Pentingnya Deteksi Dini, Pakar Ungkap Proses Munculnya Penyakit Kardiovaskular dalam Tubuh

Risna Halidi Suara.Com
Senin, 11 Juli 2022 | 23:24 WIB
Pentingnya Deteksi Dini, Pakar Ungkap Proses Munculnya Penyakit Kardiovaskular dalam Tubuh
Ilustrasi serangan jantung. [Envato]

Suara.com - Penyakit kardiovaskular atau PKV merupakan penyebab kematian utama di seluruh dunia, yang umumnya di negara berpenghasilan rendah dan menengah termasuk Indonesia.

Dalam beberapa tahun ke depan, diprediksi akan terjadi kematian akibat PKV sebanyak 23 juta per tahun pada tahun 2030, yang membuat PKV menjadi penyebab kematian utama.

Bahkan saat ini saja, terdapat sekitar 17 juta kematian per tahun akibat PKV, yang merupakan 31 persen dari seluruh total kematian di dunia.

Dikatakan oleh Profesor Sukman Tulus, pada umumnya, manifestasi klinis PKV terjadi pada usia dewasa dan lanjut sebelum umur 6o tahun.

Namun proses pathogenesis aterosklerosis yang menyebabkan penyakit kardiovaskular telah terjadi sejak usia dini terutama pada masa anak dan masa remaja.

Lebih lanjut, ia menyebut bagaimana faktor risiko kardiovaskular dikelompokkan dalam tiga kelompok yakni: faktor risiko yang dapat diubah atau disebut juga sebagai faktor risiko tradisional, faktor risiko intrinsik, dan faktor risiko yang baru muncul.

Faktor risiko tradisional di antaranya hiperlipidemia, obesitas, inaktivitas atau gaya hidup sedentary, diabetes mellitus, merokok dan hipertensi.

Sementara itu, faktor risiko intrinsik meliputi genetik, lingkungan dan suscestibility; serta faktor risiko yang baru muncul (emerging risk factors) meliputi inflamasi/infeksi sistemik, sitokine, CRP dan homosistein.

Nantinya, faktor risiko yang ada akan menyebabkan disfungsi endotel vaskular, peningkatan respons inflamasi endotel serta hyperplasia intima, yang pada akhirnya membentuk lesi aterosklerotik yang dapat menyebabkan penyakit jantung koroner.

Baca Juga: Dokter Ungkap Faktor Risiko Penyakit Kardiovaskular Saat Usia Remaja Tinggi, Kok Bisa?

Proses tersebut, kata Profesor Sukman, terjadi perlahan namun pasti dalam beberapa dekade kehidupan. Untuk itu ia sangat mengimbau deteksi dini penyakit kardiovaskular bahkan sejak usia anak dan remaja.

“Deteksi faktor risiko kardiovaskular melalui uji tapis pada usia anak dan remaja dan strategi untuk melakukan intervensi merupakan kunci utama dalam menurunkan angka kejadian PKV di usia dewasa dan lanjut," kata Profesor Sukman, dikutip dari siaran pers, Senin (11/7/2022).

Ia menyebut, angka kematian akibat PKV di Indonesia masih tinggi, yang mungkin terjadi akibat minimnya kesadaran untuk mendeteksi dan mengintervensi faktor risiko kardiovaskular sejak usia dini dan remaja pada sekitar 90 juta anak Indonesia.

"Diperlukan strategi dan langkah yang kongkrit dengan melibatkan semua sektor terkait dari sektor kesehatan, pendidikan, organisasi profesi dan masyarakat itu sendiri,” kata Profesor Sukman yang juga ketua Purna Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI