Demi BB Turun secara Instan, Kini Banyak Wanita Vietnam Alami Masalah Medis Serius, Ini Sebabnya

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Selasa, 28 Juni 2022 | 14:07 WIB
Demi BB Turun secara Instan, Kini Banyak Wanita Vietnam Alami Masalah Medis Serius, Ini Sebabnya
Ilustrasi suntik penghilang lemak (Shutterstock)

Suara.com - Vietnam sedang menghadapi peningkatan jumlah masalah medis serius akibat penggunaan  obatsuntik penghilang lemak yang dijual oleh ahli kecantikan di klinik kosmetik.

Padahal, penurunan berat badan dan pembakaran lemak tidak dapat dilakukan secara instan. Target ini membutuhkan banyak latihan fisik dan membatasi asupan kalori.

Namun, tidak semua orang memiliki kesabaran dan komitmen untuk melakukannya. Karenanya, banyak dari masyarakat Vietnam beralih ke obat ini yang dinilai dapat menurunkan berat badan secara instan.

Berdasarkan laporan Oddity Central, banyak wanita Vietnam menghabiskan uangnya untuk injeksi serum pelarut lemak. Tetapi pada akhirnya cara ini membahayakan hidup mereka dan menyebabkan bekas luka permanen.

Salah satu pemilik klinik kostemik mengklaim kepada salah satu pelanggan, NTL (29), bahwa pelarut lemak mereka diimpor dari Inggris dan bisa mengurangi kelebihan lemak di tubuhnya tanpa memengaruhi jaringan lain.

Ilustrasi suntik insulin. (Shutterstock)
Ilustrasi suntik penurun berat badan. (Shutterstock)

NTL membayar Rp 8,3 juta untuk setiap prosedur penyuntikan serum ke dalam lemak sub-dermal di pinggul dan perutnya. Nama obat atau dosisnya tidak diketahui.

Namun, setelah 10 hari prosedur, NTL mengaku mulai merasakan efek sampingnya.

Awalnya pinggul dan perut NTL membengkak, lalu ia mulai merasa sakit. Ketika memeriksakan dirinya ke rumah sakit, dokter mengatakan bahwa jaringan di sekitar area suntikan telah terinfeksi dan nekrosis (kematian dini sel dan jaringan sehat). Ia pun harus doperasi agar selamat.

NTL dirawat di rumah sakit selama 6 bulan dan telah menjalani puluhan operasi. Dampak buruk yang dialaminya adalah munculnya kantong nanah di kulit, abses besar, dan pendarahan.

Untungnya, dokter berhasil mengangkat jaringan yang mati dan menggunakan mesin sedot lemak untuk mengendalikan penyebaran obat penghancur lemak tersebut.

Walau selamat, tubuhnya masih memiliki bekas luka besar di perut dan pinggulnya.

Sayangnya, NTL bukanlah satu-satunya korban.

Kepala Departemen Luka Bakar dan Bedah Plastik Ngo Duc Hiep dari Rumah Sakit Cho Ray, Kota Ho Chi Minh, mengatakan bahwa bahan utama injeksi penghilanglemak tersebut adalah Phosphatidylcholine (PCC), yang dilarutkan dalam deterjen ionik Deoxycholate sodium.

Bila digunakan secara tepat, obat dapat menyelamatkan nyawa. Tetapi bila penggunaannya tidak tepat, justru akan berbahaya, dan zat ini tidak ada hubungannya dengan penurunan berat badan atau prosedur kosmetik apa pun.

"Obat ini hanya digunakan untuk mengobati emboli paru akibat lemak atau pasien yang menderita kelainan lipid darah," kata Hiep.

Beberapa perusahaan kosmetik telah memanfaatkan obat Lipostabil dan mengiklankan produk tersebut sebagai 'obat mujarab' untuk membantu mencairkan lemak tubuh.

Padahal, ketika disuntikkan ke dalam tubuh zat pelarut lemak akan sulit dikendalikan. Zat akan menyebar ke jaringan ikat, menyebabkan rasa sakit parah, nekrosis, dan dalam kondisi ekstrem, kematian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Diet 5:2, Gabungan 2 Diet yang Diklaim Ampuh Menghilangkan Lemak Perut

Mengenal Diet 5:2, Gabungan 2 Diet yang Diklaim Ampuh Menghilangkan Lemak Perut

Health | Minggu, 19 Juni 2022 | 20:27 WIB

Hati-hati Lemak Perut Bisa Jadi Faktor Pemicu Diabetes Tipe 2, Begini Cara Mengatasinya

Hati-hati Lemak Perut Bisa Jadi Faktor Pemicu Diabetes Tipe 2, Begini Cara Mengatasinya

Press Release | Sabtu, 18 Juni 2022 | 09:53 WIB

Bikin Kulit Wajah Cantik dan Sehat, Sulawesi Utara Ekspor Ribuan Ton Lemak Kakao ke Belanda

Bikin Kulit Wajah Cantik dan Sehat, Sulawesi Utara Ekspor Ribuan Ton Lemak Kakao ke Belanda

Sulsel | Rabu, 15 Juni 2022 | 14:30 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB