facebook

Simak 5 Hal yang Bisa Mendukung Lansia Tetap Bahagia

Risna Halidi
Simak 5 Hal yang Bisa Mendukung Lansia Tetap Bahagia
Ilustrasi lansia. (Unsplash.com/ Artem Labunsky)

Ingat, berinteraksi dengan keluarga merupakan salah satu kunci penting dalam meningkatkan kualitas hidup lansia.

Suara.com - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, jumlah lanjut usia atau lansia di Indonesia kini telah mencapai 29,3 juta jiwa atau 10,82 persen dari total penduduk Indonesia.

Pada tahun 2030, Indonesia bahkan diperkirakan akan mengalami lonjakan ageing population yang dapat berdampak pada kenaikan angka malnutrisi serta menurunkan kualitas hidup lansia (silver tsunami effect).

Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (PB Pergemi) Profesor Siti Setiati mengatakan, sebanyak 34,71 persen lansia tinggal bersama keluarga tiga generasi. Namun nilai ini menurun sebesar enam persen dari tahun sebelumnya.

Padahal, lanjut Siti, berinteraksi dengan keluarga merupakan salah satu kunci penting dalam meningkatkan kualitas hidup lansia.

Baca Juga: Geger, Lansia yang Ditemukan Meninggal Terbungkus Karung di Bawah Jembatan Rokan Sintang Ternyata Korban Pembunuhan

"Mereka memiliki kesempatan lebih merasakan keterlibatan sosial yang menghadirkan rasa bahagia. Kondisi ini dapat menurunkan risiko lansia merasa kesepian atau diabaikan," kata Profesor Siti Setiati, dalam acara Nestlé BOOST Optimum, Jumat (24/6/2022).

Dalam acara tersebut, dikenalkan pula Gerakan 4 Sehat 5 Bahagia yang dapat dilakukan keluarga dan lansia dalam mendukung kehidupan sehari-harinya. Apa saja? Berikut rangkumannya.

1. Selalu Penuhi Kebutuhan Gizi
Bukan hanya anak, kelompok lanjut usia atau lansia juga perlu memenuhi kebutuhan gizi harian termasuk protein. Protein adalah nutrisi dengan fungsi utama memperbaiki jaringan sel agar bisa bekerja dengan baik.

Protein dibagi menjadi dua yaitu protein hewani seperti susu, daging ayam, daging sapi, telur, ikan dan udang. Sementara protein nabati bisa ditemukan pada kacang-kacangan termasuk produk seperti tahu dan tempe.

2. Tetap Aktif
Penelitian membuktikan bahwa suplementasi gizi oral ditambah dengan latihan fisik dapat meningkatkan fungsi, status gizi dan kualitas hidup para lansia. Untuk itu, lansia sangat disarankan tetap aktif melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki.

Baca Juga: Eksekusi Bangunan Gang Tengah Semarang Diwarnai Dorong-Mendorong Antara Lansia Alumni THHK Dengan Petugas Pengadilan Negeri

3. Istirahat Cukup
Penting bagi keluarga yang memiliki lansia untuk memberikan kesempatan kepada mereka meluangkan waktu mendapat istirahat yang cukup dan berkualitas setiap hari.

4. Pola Makan sehat
Keluarga harus membantu lansia menjaga pola makan yang sehat, seperti memastikan menu makanan yang dikonsumsi sehari-hari mengandung serat pangan, vitamin dan mineral yang tepat.

5. Dukungan
Keluarga juga harus memberikan dukungan agar lansia tetap bahagia, salah satunya dengan menyemangati mereka dan menghidupkan kembali mimpi-mimpi mereka yang tertunda, termasuk mencoba aktivitas baru atau menekuni hobi secara rutin.

Komentar