Beda Hepatitis Akut dan Hepatitis Biasa, Lebih Sulit Terdeteksi Tes?

Agatha Vidya Nariswari | Suara.com

Kamis, 23 Juni 2022 | 20:36 WIB
Beda Hepatitis Akut dan Hepatitis Biasa, Lebih Sulit Terdeteksi Tes?
Ilustrasi Hepatitis Akut (Pixabay)

Suara.com - Hepatitis akut telah menjadi perhatian tenaga medis tak hanya di Indonesia melainkan di penjuru dunia. Adapun hepatitis akut telah ditetapkan menjadi kejadian luar biasa (KLB) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak bulan April 2022 yang lalu.

Kini, dilaporkan beberapa suspek hepatitis akut tersebut di berbagai provinsi yang tersebar di penjuru pulau seantero Indonesia.

Meski disebut sebagai kasus hepatitis, penyakit hepatitis akut yang kini bermunculan berbeda dengan hepatitis biasa. Kenali beda hepatitis akut dan hepatitis biasa berikut.

Penyebab hepatitis akut berbeda dengan hepatitis biasa

Hingga kini, dunia medis belum menemukan penyebab pasti dari hepatitis misterius. Pasalnya, hepatitis akut sulit terdeteksi oleh tes lantaran tidak ditemukan adanya virus hepatitis saat sampel dari suspek pasien diberikan reagen yang umum untuk tes hepatitis biasa.

Melalui tes yang telah diselenggarakan, tidak ditemukan tipe hepatitis yang sudah ada sebelumnya, yakni tipe A, B, C, D, dan E. 

"Nah ini semuanya negatif," ungkap mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Profesor Tjandra Yoga Aditama.

Hepatitis akut ditemukan adanya adenovirus

Alih-alih sulit terdeteksi oleh tes dan tidak ditemukan tipe hepatitis yang diketahui, ditemukan kehadiran adenovirus dalam sampel kasus hepatitis akut misterius.

Menurut Tjandra Yoga Aditama, adenovirus ditemukan pada sebagian kasus hepatitis akut. Meski virus yang ditemukan bukan virus hepatitis, gejala yang muncul adalah gejala hepatitis.

Sehingga, adenovirus menjadi salah satu dugaan sementara penyebab kasus hepatitis misterius yang kini kerap bermunculan.

Perbedaan etiologi

Jika dikaji melalui aspek etiologi atau asal muasal terjangkitnya kedua hepatitis tersebut, maka akan tampak perbedaan yang kentara.

Hepatitis biasa umumnya berasal dari sanitasi lingkungan yang buruk sehingga menjadi perantara penularan hepatitis biasa. Sanitasi lingkungan yang buruk dapat menyebabkan hepatitis biasa melalui saluran pencernaan.

Sedangkan, belum diketahui secara pasti bagaimana pasien suspek hepatitis akut misterius tersebut bisa terjangkit penyakit tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Antisipasi Penyebaran, Dinkes Lhokseumawe Imbau Masyarakat Waspadai Hepatitis Akut

Antisipasi Penyebaran, Dinkes Lhokseumawe Imbau Masyarakat Waspadai Hepatitis Akut

Sumut | Selasa, 21 Juni 2022 | 21:24 WIB

Malaysia Healthcare Tawarkan Perawatan Hepatitis C yang Terjangkau dan Mudah Diakses

Malaysia Healthcare Tawarkan Perawatan Hepatitis C yang Terjangkau dan Mudah Diakses

Health | Senin, 20 Juni 2022 | 16:22 WIB

Alert! Kasus Hepatitis Misterius Naik Lagi, Total Tembus 250

Alert! Kasus Hepatitis Misterius Naik Lagi, Total Tembus 250

Health | Senin, 20 Juni 2022 | 11:55 WIB

Dokter Ungkap Fakta Baru: Perburukan Gejala Hepatitis Akut Berat Bisa Terjadi Lebih Cepat

Dokter Ungkap Fakta Baru: Perburukan Gejala Hepatitis Akut Berat Bisa Terjadi Lebih Cepat

Health | Kamis, 16 Juni 2022 | 20:52 WIB

38 Anak yang Terinfeksi Hepatitis Akut Misterius Butuh Transplantasi Hati

38 Anak yang Terinfeksi Hepatitis Akut Misterius Butuh Transplantasi Hati

Health | Kamis, 09 Juni 2022 | 10:38 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB