Virus Pembunuh Kanker Beri Harapan Bagi Pasien Stadium Lanjut

Siswanto, BBC

Minggu, 25 September 2022 | 13:44 WIB
Virus Pembunuh Kanker Beri Harapan Bagi Pasien Stadium Lanjut
BBC

Suara.com - oleh Michelle Roberts, Wartawan urusan kesehatan

Terapi kanker jenis baru yang menggunakan virus untuk menginfeksi dan menghancurkan sel-sel berbahaya menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam percobaan awal, kata para ilmuwan Inggris.

Kanker pada satu pasien hilang, sementara pada pasien lain, tumornya menyusut.

Obat yang digunakan adalah virus herpes simpleks yang dilemahkan dan dimodifikasi untuk membunuh tumor.

Masih diperlukan studi yang lebih luas dan lama untuk kajian lebih lanjut, namun para pakar mengatakan injeksi virus ini dapat memberikan harapan bagi pasien dengan kanker stadium lanjut.

Krzysztof Wojkowski, seorang pria berusia 39 tahun dari London barat, adalah salah satu pasien yang ambil bagian dalam percobaan fase pertama, diselenggarakan oleh Institute of Cancer Research dan Royal Marsden NHS Foundation Trust.

Ia didiagnosis dengan kanker kelenjar ludah di dekat mulutnya pada 2017. Pria yang bekerja di bidang konstruksi bangunan itu sudah dioperasi dan menjalani berbagai pengobatan, namun kankernya terus tumbuh.

"Saya diberi tahu bahwa tidak ada lagi pilihan bagi saya dan saya mendapat perawatan untuk hidup tahap akhir. Rasanya hancur hidup saya, jadi ketika saya mendapat kesempatan ikut dalam uji coba ini, sangat luar biasa," katanya.

"Saya mendapat injeksi setiap dua minggu selama lima minggu yang secara total mematikan kanker. Dalam dua tahun ini, saya bebas kanker," tambahnya.

baca juga

Obat disuntikkan langsung ke tumor, menyerang kanker dengan dua cara – menyerang dan  memecah sel kanker, serta mengaktifkan sistem kekebalan tubuh.

Sekitar 40 pasien mencoba perawatan ini sebagai bagian dari uji klinis.

Sebagian mendapat suntikan virus yang disebut RP2. Yang lain mendapat tambahan obat kanker lain yang disebut nivolumab.

Temuan yang dipaparkan dalam konferensi kedokteran di Paris, Prancis menunjukkan:

  • Tiga dari sembilan pasien yang hanya diberikan RP2 saja, termasuk Krzysztof, mengalami penyusutan tumor
  • Terdapat efek samping seperti kelelahan, tetapi umumnya ringan
  • Tujuh dari 30 orang yang mendapatkan injeksi dan obat kanker tambahan juga menunjukkan kemajuan

Ketua peneliti Prof Kevin Harrington mengatakan kepada BBC hasil tersebut “sangat impresif” bagi sejumlah pasien kanker dengan stadium lanjut, termasuk kerongkongan (oesophagus) dan jenis kanker mata yang langka.

“Sangat jarang kami melihat hasil yang begitu bagus dalam tahap awal uji klinis, karena tujuan utama uji pengobatan ini ialah keamanan dan pengobatan ini melibatkan pasien dengan stadium kanker yang sangat lanjut, di mana pengobatan yang biasa dilakukan tidak lagi menunjukkan hasil,” kata Harrington.

“Saya ingin melihat manfaat seperti apa yang dirasakan bila kami menambah lagi jumlah pasien.”

Pengobatan ini bukan pertama pertama kalinya para ilmuwan menggunakan virus untuk memerangi kanker.

Layanan kesehatan Inggris, National Health Service, menggunakan terapi serupa yang disebut T-Vec, untuk pasien kanker kulit stadium lanjut, beberapa tahun lalu.

Prof Harrington menyebut RP2 adalah versi yang disempurnakan dari T-Vec.

“Virus ini dimodifikasi lebih lanjut sehingga ketika masuk ke dalam sel kanker, virus tersebut secara efektif mematikan sel kanker.”

Dr Marianne Baker, dari Cancer Research, Inggris mengatakan temuan yang menggembirakan itu dapat mengubah arah pengobatan kanker.

Para ilmuwan sudah menemukan bahwa virus dapat membantu mengobati kanker 100 tahun yang lalu, namun memastikan keamanan dan keefektifannya adalah tantangan tersendiri.

"Uji coba skala kecil terapi virus ini memberikan harapan, dan kami perlu studi lebih banyak untuk mengetahui bagaimana virus ini dapat digunakan secara ampuh,” kata Baker.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Cuma Rokok, Ini Alasan Kanker Paru Masih Sulit Ditangani di Indonesia

Bukan Cuma Rokok, Ini Alasan Kanker Paru Masih Sulit Ditangani di Indonesia

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:17 WIB

Inovasi Terapi Kanker Kian Maju, Deteksi Dini dan Pengobatan Personal Jadi Kunci

Inovasi Terapi Kanker Kian Maju, Deteksi Dini dan Pengobatan Personal Jadi Kunci

Health | Selasa, 16 Desember 2025 | 14:28 WIB

Mengenal Teknologi Nuklir untuk Deteksi Kanker di Tubuh, Ini Cara Kerjanya!

Mengenal Teknologi Nuklir untuk Deteksi Kanker di Tubuh, Ini Cara Kerjanya!

Health | Kamis, 20 Februari 2025 | 13:53 WIB

Bagaimana Cara Pasien Kanker Terlindung Secara Optimal dari COVID-19?

Bagaimana Cara Pasien Kanker Terlindung Secara Optimal dari COVID-19?

Health | Jum'at, 16 Desember 2022 | 22:02 WIB

Terkini

KAI Siapkan Stasiun Manggarai Jadi Pusat Mobilitas Jakarta

KAI Siapkan Stasiun Manggarai Jadi Pusat Mobilitas Jakarta

Video | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:26 WIB

Sinopsis Insidious: Out of the Further, Kisah Baru Elise dengan Teror Seram

Sinopsis Insidious: Out of the Further, Kisah Baru Elise dengan Teror Seram

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:25 WIB

Menepi Sejenak di Bintan: Menikmati Pantai, Kuliner, dan Wellness dalam Satu Resor

Menepi Sejenak di Bintan: Menikmati Pantai, Kuliner, dan Wellness dalam Satu Resor

Lifestyle | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Dusun Sade Terbakar Jelang MotoGP Mandalika, NTB Siapkan 4 Desa Adat Pengganti Wisatawan

Dusun Sade Terbakar Jelang MotoGP Mandalika, NTB Siapkan 4 Desa Adat Pengganti Wisatawan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:22 WIB

Prabowo Perintahkan Tanpa Pandang Bulu, Raja Juli Antoni: Pembakar Hutan Kami Tindak

Prabowo Perintahkan Tanpa Pandang Bulu, Raja Juli Antoni: Pembakar Hutan Kami Tindak

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:16 WIB

Dari Jepang, Kolombia, hingga NTT: Daftar 'Gempa Besar' Selama Agustus 2026

Dari Jepang, Kolombia, hingga NTT: Daftar 'Gempa Besar' Selama Agustus 2026

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:12 WIB

BNPB Minta Negara Tetangga Tak Saling Menyalahkan soal Asap Karhutla

BNPB Minta Negara Tetangga Tak Saling Menyalahkan soal Asap Karhutla

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Menelusuri Jejak Kerajaan Nusantara Bersama Komunitas Mercedes Jip Indonesia

Menelusuri Jejak Kerajaan Nusantara Bersama Komunitas Mercedes Jip Indonesia

Otomotif | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:08 WIB

Pimpinan DPR Turun Langsung ke Desa Adat Sade: Bantuan Disalurkan, Siapkan Revitalisasi

Pimpinan DPR Turun Langsung ke Desa Adat Sade: Bantuan Disalurkan, Siapkan Revitalisasi

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Rekening Mas Botok AMPB Diblokir Bank, Jefri Nichol: Serem Belum Demo Udah Dibungkam

Rekening Mas Botok AMPB Diblokir Bank, Jefri Nichol: Serem Belum Demo Udah Dibungkam

Entertainment | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:05 WIB

×