Roy Kiyoshi Idap Kardiomiopati dan Divonis Bertahan 2 Tahun, Begini Perawatan Jangka Panjangnya

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:00 WIB
Roy Kiyoshi Idap Kardiomiopati dan Divonis Bertahan 2 Tahun, Begini Perawatan Jangka Panjangnya
Potret terbaru Roy Kiyoshi (Instagram/@roykiyoshi)

Suara.com - Kabar kurang baik datang dari Roy Kiyoshi yang sedang mengalami pembengkakan jantung, yang juga biasanya disebut sebagai kardiomiopati.

Roy Kiyoshi mengatakan kardiomiopati ini merupakan penyumbatan jantung yang solusinya harus di kateter atau dipasangi ring.

Roy Kiyoshi menyebut ia mengetahui soal penyakitnya tersebut pada bulan Februari 2022. Bahkan, dokter memvonis dirinya tidak bisa bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama.

"Dokter bilang aku sakit Jantung, statement dokter aku cuma bertahan 2 tahun," ujar Roy Kiyoshi.

Kardiomiopati adalah suatu kondisi di mana otot jantung tidak normal dalam ketebalan, kekakuan atau kekuatan. Kardiomiopati mungkin tidak menimbulkan gejala pada awalnya, tetapi bisa menyebabkan gagal jantung ketika gejala dimulai.

Profil Roy Kiyoshi (Instagram/@roykiyoshi)
Profil Roy Kiyoshi (Instagram/@roykiyoshi)

Selain menyebabkan gagal jantung, kardiomiopati bisa menyebabkan masalah katup jantung, aritmia dan kematian jantung mendadak.

Orang yang menderita kardiomiopati harus memperhatikan gejala yang mengindikasikan gagal jantung, seperti sesak napas, kelelahan dan penurunan kemampuan olahraga.

Dilansir dari Very Well Health, setiap orang dengan kardiomiopati ini juga harus melakukan langkah berikut.

  1. Lakukan pemeriksaan rutin ke layanan kesehatan
  2. Menjalani gaya hidup sehat dengan nutrisi sehat dan latihan fisik rutin
  3. Hindari hal-hal yang memperburuk kesehatan jantung, seperti kokain atau penggunaan alkohol berat

Sementara itu, peluang harapan hidup pasien kardiomiopati bervariasi berdasarnya banyak faktor, termasuk stadium dan kelas kardiomiopati.

Tapi, peluang harapan hidup akan lebih rendah bagi mereka yang mengalami gagal jantung simtomatik parah (stadium D).

Analisis tahun 2019 menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup 5 tahun untuk orang dengan gagal jantung adalah sekitar 50 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Roy Kiyoshi Idap Kardiomiopati: Ini Beberapa Kondisi Medis yang Bisa Jadi Pemicu, Waspadai Penyebabnya!

Roy Kiyoshi Idap Kardiomiopati: Ini Beberapa Kondisi Medis yang Bisa Jadi Pemicu, Waspadai Penyebabnya!

Health | Selasa, 16 Agustus 2022 | 14:03 WIB

Pernah Ramalkan Bakal Mati Muda, Ini Profil Roy Kiyoshi yang Kini Divonis hanya Punya 2 Tahun Sisa Hidup

Pernah Ramalkan Bakal Mati Muda, Ini Profil Roy Kiyoshi yang Kini Divonis hanya Punya 2 Tahun Sisa Hidup

Bekaci | Selasa, 16 Agustus 2022 | 08:36 WIB

Roy Kiyoshi Divonis Hanya Sanggup Bertahan Hidup 2 Tahun Lagi, Apa Penyebabnya?

Roy Kiyoshi Divonis Hanya Sanggup Bertahan Hidup 2 Tahun Lagi, Apa Penyebabnya?

| Selasa, 16 Agustus 2022 | 06:30 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB