Orangtua Mesti Tahu, Ini 6 Kegiatan Sekolah untuk Mendukung Kesehatan Mental Remaja

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 23 Agustus 2022 | 14:31 WIB
Orangtua Mesti Tahu, Ini 6 Kegiatan Sekolah untuk Mendukung Kesehatan Mental Remaja
Ilustrasi anak bimbel (Pexels/Rodnae Productions)

Suara.com - Isu kesehatan mental pada anak seringkali dianggap remeh dan tidak dianggap serius. Padahal dampak masalah kesehatan mental pada perkembangan anak juga cukup signifikan.

Laporan UNICEF yang berjudul The State of the World's Children 2021; On My Mind: promoting, protecting, and caring for children’s mental health mengungkap bahwa 1 dari 7 remaja berusia 10-19 tahun menderita penyakit mental, seperti burnout dan rasa cemas atau anxiety.

Hal ini menunjukkan bahwa durasi fokus yang lama atau berkurangnya komunikasi tatap muka karena pandemi dapat memengaruhi keadaan siswa dan guru. Bahkan, sebelum pandemi meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mental dan kesejahteraan, dapat dikatakan bahwa baik guru maupun siswa rentan terhadap burnout dan rasa cemas.

 “Ketidakpastian di tengah pandemi menjadi salah satu sumber gangguan (pada kesehatan mental). Beberapa siswa sudah menderita rasa cemas yang melelahkan dengan adanya tekanan dari sekolah. Dalam keseharian di sekolah, terdapat juga tuntutan yang perlu mereka penuhi, terutama saat mempersiapkan ujian penting," ujar Kepala Pengajaran & Pembelajaran, Cambridge Assessment International Education, Paul Ellis, Senin, (23/8/2022). 

Ilustrasi anak sekolah (dok. istimewa)
Ilustrasi anak sekolah (dok. istimewa)

Dalam situasi tersebut, beberapa siswa mungkin merasa takut dengan jenis tes tertentu. Beberapa orang lebih percaya diri terhadap kemampuan akademis, motivasi, dan metode yang mereka gunakan untuk mengatasi situasi stress jika dibandingkan dengan orang lain.

Selain itu, beberapa siswa lebih rentan daripada yang lain terhadap pengaruh guru, orang tua, atau teman sebaya. Pada saat di rumah, orang tua dapat memproyeksikan kecemasan mereka kepada anak, yang dapat mengakibatkan pelimpahan perasaan dan harapan kepada anak. Solusi yang lebih baik adalah guru atau orang tua dapat memotivasi mereka sambil menunjukkan kasih sayang dan pengertian ketika terjadi masa-masa sulit.

Tidak diragukan lagi beberapa masalah kesehatan mental memerlukan bantuan medis profesional, namun, sekolah dapat mempertimbangkan intervensi dini untuk mengurangi kecemasan dalam kehidupan sehari-hari seperti meninjau rutinitas sekolah dan mengevaluasi kembali tekanan pada kinerja siswa dengan memperkenalkan rencana penilaian yang seimbang.

Kinderfield Highfield School Bekasi telah memperkenalkan berbagai cara untuk meningkatkan wellbeing siswa, Ibu Yasmine Hadiastriani, Koordinator Non-Akademik dan Petugas Ujian berbagi pandangannya tentang bagaimana sekolah mendukung keseimbangan bagi murid. Kinderfield Highfield School Bekasi bermitra dengan Cambridge Assessment International Education (CAIE) untuk menerapkan kurikulum yang akuntabel dan terstandarisasi yang menghasilkan kualifikasi yang diakui secara internasional, yaitu Cambridge International General Certificate of Secondary Education (IGCSE).

Pada 2020, Yasmine dan staf lainnya di Kinderfield Highfield School melihat kelelahan yang dialami siswa selama pandemi. Mereka melihat kesempatan bahwa guru dapat berperan untuk membantu siswa untuk mengatasinya. Dengan demikian, sekolah dan guru membentuk program kesehatan mental untuk murid tingkat SMP dan SMA di Kinderfield Highfield School Bekasi.

Berikut beberapa kegiatan yang diterapkan di Kinderfield Highfield School, Bekasi, yang mungkin bisa menjadi referensi untuk sekolah lain:

Konseling

Siswa mungkin menghadapi kesulitan di rumah atau merasa membutuhkan seseorang untuk diajak bicara, oleh karena itu penting untuk membentuk program konseling atau Bimbingan Konseling (BK) dengan konselor dan Psikolog. Sekolah juga dapat mengintegrasikan kegiatan Pengembangan Pribadi dalam jadwal siswa di mana mereka dapat mendorong siswa untuk berdiskusi dengan konselor.

Mentoring

Beberapa siswa mungkin merasa mereka tidak berkembang dan membutuhkan bimbingan individu dari guru mereka, di sinilah guru dapat memainkan peran penting sebagai mentor. Di sekolah, siswa dapat memilih seorang guru untuk menjadi mentor dari kelompok siswa yang terdiri dari tiga orang untuk melakukan sesi diskusi. Dalam pertemuan tersebut, guru dapat menggali lebih dalam untuk memahami kesulitan atau tantangan yang dihadapi siswa saat ini.

Hari Motivasi atau Motivation Day

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kesehatan Mental Anda Bermasalah? Coba Kategori Makanan Ini Biar Mentalmu Lebih Baik

Kesehatan Mental Anda Bermasalah? Coba Kategori Makanan Ini Biar Mentalmu Lebih Baik

| Selasa, 23 Agustus 2022 | 13:58 WIB

Nadiem Luncurkan Program Revitalisasi UKS dan Sekolah Sehat untuk Wujudkan Anak Sehat Berkarakter

Nadiem Luncurkan Program Revitalisasi UKS dan Sekolah Sehat untuk Wujudkan Anak Sehat Berkarakter

| Selasa, 23 Agustus 2022 | 12:01 WIB

Video Siswa SD Rela Pulang Sekolah Berjalan Tanpa Alas Kaki, Alasan di Baliknya Bikin Terenyuh

Video Siswa SD Rela Pulang Sekolah Berjalan Tanpa Alas Kaki, Alasan di Baliknya Bikin Terenyuh

News | Selasa, 23 Agustus 2022 | 11:56 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB