facebook

Cuma Jualan Semangka, Kakek Ini Mendadak Dapat Ratusan Juta untuk Pengobatan Kanker Cucunya

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
Cuma Jualan Semangka, Kakek Ini Mendadak Dapat Ratusan Juta untuk Pengobatan Kanker Cucunya
Ilustrasi kakek dan cucu (Unsplash)

Sang kakek meninggalkan gerobaknya di sisi jalan serta memberi catatan yang menjelaskan situasinya

Suara.com - Seorang kakek bermarga Zhu asal Zhengzhou, provinsi Henan, China tengah, telah mengumpulkan sumbangan lebih dari 100.000 yuan Rp 222,4 juta dalam lima hari untuk pengobatan kanker cucunya yang berusia tiga tahun.

Kakek berumur 70 tahun ini meninggalkan pekerjaannya sebagai penjual semangka demi sang cucu. Biasanya, ia menghabiskan 8 jam sehari mengemudikan traktor di sekitar Zhengzhou sambil menjual semangka seharga 20 yuan atau sekitar Rp 44,5 ribu.

Setelah cucunya didiagnosis Neuroblastomas, sejenis kanker yang memengaruhi jaringan saraf, Zhu menyadari bahwa jualan semangka tidak akan membantu keluarga membayar biaya pengobatan yang ditaksir mencapai 600.000 yuan atau sekitar Rp 1,3 miliar.

Karena putranya bekerja dan menantunya merawat sang cucu, Zhu menyadari bahwa dia harus pulang ke kampung di Kaifeng Henan untuk mencoba mendapat uang tambahan dengan bertani.

Baca Juga: 52 Tahun Mengabdi Jadi Guru, Kakek Tua 75 Tahun Ini Tak Kunjung Jadi PNS

Semangka yang dijual sang kakek (Weibo)
Semangka yang dijual sang kakek (Weibo)

Dia pun meninggalkan gerobaknya di pinggir jalan serta memberi catatan yang menjelaskan situasinya. Zhu juga menyertakan kode QR di kios untuk pembayaran sehingga orang-orang tetap bisa membeli semangka walau dia tidak ada.

Tiga hari kemudian, keluarga itu terkejut melihat mereka telah menerima sumbangan sebesar 20.000 yuan atau sekitar Rp 44,5 juta dari orang asing yang baik hati.

Beberapa hari berikutnya, sekitar 3.000 orang asing memberikan sumbangan antara 50 yuan (Rp 741 ribu) hingga 2.000 yuan (Rp 29,7 juta) hingga akhirnya terkumpul sebanyak 100.000 yuan.

"Saya tidak akan pernah melupakan kebaikan dari semua orang asing, dan saya harus berusaha keras untuk menjual semangka terbaik untuk membalas niat baik," kata Zhu, dilansir South China Morning Post.

Kisah kebaikan dan kasih sayang ini tersebar di media sosial Tiongkok, banyak orang mengatakan bahwa dunia memiliki lebih banyak orang baik daripada yang terkadang kita sadari.

Baca Juga: Sudah Berumur 65 Tahun, Seorang Kakek dari Bengkalis Jadi Pengedar Narkotika: Polisi Sita 20.43 Gram Sabu

Komentar