WHO Terima Laporan Kematian Pertama Pasien Cacar Monyet

Vania Rossa, Lilis Varwati

Rabu, 29 Juni 2022 | 08:41 WIB
WHO Terima Laporan Kematian Pertama Pasien Cacar Monyet
Ilustrasi Cacar Monyet (Pixabay.com/TheDigitalArtist)

Suara.com - Wabah cacar monyet 2022 telah menelan korban jiwa. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menerima laporan kematian pertama terjadi di Nigeria pada kuartal kedua 2022.

Dalam rilis terbaru pada Senin (27/6), WHO menuliskan, per 22 Juni 2022, telah ada lebih dari 3.400 kasus cacar monyet yang dikonfirmasi berdasarkan hasil tes di laboratorium dan satu kematian. Wabah itu kini telah menyebar hingga 50 negara dan wilayah.

Mayoritas kasus dilaporkan dari Wilayah Eropa dan kematian pertama dilaporkan di Nigeria. WHO menyebut kalau risiko paparan virus cacar monyet secara global dalam batas "sedang".

"Risiko keseluruhan dinilai 'sedang' di tingkat global mengingat ini adalah pertama kalinya kasus dan klaster dilaporkan secara bersamaan di lima Wilayah WHO," kata WHO dalam rilisnya, dikutip dari Fox.

Pada tingkat regional, risiko dianggap tinggi di Wilayah Eropa karena laporannya tentang wabah yang makin tersebar luas ke beberapa negara. Serta jumlah kasus klinis yang tidak biasa.

Di Wilayah WHO lainnya, risiko dianggap sedang dengan mempertimbangkan pola epidemiologi, kemungkinan risiko masuknya kasus, dan kapasitas untuk mendeteksi kasus juga menanggapi wabah.

Menurut WHO, kemunculan cacar monyet yang tidak terduga di seluruh dunia menunjukkan bahwa virus tersebut mungkin telah beredar tanpa diketahui. Sehingga, penularan antar manusia juga jadi tidak terdeteksi untuk jangka waktu tertentu.

Diperkirakan, jumlah kasus sebenarnya lebih banyak dari yang dilaporkan saat ini. Hal itu karena kurangnya pengenalan klinis awal dari infeksi yang sebelumnya hanya diketahui di beberapa negara dan terbatasnya peningkatan mekanisme pengawasan di banyak negara untuk penyakit yang sebelumnya tidak diketahui, kata WHO.

Meski demikian, WHO tidak menetapkan wabah cacar monyet sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat. Keputusan tersebut juga berdasarkan hasil pertemuan dengan Komite Darurat Peraturan Kesehatan Internasional pada 23 Juni 2022.

baca juga

Oleh sebab itu, WHO tidak merekomendasikan pembatasan lalu lintas internasional dilakukan sebagai upayabpencegahan cacar monyet.

Melainkan, menyarankan bahwa setiap orang yang dianggap sebagai kasus yang diduga atau dikonfirmasi cacar monyet untuk menghindari perjalanan yang tidak penting dan segera melapor ke profesional kesehatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fase Gejala Cacar Monyet dari Awal sampai Infeksius, Waspada Cepat Menular!

Fase Gejala Cacar Monyet dari Awal sampai Infeksius, Waspada Cepat Menular!

Health | Rabu, 29 Juni 2022 | 08:25 WIB

Waduh, CDC Ungkap Gejala Tidak Biasa dan Aneh Cacar Monyet Saat Ini, Apa Itu?

Waduh, CDC Ungkap Gejala Tidak Biasa dan Aneh Cacar Monyet Saat Ini, Apa Itu?

Health | Selasa, 28 Juni 2022 | 23:03 WIB

Cacar Monyet Bermutasi Lebih dari Perkiraan, Ini Temuan Peneliti

Cacar Monyet Bermutasi Lebih dari Perkiraan, Ini Temuan Peneliti

Health | Rabu, 29 Juni 2022 | 08:30 WIB

Terkini

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:15 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB