)
Ilustrasi obat-obatan (Unsplash/Roberto Sorin)

Dari temuan ini, peneliti memperingatkan kepada orang yang sudah mengidap tekanan darah tinggi atau memiliki risiko terkena penyakit jantung untuk berhati-hati saat mengonsumsi asetaminofen.

Mengingat beberapa orang yang memiliki risiko penyakit jantung bergantung pada asetaminofen sebagai alternatif yang lebih aman daripada aspirin atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen.

Asetaminofen atau parasetamol merupakan obat yang digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang serta demam.

Meski banyak digunakan, dokter dan ahli kesehatan selalu memperingatkan agar tidak menggunakannya secara berlebihan. Sebab, dosis tinggi parasetamol bisa beracun bagi hati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisa Memicu Tekanan Darah Tinggi, Ganti Sereal dengan Makanan yang Lebih Menyehatkan

Bisa Memicu Tekanan Darah Tinggi, Ganti Sereal dengan Makanan yang Lebih Menyehatkan

Health | Senin, 20 Juni 2022 | 18:00 WIB

Duduk Lama Meningkatkan Risiko Kematian Dini, Dampaknya Lebih Buruk di Negara Berpenghasilan Rendah

Duduk Lama Meningkatkan Risiko Kematian Dini, Dampaknya Lebih Buruk di Negara Berpenghasilan Rendah

Health | Minggu, 19 Juni 2022 | 21:17 WIB

Punya Kepribadian Ambius dan Cepat Marah? Waspada Risiko Sakit Jantung Meningkat!

Punya Kepribadian Ambius dan Cepat Marah? Waspada Risiko Sakit Jantung Meningkat!

Health | Minggu, 19 Juni 2022 | 18:05 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB