Pro Kontra Legalisasi Ganja Medis, Bagaimana Efektivitasnya Untuk Pengobatan?

Vania Rossa, Fajar Ramadhan

Sabtu, 02 Juli 2022 | 14:28 WIB
Pro Kontra Legalisasi Ganja Medis, Bagaimana Efektivitasnya Untuk Pengobatan?
[Sadzak Photography/shutterstock]

Suara.com - Viralnya aksi Santi Warastuti yang membawa poster bertuliskan 'Tolong Anakku Butuh Ganja Medis' di CFD, memicu perbincangan mengenai legalisasi ganja medis.

Aksi yang dilakukan Santi tersebut akhirnya membuat Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat turun tangan untuk mengajukan uji materi agar ganja bisa digunakan dalam kesehatan sekaligus pengembangan ilmu pengetahuan.

Staf Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat, Ma’ruf Bajammal, mengatakan pihaknya menggugat UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 6 ayat 1 huruf H, Pasal 8 ayat 1 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurut Ma’ruf, adanya peraturan tersebut justru tidak sejalan dengan tujuan undang-undang. Adanya UU tersebut justru membuat banyak orang termasuk Santi sulit mendapat pelayanan kesehatan.

“Golongan 1 yang terdapat ganja itu dilarang di layanan kesehatan, padahal sebagaimana UUD 1945 masyarakat mendapat hak atas layanan kesehatan. Ketentuan itu tidak sejalan gitu, ibu ini jadi enggak bisa pelayanan kesehatan narkotika termasuk ganja. Makannya kita mengajukan itu,” ucap Ma’ruf dalam Obrolan Malam Suara.com (ORMAS), Jumat (01/06/2022).

Ganja dalam penggunaan kesehatan

Sementara itu, penggunaan ganja dalam kesehatan ini sendiri juga sudah dilegalkan di beberapa negara di dunia.

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional & Jamu Indonesia, Dr. dr. Inggrid Tania, M. Si mengatakan, efektivitas penggunaan ganja sendiri dalam dunia medis masih kurang. Namun, menurutnya dengan adanya legalisasi ganja dapat memberikan peluang kepada orang yang mengalami sakit tersebut.

Selain itu, sejauh ini ganja sendiri sangat membantu orang-orang yang mengalami epilepsi. Inggrid mengungkapkan, ganja sendiri juga bisa membantu menghilangkan berbagai kondisi seperti nyeri, mual akibat kemoterapi, dan lain-lain.

baca juga

“Efektivitas ganja di luar negeri pun yang sudah legalisasi masih kurang sebetulnya, sejauh ini cuma dari testimoni aja. Kebanyakan pada epilepsi hasilnya cukup baik. Kalo penyakit lain, ganja mampu menghilangkan nyeri dan mual muntah karena kemoterapi,” ucap Inggrid.

Untuk kasus yang dialami ibu Santi yang anaknya mengalami celebral palsy, menurut Inggrid, kasus tersebut ganja memiliki kemungkinan dapat mengobatinya. Apalagi celebral palsy sendiri disebabkan adanya gangguan pada otak penderita.

Inggrid mengungkapkan, meskipun seandainya ganja dilegalkan, hal tersebut juga membutuhkan waktu lama. Apalagi ganja yang ada di Indonesia memiliki kandungan tetrahydrocannabinol (THC) yang tinggi dan cannabidiol (CBD) yang rendah.

Untuk itu, menurutnya, dibutuhkan penelitian yang cukup lama agar ganja di Indonesia dapat berguna penggunaannya untuk kesehatan.

“Dari hasil kajian BNN, ganja di Indonesi kandungan THC nya tinggi kandungan CBD rendah. Namun ada cara gitu, tapi harus melalui penelitian yang panjang, misalnya membuat rekayasa sehingga THC nya minim CBD nya di tingkatkan,” ucapnya.

Tidak hanya itu Inggrid juga mengatakan, saat ini situasinya cukup sulit karena mau menanamnya saja bermasalah, jadi tidak bisa dilakukan penelitian.

Kalaupun Indonesia melegalkan ganja dalam pengobatan medis, menurutnya dapat melakukan import dari luar negeri sambil menunggu hasil penelitian ganja lebih lanjut.

“Sejauh ini belum ada penelitian gitu pada manusia karena nanamnya saja tidak boleh. Tapi kalau legal juga butuh waktu lama. Alternatif lain bisa import sementara sambil menunggu proses penelitian sehingga hasilnya bisa dipakai layanan kesehatan,” kata Inggrid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ganja Medis Bisa Jadi Alternatif Obat, Pakar: Tapi Bukan Pilihan Utama

Ganja Medis Bisa Jadi Alternatif Obat, Pakar: Tapi Bukan Pilihan Utama

Surakarta | Sabtu, 02 Juli 2022 | 13:56 WIB

INFOGRAFIS: Mengenal Ganja Medis untuk Pengeboatan

INFOGRAFIS: Mengenal Ganja Medis untuk Pengeboatan

Infografis | Sabtu, 02 Juli 2022 | 14:00 WIB

Antisipasi Ladang Ganja, Polres Cianjur dan Perhutani Bentuk Tim Gabungan

Antisipasi Ladang Ganja, Polres Cianjur dan Perhutani Bentuk Tim Gabungan

Jabar | Sabtu, 02 Juli 2022 | 04:00 WIB

Ganja Medis Bisa Jadi Alternatif Obat, Namun Bukan Pilihan Utama

Ganja Medis Bisa Jadi Alternatif Obat, Namun Bukan Pilihan Utama

Jawa Tengah | Jum'at, 01 Juli 2022 | 22:58 WIB

Polri Pastikan Dukung Kebijakan Pemerintah Jika Ganja Medis Dilegalkan

Polri Pastikan Dukung Kebijakan Pemerintah Jika Ganja Medis Dilegalkan

News | Jum'at, 01 Juli 2022 | 19:37 WIB

Guru Besar Farmasi UGK, Ganja Medis Bisa Jadi Alternatif Obat Tapi Bukan Pilihan Utama

Guru Besar Farmasi UGK, Ganja Medis Bisa Jadi Alternatif Obat Tapi Bukan Pilihan Utama

Malang | Jum'at, 01 Juli 2022 | 18:56 WIB

Perhutani Sebut Ladang Ganja di Gunung Karuhun Masuk Wilayahnya, Akui Kesulitan untuk Mengawasi

Perhutani Sebut Ladang Ganja di Gunung Karuhun Masuk Wilayahnya, Akui Kesulitan untuk Mengawasi

Bogor | Jum'at, 01 Juli 2022 | 12:55 WIB

Terkini

Wajah Calm dan Bersih: 4 Acne Clear Pad Atasi Pori Tersumbat dan Kemerahan

Wajah Calm dan Bersih: 4 Acne Clear Pad Atasi Pori Tersumbat dan Kemerahan

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:20 WIB

7 Arti Mimpi Orang yang Disukai Menurut Islam dan Psikologi

7 Arti Mimpi Orang yang Disukai Menurut Islam dan Psikologi

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:15 WIB

HUT ke-500 Kabupaten Serang, Yanti Mustati Soroti Keberpihakan Pendidikan dan Rakyat

HUT ke-500 Kabupaten Serang, Yanti Mustati Soroti Keberpihakan Pendidikan dan Rakyat

Banten | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:10 WIB

Legal Counsel Pertamina Raih Apresiasi Hukumonline di IHCSA 2026

Legal Counsel Pertamina Raih Apresiasi Hukumonline di IHCSA 2026

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:04 WIB

Niat Main Futsal Berujung Maut, Polisi Buru Rombongan Pelajar Pembawa Sajam di Tangsel

Niat Main Futsal Berujung Maut, Polisi Buru Rombongan Pelajar Pembawa Sajam di Tangsel

Banten | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:03 WIB

Sebelum Lupa, Sebelum Tiada

Sebelum Lupa, Sebelum Tiada

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Geger Ekstasi Logo WhatsApp di Surabaya, Kurir Diupah Rp5 Ribu per Butir

Geger Ekstasi Logo WhatsApp di Surabaya, Kurir Diupah Rp5 Ribu per Butir

Jatim | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:53 WIB

Duel Senjata Tajam di Sukabumi, Dua Pria Luka Berat

Duel Senjata Tajam di Sukabumi, Dua Pria Luka Berat

Jabar | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:52 WIB

Jangan Anggap Remeh Trailer Kusuriya Season 3, Semua Adegan Punya Petunjuk

Jangan Anggap Remeh Trailer Kusuriya Season 3, Semua Adegan Punya Petunjuk

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Jelang Tanding di Si Jalak Harupat, Polresta Bandung Minta Bobotoh Jaga Nama Baik Persib

Jelang Tanding di Si Jalak Harupat, Polresta Bandung Minta Bobotoh Jaga Nama Baik Persib

Jabar | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:41 WIB

×