Hari Pneumonia Sedunia 2022: Pemuda Juga Perlu Vaksin Pneumonia!

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Minggu, 13 November 2022 | 06:05 WIB
Hari Pneumonia Sedunia 2022: Pemuda Juga Perlu Vaksin Pneumonia!
Ilustrasi Vaksin Pneumonia. (Pexels/Gustavo)

Suara.com - 12 November setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Pneumonia Sedunia atau World Pneumonia Day. Tapi sayangnya Indonesia sebagai negara ke-7 dunia pneumonia terbanyak, dihadapkan kenyataan rendahnya literasi vaksin pneumonia.

Mirisnya, banyak orang berpikir jika pneumonia hanya menyerang lansia, bayi dan anak-anak sebagai kelompok dengan sistem kekebalan tubuh lebih rendah. Padahal pneumonia bisa menyerang siapa saja, termasuk dewasa muda atau usia produktif.

Potret ini dibuktikan lewat riset kesehatan dasar atau Riskesdas 2018 Kementerian Kesehatan, dari total kasus pneumonia yang ditemukan 4,8 persen di antaranya balita, 3,7 persen usia 15 hingga 24 tahun, 3,6 persen usia 25 hingga 34 tahun, 3,7 persen usia 35 hingga 44 tahun, dan 5,8 persen usia 65 hingga 74 tahun.

Hari Pneumonia Sedunia, pentingnya vaksin pneumonia bagi pemuda. (Dini/Suara.com)
Hari Pneumonia Sedunia, pentingnya vaksin pneumonia bagi pemuda. (Dini/Suara.com)

Ini artinya walaupun balita usia 12 hingga 23 bulan kasus tertinggi, tapi jika dilihat dari usia produktif yakni 15 hingga 65 tahun artinya prevalensinya 11 persen. Alhasil, jika mengidap pneumonia adalah usia produktif, maka produktivitasnya bisa terganggu.

Pneumonia adalah penyakit peradangan paru-paru akibat infeksi bakteri, virus, parasit, jamur maupun mikroorganisme lainny. Jika sudah terinfeksi penderitanya bisa alami batuk berdahak, demam, dan sesak napas. Sederet gejala ini menganggu sehari-hari dan kualitas hidup penderitanya.

Sehingga selain diperlukan pada anak, vaksin pneumonia untuk usia produktif jadi keniscayaan. Menariknya dibanding vaksin pneumonia anak atau orang menyebutnya vaksin DPT HB dan imunisasi pneumokokus konjugasi (PCV) yang diberi dalam 4 kali suntik, terdiri dari 3 kali suntik wajib dan 1 kali suntik booster

Maka vaksin pneumonia pada usia produktif atau usia dewasa hanya perlu satu kali suntikan seumur hidup, yang otomatis terlindungi pneumonia akibat bakteri streptococcus pneumoniae atau pneumokokus hingga akhir hayat.

“Faktor risiko tersebut menunjukkan pentingnya vaksinasi pneumonia untuk pasien dengan penyakit penyerta dan untuk melindungi paru-paru pekerja yang memiliki pekerjaan khusus yang rentan terhadap penyebab pneumonia,” ungkap Pulmonologist Spesialis Paru dari Rumah Sakit Siloam, Dr. dr. Allen Widysanto, SpP dalam acara diskusi Pfizer dan Siloam Hospital di Karawaci, Tangerang, Banten, Jumat (11/11/202).

Kabar baiknya, Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia (BPOM) sudah mengizinkan penggunaan vaksin pneumonia untuk semua usia, dari mulai bayi usia 6 minggu hingga 17 tahun dan usia produktif 18 hingga 49 tahun.

Padahal sebelumnya penggunaan vaksin pneumonia hanya sebatas usia 6 bulan hingga 5 tahun, dan dewasa di atas 50 tahun.

Dikatakan Plt. Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes, dr. Prima Yosephine vaksinasi untuk mencegah pneumonia sangat penting, untuk menurunkan biaya pengobatan antibiotik di seluruh negara yang diperkirakan mencapai 109 juta dollar hanya satu tahun saja.

"Biaya ini sudah termasuk antibiotik dan biaya untuk diagnostik dari pneumonia. Tapi tentu biaya yang sangat besar ini, sangat disayangkan harus dikeluarkan, sementara pneumonia itu bisa kita cegah," ungkap dr. Prima di kesempatan yang sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vidi Aldiano Sempat Pneumonia Sebulan Sebelum Meninggal, Ini Bahayanya bagi Pasien Kanker Ginjal

Vidi Aldiano Sempat Pneumonia Sebulan Sebelum Meninggal, Ini Bahayanya bagi Pasien Kanker Ginjal

Lifestyle | Minggu, 08 Maret 2026 | 12:21 WIB

Bukan Cuma Penyakit Orang Tua, Ini 5 'Jurus Sakti' Biar Gak Kena Pneumonia

Bukan Cuma Penyakit Orang Tua, Ini 5 'Jurus Sakti' Biar Gak Kena Pneumonia

Your Say | Senin, 17 November 2025 | 08:05 WIB

Dikira 'Lebih Aman', Dokter Paru Ungkap Vape Punya Bahaya yang Sama Ngerinya dengan Rokok

Dikira 'Lebih Aman', Dokter Paru Ungkap Vape Punya Bahaya yang Sama Ngerinya dengan Rokok

Your Say | Minggu, 16 November 2025 | 11:34 WIB

Waspada! Pneumonia Mengintai Dewasa dan Lansia, PAPDI: Vaksinasi Bukan Hanya untuk Anak-Anak

Waspada! Pneumonia Mengintai Dewasa dan Lansia, PAPDI: Vaksinasi Bukan Hanya untuk Anak-Anak

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 16:16 WIB

Studi: 1 dari 20 Balita Jakarta Kena Pneumonia akibat Polusi Udara

Studi: 1 dari 20 Balita Jakarta Kena Pneumonia akibat Polusi Udara

Health | Kamis, 10 Juli 2025 | 13:22 WIB

Sejumlah 99 Jemaah Haji Terserang Pneumonia, DPR Ingatkan Protokol Kesehatan

Sejumlah 99 Jemaah Haji Terserang Pneumonia, DPR Ingatkan Protokol Kesehatan

News | Jum'at, 23 Mei 2025 | 20:55 WIB

Mengenal Pneumonia, Diduga Penyebab Meninggalnya Mbok Yem sampai Paus Fransiskus

Mengenal Pneumonia, Diduga Penyebab Meninggalnya Mbok Yem sampai Paus Fransiskus

Lifestyle | Kamis, 24 April 2025 | 07:07 WIB

Paus Fransiskus Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Pneumonia Bilateral, Kenali Ciri-cirinya

Paus Fransiskus Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Pneumonia Bilateral, Kenali Ciri-cirinya

Lifestyle | Senin, 21 April 2025 | 18:08 WIB

Benarkah Pengharum Ruangan Semprot dan Kamar Lembap Sebabkan Pneumonia?

Benarkah Pengharum Ruangan Semprot dan Kamar Lembap Sebabkan Pneumonia?

Lifestyle | Kamis, 17 April 2025 | 14:53 WIB

Vatikan Rilis Foto Paus Fransiskus di Rumah Sakit, Begini Kondisinya

Vatikan Rilis Foto Paus Fransiskus di Rumah Sakit, Begini Kondisinya

News | Senin, 17 Maret 2025 | 13:19 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB