Mengenal Sleep Paralysis atau Kelumpuhan Tidur, Penyebab Serta Cara Mengatasinya

Risna Halidi Suara.Com
Kamis, 04 Agustus 2022 | 05:45 WIB
Mengenal Sleep Paralysis atau Kelumpuhan Tidur, Penyebab Serta Cara Mengatasinya
Ilustrasi tidur. (Pixabay)

Suara.com - Sleep paralysis, meski hanya terjadi dalam hitungan menit, bisa sangat menakutkan. Sleep paralysis atau kelumpuhan tidur adalah kondisi di mana kita tidak bisa menggerakkan tubuh saat tidur.

Selain 'lumpuh', orang yang mengalami sleep paralysis juga bisa saja merasakan tekanan di dada, kesulitan bernapas dan mengalami halusinasi yang menakutkan.

Episode tersebut dapat berlangsung selama beberapa detik atau beberapa menit tetapi bisa sangat tidak nyaman bagi mereka yang mengalaminya.

"Terjaga namun tidak bergerak adalah suatu kondisi yang dikenal sebagai sleep paralysis. Ini sering muncul ketika seseorang berubah antara tahap bangun dan tidur," kata Dr Sahil Kohli, seorang Konsultan Senior-Neurology Max Hospital Gurugram.

Dikutip dari Hindustan Times, Kamis (4/8/2022), sleep paralysis dapat memengaruhi hingga empat dari setiap sepuluh orang, yang sering dimulai pada masa remaja dan mungkin meningkat pada dekade kedua dan ketiga kehidupan.

Berikut adalah faktor-faktor yang dapat berkontribusi pada sleep paralysis:

  • Kurang tidur
  • Jadwal tidur yang fluktuatif dan tidak teratur
  • Gangguan bipolar atau stres mental
  • Masalah tidur tambahan seperti narkolepsi atau kram kaki di malam hari
  • Mengkonsumsi obat-obatan tertentu
  • Penggunaan obat-obatan

Tanda dan gejala sleep paralysis
Ketidakmampuan untuk menggerakkan tubuh saat tertidur atau bangun adalah gejala utama sleep paralysis. Namun bisa juga juga memiliki gejala tambahan seperti:

  • Menjadi bisu sepanjang episode
  • Mengalami halusinasi dan sensasi
  • Mengalami tekanan dada
  • Mengalami masalah pernapasan
  • Otot berkeringat dan sakit

Pengobatan dan pencegahan
Meskipun tidak ada terapi khusus untuk kelumpuhan tidur, risikonya dapat dikurangi dengan mempraktikkan pola tidur yang baik, mengelola stres, dan menjaga jadwal tidur yang teratur.

Berikut adalah beberapa tips untuk meningkatkan kualitas tidur:

Baca Juga: Hindari Pakai Sarung Bantal dengan 5 Warna Ini, Tidur akan Lebih Nyenyak

  1. Tidur 6 sampai 8 jam setiap malam.
  2. Menjaga waktu tidur dan waktu bangun yang konsisten
  3. Membatasi paparan cahaya malam.
  4. Menerima cahaya matahari/sinar matahari yang cukup saat terjaga.
  5. Menghindari makan malam yang berat atau makan dalam waktu dua jam sebelum tidur.
  6. Menahan diri dari mengkonsumsi kopi atau alkohol di malam hari.
  7. Berolahraga setiap hari, tapi hindari sebelum tidur

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI