Pekan Menyusui Dunia: Ketua AIMI Bahas Peran Ayah dalam Suksesi Pemberian ASI

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Kamis, 04 Agustus 2022 | 21:30 WIB
Pekan Menyusui Dunia: Ketua AIMI Bahas Peran Ayah dalam Suksesi Pemberian ASI
Ilustrasi ASI perah. (Shutterstock)

Suara.com - Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), Nia Umar mengatakan Pekan Menyusui Dunia 2022 bukan hanya peringatan untuk ibu tapi juga para ayah.

Menurut Nia, ayah atau suami harus ikut terlibat mendukung kegiatan ibu menyusui dengan memberikan rasa aman dan nyaman, agar air susu ibu atau ASI yang keluar menjadi lancar.

Ada beragam cara yang bisa dilakukan ayah, agar ibu merasa aman dan nyaman saat menyusui sang buah hati, diantaranya membantu mengerjakan tugas rumah tangga.

"Agar ibu tidak merasa kelelahan, ayah bisa ikut membantu mengerjakan tugas rumah tangga, membersihkan rumah, mencuci piring hingga bantu membersihkan baju dan popok sang buah hati," ujar Nia saat dihubungi Suara.com, Rabu (4/8/202).

Ia menambahkan, ayah juga bisa bergantian merawat anak seperti memandikan, menggendong atau bahkan mengajak anak bermain, yang akan membuat perasaan ibu lebih bahagia.

"Jadi bisa gantian bangun malam, atau merawat anak agar ibu tidak kelelahan yang dikhawatirkan mengganggu proses menyusui," jelas Nia.

Adapun perasaan aman dan nyaman yang diberikan support system lingkungan di sekitar ibu menyusui seperti suami, orangtua, mertua bahkan sesama ibu menyusui, akan membuat kegiatan menyusui lebih menyenangkan.

Jika ibu sudah bahagia, banyak ahli juga berpendapat hal tersebut akan mempengaruhi produksi ASI dari tubuh ibu jadi lebih banyak dan lancar.

Sementara itu Pekan Menyusui Dunia 2022 berlangsung sejak 1 hingga 7 Agustus.

Agenda tersebut bertujuan untuk meningkatkan pentingnya pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan untuk bayi di seluruh dunia, yang bisa secara efektif menurunkan risiko anak stunting atau gagal tumbuh karena kekurangan gizi.

Adapun pada 2021, pemberian ASI eksklusif bayi berusia kurang dari 6 bulan di Indonesia masih sebesar 69 persen.

Meski sudah melampaui target 2021 yang sebesar 45 persen, tapi tetap ada beberapa daerah dengan cakupan ASI eksklusif rendah.

"Inisiasi menyusu dini dan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan memberikan perlindungan terhadap infeksi saluran cerna dan kandungan gizi yang diperlukan untuk mencegah stunting,” ujar Dr. N. Paranietharan melalui keterangan pers WHO Indonesia, beberapa waktu lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ayah Kritis, Gilang Dirga: Mohon Bantuannya

Ayah Kritis, Gilang Dirga: Mohon Bantuannya

Sumbar | Kamis, 04 Agustus 2022 | 13:48 WIB

Momen Lucu Saksi Pernikahan Tiba-tiba Terjengkang Dari Panggung

Momen Lucu Saksi Pernikahan Tiba-tiba Terjengkang Dari Panggung

Hits | Kamis, 04 Agustus 2022 | 13:38 WIB

Mohon Doa, Ayah Gilang Dirga Lagi Kritis

Mohon Doa, Ayah Gilang Dirga Lagi Kritis

Entertainment | Kamis, 04 Agustus 2022 | 13:11 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB