PPKM Jakarta Naik Level 2, Mantan Bos WHO Ungkap Pentingnya Booster Untuk Masuk Mal dan Kantor

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Rabu, 06 Juli 2022 | 11:00 WIB
PPKM Jakarta Naik Level 2, Mantan Bos WHO Ungkap Pentingnya Booster Untuk Masuk Mal dan Kantor
Pemanfaatan aplikasi Peduli Lindung salah satu upaya pencegahan dini penyebaran COVID-19 di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. (Foto: ANTARA/Nirkomala)

Suara.com - Kasus Covid-19 di Indonesia kembali melonjak drastis. Bahkan, kini DKI Jakarta sudah berstatus PPKM Level 2, karena kasus melonjak.

Pemerintah sendiri berencana untuk kembali memperketat protokol kesehatan. Salah satunya mewajibkan vaksin booster saat pergi ke keramaian. Menanggapi hal itu pakar kesehatan juga ikut angkat suara menjelaskan pentingnya boster. 

Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Tjandra Yoga Aditama, vaksin booster bisa memberikan perlindungan optimal.

"Karena kasus meningkat maka booster memang diperlukan untuk perlindungan optimal," ujar Prof. Tjandra kepada suara.com, Rabu (6/7/2022).

Perlu diketahui pada 5 Juli 2022, infeksi baru Covid-19 melonjak hingga 2.577 kasus. Padahal akhir pekan lalu, infeksi masih di bawah 2.000 kasus.

Ilustrasi virus corona. [Antara]
Ilustrasi virus corona. [Antara]

Menurut mantan Direktur WHO Asia Tenggara itu, selain kenaikan kasus, ada 2 hal lain yang jadi alasan vaksin penguat tetap diperlukan. Salah satunya imunitas atau antibodi dari vaksin dosis 1 dan dosis 2 (vaksin primer) bisa menurun.

"Karena imunitas akibat vaksin akan turun dalam beberapa bulan," jelas Prof. Tjandra.

Alasan kedua yakni persebaran varian Omicron BA.4 dan BA.5 yang sudah masuk dan menyebar ke Indonesia, jadi salah satu faktor terbesar meningkatkan kasus baru di masyarakat, bahkan meski orang tersebut sudah terinfeksi varian sebelumnya sekalipun.

"BA.4 dan BA.5 ini memang lebih mampu menghindar dari imunitas, jadi kalau di booster jauh lebih baik," terangnya.

Sayangnya, mantan Dirjen P2P Kementerian Kesehatan itu tidak begitu mengetahui efektivitas aturan masuk mal wajib vaksin booster, dan tempat umum lainnya bisa meningkatkan cakupan vaksinasi booster di Indonesia yang masih rendah.

"Data Kementerian Kesehatan per 5 Juli 2022 juga menunjukkan bahwa cakupan vaksinasi dosis ke 3 (booster) barulah 24,58 persen. Jadi 75 persen rakyat kita belum mendapat vaksinasi booster yang memang sangat diperlukan," tutup Prof. Tjandra.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serba-Serbi Vaksin Booster Jadi Syarat Perjalanan, Berlaku 2 Minggu Lagi

Serba-Serbi Vaksin Booster Jadi Syarat Perjalanan, Berlaku 2 Minggu Lagi

News | Rabu, 06 Juli 2022 | 08:54 WIB

Update Covid-19 Global: Hong Kong Akan Kurangi Waktu Karantina Bagi Turis Asing

Update Covid-19 Global: Hong Kong Akan Kurangi Waktu Karantina Bagi Turis Asing

Health | Rabu, 06 Juli 2022 | 08:45 WIB

Kasus COVID-19 China Terus Turun, Tidak Ada Korban Meninggal

Kasus COVID-19 China Terus Turun, Tidak Ada Korban Meninggal

Health | Rabu, 06 Juli 2022 | 02:00 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB