facebook

Mencabut atau Waxing Bulu Hidung Bikin Infeksi, Komplikasinya Bisa Mengenai Otak

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
Mencabut atau Waxing Bulu Hidung Bikin Infeksi, Komplikasinya Bisa Mengenai Otak
Ilustrasi mencabut bulu hidung. (Shutterstock)

Dalam kebanyakan kasus, waxing atau mencabut bulu hidung tidak dianjurkan.

Suara.com - Bulu lubang hidung bisa mengganggu. Namun, rambut ini memiliki fungsi penting, yakni menjaga kotoran tidak masuk ke tubuh melalui hidung.

Menghilangkan bulu hidung, baik dengan cara waxing atau mencabut, dapat menyebabkan infeksi atau penyakit fisik lainnya.

Dalam kebanyakan kasus, waxing atau mencabut bulu hidung tidak dianjurkan. Mencabut bulu hidung dapat menyebabkannya tumbuh ke dalam dan infeksi.

Krim penghilang rambut juga tidak boleh dipakai di rongga hidung. Sebab, krim tersebut sangat kuat dan orang yang melakukannya berisiko menghirup racun serta mendapat luka bakar di dalam hidung.

Baca Juga: Jangan Kebiasaan Mencabut Bulu Hidung, Dokter Ungkap Risikonya!

Lebih dari itu, seorang dokter yang bertugas di NHS (Layanan Kesehatan Inggris) Karan Raj, memeringatkan pentingnya tidak mencabut bulu hidung.

Ilustrasi mencukur bulu hidung (Shutterstock)

"Anda memiliki dua jenis bulu hidung. Anda memiliki silia mikroskopis, ini menyaring lendir dan mengirimkannya ke bagian belakang tenggorokan," jelas Raj, dilansir The Sun.

Ia melanjutkan, "Dan vibrissae, yang besar-besar, yang menganggu penampilan. Ini mencegah partikel besar masuk ke bagian belakang hidung."

Bila bulu besar itu dicabut, kuman di sekitar folikel bisa masuk dan menyebabkan infeksi. Padahal, pembuluh darah di hidung juga menyambung ke otak.

"Vena yang sama yang membawa darah keluar dari hidung bertemu dengan vena yang membawa darah keluar dari otak. Jika kuman berakhir di otak, bisa menyebabkan radang otak, terkadang abses otak," lanjutnya.

Baca Juga: Perawatan Paling Tepat untuk Bulu Hidung Memanjang

Abses otak merupakan pembengkakan berisi nanah di otak yang biasanya terjadi ketika bakteri atau jamur memasuki jaringan otak setelah infeksi atau cedera kepala parah.

Memang risiko menyebabkan abses otak sangat rendah. Walau begitu, kondisi ini dapat mengancam jiwa dan harus didiagnosis serta diobati sesegera mungkin.

Komentar