Studi: Iklan Rokok di Negara Berpenghasilan Rendah dan Menengah Menargetkan Anak-Anak hingga Remaja

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 13:56 WIB
Studi: Iklan Rokok di Negara Berpenghasilan Rendah dan Menengah Menargetkan Anak-Anak hingga Remaja
Ilustrasi rokok. (Unsplash.com/Andres Siimon)

Suara.com - Sebuah makalah terbaru menunjukan perusahaan rokok multinasional terbesar di dunia telah mengiklankan produknya kepada anak-anak di 42 negara yang mayoritas berpenghasilan rendah dan menengah.

Melalui pengumpulan data lapangan di 19.500 titik penjualan, termasuk di Indonesia, peneliti Universitas Johns Hopkins menemukan iklan menggunakan empat taktik umum.

Taktik tersebut termasuk memajangnya di dekat etalase makanan ringan, dengan penempatan setinggi mata anak-anak, memasarkan rokok beraroma, dan mau menjual rokok per batang, lapor The Conversation.

"Kami mengumpulkan data tentang bagaimana rokok dipasarkan dan dijual dalam jarak 250 meter dari sekolah dan taman bermain, di lebih dari 100 kota di seluruh dunia," tulis Peneliti Kesehatan Masyarakat, Universitas Johns Hopkins, Jennifer Brown.

Sebagian besar lokasinya berada di ibu kota di negata Afrika, Asia, Amerika Tengah, Eropa, Amerika Utara, dan Amerika Selatan.

Penjual rokok di Indonesia (jurnal BMJ)
Penjual rokok di Indonesia (jurnal BMJ)

Temuan ini juga sesuai dengan penelitian serupa yang dilakukan di negara-negara berpenghasilan tinggi.

Secara keseluruhan, penelitian menunjukkan tanpa adanya pembatasan dan penegakan yang kuat, industri rokok menggunakan strategi pemasaran serupa di seluruh dunia.

Peneliti yakin cara tersebut sebagai niat khusus untuk menarik dan membuat anak-anak maupun anak remaja ketagihan rokok.

Dari studi ini, peneliti merangkum temuannya, yakni:

  • Di 90 persen negara, rokok dipajang di dekat makanan ringan atau minuman manis, termasuk beberapa pajangan di swalayan yang ditempatkan dalam jangkauan anak-anak
Penjual rokok di Argentina (jurnal BMJ)
Penjual rokok di Argentina (jurnal BMJ)
  • Tempat penjualan di 76 persen negara mempromosikan rokok beraroma, yang diketahui menarik bagi anak di bawah umur.
  • Banyak tempat penjualan di 78 persen negara menjual rokok dalam bentuk batangan, membuat produknya menjadi lebih terjangkau.
  • Tempat penjualan di 42 negara yang mayoritas berpenghasilan rendah dan menengah menampilkan iklan rokok setinggi mata anak-anak, memajang produk rokok dari perusahaan 'Empat Besar'.

Perusahaan rokok 'Empat Besar' adalah Philip Morris International, British American Tobacco, Japan Tobacco International, dan Imperial Tobacco.

Studi jelas menunjukkan anak-anak yang sering terpapar iklan dan promosi rokok di toko penjualan berpotensi besar untuk mencobanya dan sangat rentan merokok di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rumah Kos Di Kembangan Terbakar Hari Ini, Diduga Akibat Puntung Rokok

Rumah Kos Di Kembangan Terbakar Hari Ini, Diduga Akibat Puntung Rokok

News | Jum'at, 12 Agustus 2022 | 11:40 WIB

Ada Puntung Rokok di Ayam Goreng, Respon Restoran Tak Terduga

Ada Puntung Rokok di Ayam Goreng, Respon Restoran Tak Terduga

| Jum'at, 12 Agustus 2022 | 07:20 WIB

Langgar Perda KTR, Banyak Iklan Rokok yang Ditertibkan Pemkab Kulon Progo

Langgar Perda KTR, Banyak Iklan Rokok yang Ditertibkan Pemkab Kulon Progo

Jogja | Kamis, 11 Agustus 2022 | 18:46 WIB

Terkini

Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Waspada Halusinasi Medis yang Berbahaya

Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Waspada Halusinasi Medis yang Berbahaya

Health | Senin, 27 April 2026 | 20:44 WIB

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB