Inilah Bunyi Alarm Terbaik untuk Membangunkan di Pagi Hari

Vania Rossa

Senin, 27 Juni 2022 | 06:39 WIB
Inilah Bunyi Alarm Terbaik untuk Membangunkan di Pagi Hari
Ilustrasi bunyi alarm untuk bangun pagi. [shutterstock]

Suara.com - Bunyi alarm jadi andalan banyak orang untuk membangunkan mereka di pagi hari. Tapi tahukah Anda, bunyi alarm seperti apa yang paling baik untuk membangunkan di pagi hari?

Pilihan Anda mengenai bunyi alarm yang dipilih sangatlah terkait dengan kondisi psikis Anda saat bangun tidur. Itu sebabnya, sangat penting untuk memilih bunyi alarm yang mampu membangunkan namun tidak membuat kaget.

Banyak orang memilih memasang alarm dengan bunyi yang keras, yang bahkan disetel berulang otomatis setiap lima menit sekali. Padahal, bunyi alarm dengan suara keras tidak selalu efektif membangunkan, lho.

Penelitian membuktikan bahwa alarm dengan suara pelan dan cenderung membuai pun ternyata bisa sama efektif dalam membangunkan seseorang, seperti halnya alarm bersuara keras.

Dikutip dari Hello Sehat, disarankan bunyi alarm untuk bangun tidur sebaiknya jangan yang terlalu keras dan bikin kaget. Dr. James Giordano, seorang dosen di Departemen Neurologi di Georgetown University Medical Centre, berpendapat bahwa bunyi alarm yang baik adalah yang memiliki suara yang tenang.

Maksudnya, bukan berarti bunyi alarm harus lembut dan mendayu-dayu, ya, tetapi lebih pada bunyi alarm tidak membuat Anda bangun dengan kaget sampai-sampai ingin membanting ponsel atau jam weker.

Suara alarm yang keras dan mengagetkan akan mengaktifkan sistem saraf simpatik di otak yang masih terlelap. Kondisi ini dibaca otak sebagai ancaman karena tubuh dipaksa bangun tidur sebelum waktunya, sehingga otak pun akan tergerak untuk memproduksi lebih banyak hormon stres kortisol dan adrenalin dari biasanya.

Akibatnya, Anda akan bangun dengan panik dan lebih stres. Tidak menutup kemungkinan juga Anda justru mengalami pusing atau sakit kepala setelah bangun tidur.

Bunyi alarm yang tenang sebenarnya lebih cocok untuk membangunkan seseorang di pagi hari. Demikian menurut dokter spesialis tidur sekaligus dosen di sekolah keperawatan Case Western Reserve University bernama Michael J. Decker, PhD.

baca juga

Decker beranggapan, bunyi alarm yang tenang akan memungkinkan otak terbangun secara bertahap, sehingga melepaskan hormon-hormon stres secara bertahap pula. Pada akhirnya, Anda pun akan bangun dengan mood yang lebih baik karena tubuh sudah lebih siap menerima efek-efek hormon stres tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Manfaat Bangun Pagi untuk Kesehatan Fisik dan Mental Anak

3 Manfaat Bangun Pagi untuk Kesehatan Fisik dan Mental Anak

Your Say | Kamis, 16 Juni 2022 | 15:44 WIB

Yuk, Simak! 5 Tips Mengatasi Rasa Malas agar Harimu Lebih Produktif dan Teratur

Yuk, Simak! 5 Tips Mengatasi Rasa Malas agar Harimu Lebih Produktif dan Teratur

Your Say | Jum'at, 10 Juni 2022 | 14:55 WIB

5 Kebiasaan di Malam Hari yang Bisa Membuatmu Bangun Pagi dengan Bahagia

5 Kebiasaan di Malam Hari yang Bisa Membuatmu Bangun Pagi dengan Bahagia

Your Say | Senin, 06 Juni 2022 | 13:52 WIB

Terkini

Debit Air Menyusut, Waduk Saradan Disulap Jadi Lahan Padi

Debit Air Menyusut, Waduk Saradan Disulap Jadi Lahan Padi

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 10:00 WIB

Memahami Bencana Karhutla di Kawi-Butak: Saat Eksotisme Alam Berubah Jadi Tantangan Berbahaya

Memahami Bencana Karhutla di Kawi-Butak: Saat Eksotisme Alam Berubah Jadi Tantangan Berbahaya

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 09:50 WIB

12 Kode Redeem FC Mobile 20 September 2026: Sikat Gems dan Pemain OVR Tinggi Jelang Anniversary

12 Kode Redeem FC Mobile 20 September 2026: Sikat Gems dan Pemain OVR Tinggi Jelang Anniversary

Tekno | Minggu, 20 September 2026 | 09:49 WIB

6 Cara Membersihkan Kipas Angin Tanpa Dibongkar, Praktis dan Mudah Dilakukan Sendiri

6 Cara Membersihkan Kipas Angin Tanpa Dibongkar, Praktis dan Mudah Dilakukan Sendiri

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 09:40 WIB

Eropa di Ambang Perang? Negara-negara NATO Siaga Satu Hadapi Ancaman Rusia

Eropa di Ambang Perang? Negara-negara NATO Siaga Satu Hadapi Ancaman Rusia

News | Minggu, 20 September 2026 | 09:11 WIB

Stop Oversharing! Ini 7 Hal dalam Hidup yang Sebaiknya Kamu Simpan Sendiri

Stop Oversharing! Ini 7 Hal dalam Hidup yang Sebaiknya Kamu Simpan Sendiri

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 09:10 WIB

16 Kode Redeem FF 20 September 2026: Klaim Skin dan Bundle Eksklusif Naruto Shippuden

16 Kode Redeem FF 20 September 2026: Klaim Skin dan Bundle Eksklusif Naruto Shippuden

Tekno | Minggu, 20 September 2026 | 09:04 WIB

Terjebak Karhutla, Induk dan Anak Orangutan Diselamatkan

Terjebak Karhutla, Induk dan Anak Orangutan Diselamatkan

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 09:00 WIB

Fesmed Selat Malaka 2026, Mengawal "Biaya Ekologis" di Tengah Gemerlap Investasi AI

Fesmed Selat Malaka 2026, Mengawal "Biaya Ekologis" di Tengah Gemerlap Investasi AI

Batam | Minggu, 20 September 2026 | 08:58 WIB

Penonton Yogyakarta Bergidik Ngeri Saksikan Memburu Pemangsa, Jump Scare Picu Suasana Tegang

Penonton Yogyakarta Bergidik Ngeri Saksikan Memburu Pemangsa, Jump Scare Picu Suasana Tegang

Jogja | Minggu, 20 September 2026 | 08:30 WIB

×