Hindari Gagal Ginjal Akut, Jangan Minum Obat Sebelum Tahu Penyebab Demam!

Ruth Meliana Dwi Indriani | Suara.com

Kamis, 27 Oktober 2022 | 17:31 WIB
Hindari Gagal Ginjal Akut, Jangan Minum Obat Sebelum Tahu Penyebab Demam!
Ilustrasi demam (Pixabay/victoria_borodinovia)

Suara.com - Maraknya kasus gagal ginjal akut di Indonesia begitu mengkhawatirkan. Pasalnya, penyakit tersebut telah menyerang ratusan anak-anak dan mencatat banyak korban jiwa.

Pengobatan gagal ginjal akut tentu tidak mudah dan alangkah baiknya mulai waspada. Ini bisa dilakukan dengan berusaha menghindari penyakit ini, salah satunya tidak sembarangan memberikan obat ke anak.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Pediatrik Intensive Care RSUD Pasar Rebo Jakarta, dr. Tuty Rahayu, Sp.A mengingatkan para orang tua untuk mencari tahu terlebih dahulu penyebab jika si kecil terserang demam.

Menurutnya, deman bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari masuknya bakteri atau virus. Pengobatan deman pun harus disesuaikan seperti penyebabnya. Karena itu, orang tua disarankan jangan asal memberikan obat demam.

“Jangan gunakan obat sebelum kita tahu sebabnya apa. Lebih baik mencari dahulu sebabnya apa, kalau anak itu demam," kata Tuty dalam acara Dokterku Elshinta TV yang disiarkan secara daring, Kamis (27/10/2022).

"Demam itu satu respons tubuh bisa karena kehilangan cairan, bisa juga respon tubuh karena ada bakteri masuk atau virus masuk,” sambungnya.

Tuty mengatakan, jika respons tubuh berupa demam akibat virus, maka tubuh mampu menanganinya sendiri dengan rentang waktu antara 3-5 hari, tanpa bantuan obat dan tetap memperhatikan kadar hidrasi tubuh.

“Begitu juga dengan batuk. Misalnya tadi habis ke tempat umum habis pegang-pegang apa terus kemudian ada temannya atau tetangganya yang batuk, ya sudah seka muka hidung. Itu membuat virus yang nempel tidak akan terhirup sehingga dia tidak akan sakit,” jelasnya.

Anak usia balita, kata Tuty, memang lebih rentan terserang penyakit seperti demam, batuk, flu hingga diare karena antibodi yang belum terbentuk secara sempurna. Masih lemahnya daya tahan anak balita tersebut lah yang menyebabkan mereka lebih mudah terserang penyakit.

Jika anak terserang demam, lanjutnya, lakukan pengobatan dengan tanpa obat terlebih dahulu. Orang tua bisa memberikan minum air putih yang cukup sampai anak buang air kecil yang cukup.

Cara itu aman dilakukan karena kandungan utama tubuh balita adalah air, sehingga jika balita kekurangan cairan, maka gejala demam yang pertama kali muncul.

“Apabila tidak turun, maka bisa dengan kompres. Yang paling efektif lebih cepat menurunkannya menyekat tubuh anak tersebut, anaknya dibuka, pakai air hangat, diseka dan dikeringkan sehingga pori-porinya terbuka jadi panas tubuh bisa keluar,” tambahnya.

Tuty mengingatkan terjadinya peningkatan signifikan kasus gagal ginjal akut progresif atipikal menjadi pelajaran bagi para orang tua agar tidak sembarangan memberikan obat kepada anak.

Orang tua harus mengetahui terlebih dahulu zat aktif, efek samping, kegunaan obat yang akan dikonsumsi hingga interaksi antar obat, kata Tuty.

Terakhir, Tuty juga mengingatkan bahwa tidak semua obat bisa dikonsumsi secara bersamaan karena ada beberapa obat yang jika digunakan pada saat yang bersamaan justru akan berbahaya.

“Jadi stop untuk koleksi obat di rumah. Carilah penyebabnya kemudian mungkin obat di rumah stok hanya paracetamol saja, itu pun digunakan kalau segala cara sudah dicoba namun tidak bisa baru kita pakai,” pungkasnya. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Desak BPOM Kerja Serius Atasi Kasus Gagal Ginjal Anak, Komnas HAM: Harus Ada yang Bertanggung Jawab Atas Peristiwa Ini!

Desak BPOM Kerja Serius Atasi Kasus Gagal Ginjal Anak, Komnas HAM: Harus Ada yang Bertanggung Jawab Atas Peristiwa Ini!

News | Kamis, 27 Oktober 2022 | 17:29 WIB

Hindari Kejadian Fatal, Kemenkes Imbau Orang Tua Kenali Gejala Awal Gangguan Ginjal Akut

Hindari Kejadian Fatal, Kemenkes Imbau Orang Tua Kenali Gejala Awal Gangguan Ginjal Akut

Health | Kamis, 27 Oktober 2022 | 17:08 WIB

Waduh, Jumlah Pasien Gagal Ginjal Akut Bertambah 14 Kasus, Totalnya Sekarang Segini

Waduh, Jumlah Pasien Gagal Ginjal Akut Bertambah 14 Kasus, Totalnya Sekarang Segini

| Kamis, 27 Oktober 2022 | 15:56 WIB

Desakan Komnas HAM Atas Kasus Gagal Ginjal Akut yang Merenggut Nyawa Ratusan Anak

Desakan Komnas HAM Atas Kasus Gagal Ginjal Akut yang Merenggut Nyawa Ratusan Anak

News | Kamis, 27 Oktober 2022 | 15:47 WIB

Obati Gangguan Ginjal Akut Misterius, Indonesia Dapat Donasi 200 Vial Obat Fomepizole dari Jepang

Obati Gangguan Ginjal Akut Misterius, Indonesia Dapat Donasi 200 Vial Obat Fomepizole dari Jepang

Health | Kamis, 27 Oktober 2022 | 15:41 WIB

Indonesia Dapat Donasi 200 Vial Fomepizole dari Jepang, Diberikan Gratis ke Pasien Gagal Ginjal Akut

Indonesia Dapat Donasi 200 Vial Fomepizole dari Jepang, Diberikan Gratis ke Pasien Gagal Ginjal Akut

News | Kamis, 27 Oktober 2022 | 15:21 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB