Bagaimana Dampak Cuaca Panas terhadap Tubuh Manusia?

Siswanto, BBC

Sabtu, 16 Juli 2022 | 18:46 WIB
Bagaimana Dampak Cuaca Panas terhadap Tubuh Manusia?
BBC

Suara.com - Cuaca panas yang tidak biasa, kurangnya ventilasi, kondisi sempit, hingga olahraga berat menjadi faktor yang berkontribusi meningkatkan suhu tubuh. Apabila dibiarkan, hal itu dapat berisiko serius bagi kesehatan kita.

Kelelahan akibat panas terjadi ketika tubuh Anda berada dalam suhu yang tinggi, yang sering kali terjadi saat aktivitas fisik di lingkungan yang panas.

Apabila suhu tubuh melebihi 40 derajat Celcius, tubuh akan kehilangan kemampuan untuk mendinginkan diri, sehingga akan mengalami serangan panas yang dapat berakibat fatal.

Ini lah yang perlu diketahui mengenai bahaya kenaikan suhu tubuh bagi kesehatan kita.

Baca juga:

Bagaimana pengaruh panas ekstrem terhadap tubuh kita?

Ketika suhu tubuh semakin panas, pembuluh darah pun akan terbuka. Ini menyebabkan tekanan darah menjadi lebih rendah dan jantung bekerja lebih keras untuk mendorong darah ke seluruh tubuh.

Situasi itu memunculkan gejala ringan seperti ruam panas yang gatal atau pembengkakan kaki akibat pembuluh darah yang bocor.

Tubuh bereaksi terhadap kenaikan suhu dengan cara meningkatkan aliran darah ke kulit, yang membawa panas dari dalam tubuh ke permukaan. Ini akan menghasilkan keringat yang kemudian menguap dan dapat mendinginkan tubuh.

Tetapi berkeringat menyebabkan cairan tubuh dan garam menghilang. Selain itu yang terpenting, keseimbangan kedua hal itu di dalam tubuh pun berubah.

Situasi itu, dikombinasikan dengan penurunan tekanan darah, dapat menyebabkan kelelahan tubuh akibat panas.

Gejalanya meliputi pusing, mual, pingsan, kebingungan, kram otot, sakit kepala, banyak berkeringat, dan kelelahan.

Apabila tekanan darah menurun terlampau jauh, risiko serangan jantung pun meningkat.

Mengapa tubuh kita bereaksi seperti itu?

Tubuh kita berupaya menjaga suhu intinya sekitar 37,5 derajat Celcius, baik ketika berada di badai salju maupun di tengah gelombang panas.

Ini adalah suhu yang ideal bagi tubuh untuk bisa berfungsi dengan baik.

Tetapi saat cuaca semakin panas, tubuh pun harus bekerja ekstra keras untuk menjaga suhu intinya tetap rendah.

Kondisi itu akan membuka lebih banyak pembuluh darah di dekat kulit agar tubuh bisa melepaskan panas keluar, sehingga kita mulai berkeringat.

Ketika keringat menguap, proses itu akan menghilangkan rasa panas secara dramatis pada kulit.

Sengatan panas

Jika suhu tubuh memanas hingga 39-40 derajat Celcius, otak akan memberi tahu otot-otot untuk melambat sehingga rasa lelah mulai muncul.

Pada suhu 40-41 derajat Celcius, kelelahan akibat panas kemungkinan terjadi, dan pada suhu di atas 41 derajat Celcius, tubuh mulai mati.

Proses-proses kimia di dalam tubuh mulai akan terpengaruh oleh situasi ini, sehingga sel-sel memburuk dan berisiko memicu kegagalan organ ganda.

Tubuh bahkan tidak lagi bisa berkeringat karena pada titik ini aliran darah ke kulit berhenti, membuatnya terasa dingin dan lembab.

Sengatan panas (heatstroke), yang dapat terjadi pada suhu di atas 40 derajat Celcius, memerlukan bantuan medis profesional dan apabila tidak segera ditangani, kemungkinan untuk bertahan hidup pun tipis.

Metode terbaik untuk menangani orang yang mengalami heatstroke adalah dengan merendam di dalam air es atau mengompres dengan es pada bagian selangkangan dan ketiak, tempat arteri penting. Tetapi penanganan itu akan bergantung pada berapa lama tubuh berada pada suhu tinggi.

George Havenith, professor fisiologia lingkungan dan ergonomia dari Universitas Loughborough, mengatakan bahwa kelembaban udara sangat mempengaruhi seberapa banyak kita bisa berkeringat.

Jika kelembaban udara tinggi, kemampuan untuk berkeringat terganggu sehingga membuat tubuh terasa tidak enak.

Tetapi jika panas terjadi dalam kondisi kering, keringat bisa membantu menurunkan suhu tubuh.

"Kita bisa menguapkan banyak kelembaban dari kulit kita, tetapi kita juga harus memproduksinya," kata Prof Havenith.

"Ini berarti berkeringat yang banyak dengan cepat, tapi kemampuan orang menghasilkan keringat juga terbatas."

Sebagai contoh, seseorang yang berlari dengan kecepatan sekitar 15 kilometer per jam pada suhu 37 derajat Celcius perlu menghasilkan empat liter keringat per jam.

Baca juga:

Apakah panas dapat membunuh?

Suhu tinggi dapat menyebabkan kematian. Sebagian besar akibat serangan jantung dan stroke ketika tubuh berusaha menjaga suhunya tetap stabil.

Risiko kematian yang lebih tinggi dapat terjadi setelah termometer melampaui suhu 25-26 derajat Celcius.

Namun, bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa kematian cenderung disebabkan oleh suhu yang lebih tinggi pada musim semi atau awal musim panas dibandingkan saat "puncak musim panas". 24 jam pertama terjadinya gelombang panas biasanya lebih berbahaya.

Itu bisa jadi karena kita mulai mengubah perilaku kita sehari-hari saat musim panas berlangsung, sehingga tubuh kita lebih terbiasa menghadapi panas.

Siapa yang paling rentan?

Usia tua dengan beberapa kondisi seperti sakit jantung bisa menurunkan kemampuan tubuh seseorang mengatasi ketegangan akibat panas.

Diabetes membuat tubuh kehilangan air lebih cepat dan beberapa komplikasi penyakit bisa mengganggu pembuluh darah serta kemampuan tubuh menghasilkan keringat.

Anak-anak serta orang-orang yang kurang bergerak mungkin juga lebih rentan.

Penyakit otak seperti demensia pun bisa membuat orang yang mengidapnya tidak menyadari suhu panas sehingga mereka tidak berbuat apa-apa.

Orang yang tuna wisma juga akan lebih sering terpapar sinar matahari. Mereka yang tinggal di hunian vertikal di lantai yang tinggi juga akan menghadapi suhu yang lebih tinggi.

Apa yang harus dilakukan apabila melihat seseorang mengalami kelelahan atau sengatan panas?

  • Jika suhu tubuh mereka dapat mendingin dalam kurun setengah jam, maka kelelahan akibat panas biasanya tidak serius.
  • Bawa ke tempat yang sejuk.
  • Minta mereka berbaring dengan sedikit mengangkat kaki.
  • Minta mereka minum banyak air, bisa juga berupa minuman rehidrasi.
  • Dinginkan kulit mereka. Semprotkan atau gosok dengan air dingin dan kibaskan. Kompres dingin di sekitar ketiak atau leher juga bisa berdampak baik.
  • Namun jika kondisinya tidak membaik dalam waktu 30 menit, maka yang terjadi selanjutnya adalah sengatan panas.
  • Sengatan panas adalah kondisi darurat, sehingga Anda harus mencari bantuan medis.

Artikel ini diadaptasi dari tulisan karya James Gallagher

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harry Kane Sesumbar Cuaca Panas Amerika Bukan Masalah Bagi Timnas Inggris di Piala Dunia 2026

Harry Kane Sesumbar Cuaca Panas Amerika Bukan Masalah Bagi Timnas Inggris di Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 08 Juni 2026 | 09:28 WIB

Piala Dunia 2026 Bisa Jadi 'Neraka Dunia': Suhu Panas Bisa Tembus 43 Derajat

Piala Dunia 2026 Bisa Jadi 'Neraka Dunia': Suhu Panas Bisa Tembus 43 Derajat

Bola | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:49 WIB

6 Parfum Morris dengan Aroma Fresh, Murah Meriah Pas untuk Cuaca Panas

6 Parfum Morris dengan Aroma Fresh, Murah Meriah Pas untuk Cuaca Panas

Lifestyle | Minggu, 10 Mei 2026 | 14:10 WIB

Anti Gerah, 5 Pilihan Parfum Lokal Aroma 'Clean' yang Aman Dipakai di Cuaca Panas

Anti Gerah, 5 Pilihan Parfum Lokal Aroma 'Clean' yang Aman Dipakai di Cuaca Panas

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:44 WIB

5 Rekomendasi Sunscreen yang Tidak Luntur di Cuaca Panas

5 Rekomendasi Sunscreen yang Tidak Luntur di Cuaca Panas

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 10:56 WIB

5 Lip Balm SPF Tinggi yang Bagus untuk Lindungi Bibir saat Cuaca Panas

5 Lip Balm SPF Tinggi yang Bagus untuk Lindungi Bibir saat Cuaca Panas

Lifestyle | Minggu, 26 April 2026 | 20:10 WIB

7 Parfum Aroma Bunga yang Segar untuk Cuaca Panas, dari Produk Lokal sampai Branded

7 Parfum Aroma Bunga yang Segar untuk Cuaca Panas, dari Produk Lokal sampai Branded

Lifestyle | Sabtu, 25 April 2026 | 11:27 WIB

5 Rekomendasi Jaket Murah Bisa Dipakai Harian untuk Pemotor Cewek, Anti Gerah Sepanjang El Nino

5 Rekomendasi Jaket Murah Bisa Dipakai Harian untuk Pemotor Cewek, Anti Gerah Sepanjang El Nino

Otomotif | Kamis, 23 April 2026 | 17:14 WIB

4 Rekomendasi Parfum Pria untuk Cuaca Panas, Aromanya Tidak Menyengat

4 Rekomendasi Parfum Pria untuk Cuaca Panas, Aromanya Tidak Menyengat

Lifestyle | Rabu, 22 April 2026 | 09:37 WIB

5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas

5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas

Lifestyle | Selasa, 21 April 2026 | 10:31 WIB

Terkini

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:05 WIB

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Health | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:36 WIB

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:17 WIB

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:34 WIB