facebook

Gejala Baru, Long Covid-19 Bisa Sebabkan Penurunan Gairah Seksual

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Gejala Baru, Long Covid-19 Bisa Sebabkan Penurunan Gairah Seksual
Ilustrasi berhubungan seks, bercinta, masalah seksual (Unsplash/We-Vibe WOW Tech)

Long Covid-19 juga bisa menyebabkan penurunan gairah seksual.

Suara.com - Banyak orang yang terinfeksi virus corona Covid-19 masih mengalami gejala berkepanjangan yang disebut Long Covid-19.

Gejala Long Covid-19 paling umum biasanya termasuk kehilangan penciuman dan sesak napas. Selain itu, kelelahan, ruam dan kabut otak juga termasuk gejalanya.

Tapi, ada gejala Long Covid-19 baru yang belum banyak diketahui. Menurut analisis dari 2,4 juta orang di seluruh Inggris, penurunan gairah seks, termasuk kesulitan ejakulasi, penurunan libido, halusinasi dan rambut rontok juga termasuk gejala Long Covid-19.

Berbagai gejala ini juga mencakup efek samping yang kurang dikenal seperti amnesia dan ketidakmampuan untuk melakukan gerakan yang sudah dikenal. Penelitian ini dipublikasikan di Nature Medicine.

Baca Juga: Apa Itu Operasi Rekonstruksi Payudara, Bisa Bikin Tampilan Dada Pasien Kanker Balik Normal

Data diambil antara Januari 2020 hingga April 2021. Tim dokter dan peneliti menemukan bahwa hampir 500.000 pasien dengan infeksi virus corona dan tidak dirawat di rumah sakit, mengalami 62 gejala selama 12 minggu atau lebih setelah infeksi.

Ilustrasi virus corona. (Pixabay/Engin_Akyurt)
Ilustrasi virus corona. (Pixabay/Engin_Akyurt)

Para peneliti juga menemukan bahwa gejala keseluruhan yang diidentifikasi mencakup beberapa sistem organ dan dapat dikelompokkan dalam salah satu dari tiga kategori, yakni gejala pernapasan seperti batuk dan sesak napas, masalah kesehatan mental dan masalah kognitif seperti kecemasan dan kabut otak, serta gejala yang lebih luas seperti nyeri dan kelelahan.

Para peneliti dilansir dari Times of India, juga telah mengidentifikasi kelompok dan perilaku yang menempatkan orang yang berisiko mengalami Long Covid-19.

Studi tersebut menemukan bahwa wanita, orang yang lebih muda, dan mereka yang berasal dari kulit hitam, campuran, atau kelompok etnis lain lebih rentan mengalami gejala Long Covid-19.

Orang-orang dari latar belakang yang lebih miskin, perokok dan orang-orang yang mengalami obesitas juga melaporkan gejala yang terus-menerus. 

Baca Juga: Temuan Peneliti, Makan Pisang yang Masih Hijau Bisa Turunkan Risiko Kanker

Para peneliti berbagi bahwa mereka yang memiliki masalah kesehatan seperti penyakit celiac, migrain, multiple sclerosis, fibromyalgia, kecemasan dan depresi juga berisiko lebih besar mengalami gejala Long Covid-19.

Komentar