facebook

PPKM Jakarta Naik Level 2, Mantan Bos WHO Ungkap Pentingnya Booster Untuk Masuk Mal dan Kantor

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi
PPKM Jakarta Naik Level 2, Mantan Bos WHO Ungkap Pentingnya Booster Untuk Masuk Mal dan Kantor
Pemanfaatan aplikasi Peduli Lindung salah satu upaya pencegahan dini penyebaran COVID-19 di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. (Foto: ANTARA/Nirkomala)

Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Tjandra Yoga Aditama, vaksin booster bisa memberikan perlindungan optimal.

Suara.com - Kasus Covid-19 di Indonesia kembali melonjak drastis. Bahkan, kini DKI Jakarta sudah berstatus PPKM Level 2, karena kasus melonjak.

Pemerintah sendiri berencana untuk kembali memperketat protokol kesehatan. Salah satunya mewajibkan vaksin booster saat pergi ke keramaian. Menanggapi hal itu pakar kesehatan juga ikut angkat suara menjelaskan pentingnya boster. 

Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Tjandra Yoga Aditama, vaksin booster bisa memberikan perlindungan optimal.

"Karena kasus meningkat maka booster memang diperlukan untuk perlindungan optimal," ujar Prof. Tjandra kepada suara.com, Rabu (6/7/2022).

Baca Juga: Ngeri! Kasus Covid-19 di Makau Tembus 900, Lebih dari 13.000 Orang Dikarantina

Perlu diketahui pada 5 Juli 2022, infeksi baru Covid-19 melonjak hingga 2.577 kasus. Padahal akhir pekan lalu, infeksi masih di bawah 2.000 kasus.

Ilustrasi virus corona. [Antara]
Ilustrasi virus corona. [Antara]

Menurut mantan Direktur WHO Asia Tenggara itu, selain kenaikan kasus, ada 2 hal lain yang jadi alasan vaksin penguat tetap diperlukan. Salah satunya imunitas atau antibodi dari vaksin dosis 1 dan dosis 2 (vaksin primer) bisa menurun.

"Karena imunitas akibat vaksin akan turun dalam beberapa bulan," jelas Prof. Tjandra.

Alasan kedua yakni persebaran varian Omicron BA.4 dan BA.5 yang sudah masuk dan menyebar ke Indonesia, jadi salah satu faktor terbesar meningkatkan kasus baru di masyarakat, bahkan meski orang tersebut sudah terinfeksi varian sebelumnya sekalipun.

"BA.4 dan BA.5 ini memang lebih mampu menghindar dari imunitas, jadi kalau di booster jauh lebih baik," terangnya.

Baca Juga: Update COVID-19 Jakarta 5 Juli: Positif 1.276, Sembuh 892, Meninggal 2

Sayangnya, mantan Dirjen P2P Kementerian Kesehatan itu tidak begitu mengetahui efektivitas aturan masuk mal wajib vaksin booster, dan tempat umum lainnya bisa meningkatkan cakupan vaksinasi booster di Indonesia yang masih rendah.

Komentar