Jadi Lomba Lari dengan Jarak Terjauh, Begini Tahapan Latihan untuk Ikut Ultra Maraton

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 20 Juli 2022 | 17:38 WIB
Jadi Lomba Lari dengan Jarak Terjauh, Begini Tahapan Latihan untuk Ikut Ultra Maraton
Ilustrasi lomba lari ultra maraton. [Shutterstock/Michael Damkier]

Suara.com - Ultra maraton menjadi perlombaan lari dengan jarak terjauh. Minimal lomba ultra maraton berjarak 50 km dan maksimalnya bisa mencapai ratusan bahkan juga ribuan km. Wajar saja waktu tempuh maksimalnya pun mencapai puluhan jam hingga berhari-hari.

Untuk dapat menyelesaikan pertandingan tersebut, seorang pelari tentu butuh ketahanan tubuh yang prima. Ketahanan tubuh tersebut tentu tidak didapat secara instan, melainkan butuh program latihan serta pengalaman sebagai pelari.

Rata-rata orang yang mengikuti perlombaan ultra maraton, terutama yang mencapai jarak ratusan kilometer, telah berpengalaman sebagai pelari selama bertahun-tahun.

Pelari ultra maraton Sianti Chandra mengaku kalau ketahanan tubuh jadi kunci utama dalam menyelesaikan jarak ultra marathon.

"Ultra maraton bukan lomba lari yang mengandalkan kecepatan. Harus latihan training lama. Kalau anak baru mungkin berat karena endurance belum ada, karena ultra maraton paling susah di endurance," kata Sianti ditemui usai konferensi pers Run to Care bersama SOS di Jakarta, Rabu (20/7/2022).

Sianti sendiri mengaku butuh waktu satu tahun hingga bisa mencapai jarak ultra marathon, yakni pada 2019. Tertarik ikut perlombaan lari sejak pertengahan 2018, perempuan 33 tahun itu memang sudah target bisa mencapai jarak maraton.

Sehingga, cukup satu baginya untuk bisa naik kelas ke jarak ultra maraton dalam waktu satu tahun.

"Jarak maraton itu 42 kilometer, kalau ultra maraton di atas itu mulai dari 50 kilometer. Udah enggak kehitung (ikut lomba ultra maraton di bawah 100 km). Tapi kalau yang 100 kilo sih sampai sekarang kayanya belum ada sepuluh," cerita Sianti.

Dalam waktu dekat, ia akan terlibat dalam acara penggalangan donasi untuk anak-anak bersama yayasan SOS dengan lari ultra maraton sejauh 158 km, dari danau Toba hingga Medan.

Dalam lakukan persiapan ultra maraton, Sianti mengungkapkan kalau dirinya mengatur program latihan menempuh jarak 65-70 km dengan lari juga bersepeda dalam satu minggu.

Ia mengatakan bahwa dalam proses latihan ultra marathon memang tidak bisa hanya melakukan latihan lari, tapi juga harus didukung dengan olahraga lain seperti bersepeda dan berenang untuk memperkuat otot.

"Kalau latihan untuk maraton biasanya latihan 42 kilometer per minggu. Tapi untuk ultra maraton, saat ini aku lagi latihan 65 sampai 70 kilo per minggu," ujarnya.

Selama sepekan tersebut, Sianti biasanya olahraga ringan atau sama sekali tidak berolahraga hanya pada hari Senin. Kemudian Selasa, ia berlari 12 km dengan level easy run atau santai dan ditambah berenang.

Hari Rabu menjadi jadwal lari atau bersepeda sejauh 8-10 km dan ditambah dengan latihan otot. Kamis, berenang dan lari sejauh 5 km. Jumat kembali easy run sejauh 15 km. Sabtu, long ride. Dan Minggu menjadi waktu latihan untuk long run sejauh 25-30 km.

Saat pertama kali mengikuti ultra maraton dengan jarak di atas 100 km, Sianti mengungkapkan kalau dirinya fokus untuk memperkuat ketahanan tubuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mau Ikutan Lari Maraton? Catat, Ini Persiapan yang Harus Dilakukan!

Mau Ikutan Lari Maraton? Catat, Ini Persiapan yang Harus Dilakukan!

Health | Rabu, 13 Juli 2022 | 19:20 WIB

Festival Lomba Lari Banteng di Spanyol: 3 Pelari Ditanduk, 6 Pelari Dibawa ke RS

Festival Lomba Lari Banteng di Spanyol: 3 Pelari Ditanduk, 6 Pelari Dibawa ke RS

Video | Rabu, 13 Juli 2022 | 07:00 WIB

Pasangan Ini Dikritik karena Membiarkan Putranya Berusia 6 Tahun Ikut Lomba Maraton 42 Kilometer

Pasangan Ini Dikritik karena Membiarkan Putranya Berusia 6 Tahun Ikut Lomba Maraton 42 Kilometer

Health | Rabu, 11 Mei 2022 | 16:11 WIB

Terkini

Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Risiko Halusinasi Medis, Dokter Tetap Tak Tergantikan

Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Risiko Halusinasi Medis, Dokter Tetap Tak Tergantikan

Health | Senin, 27 April 2026 | 20:44 WIB

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB