Tingkatkan Stamina dan Energi Tak Selalu dengan Konsumsi Kafein, Ini Cara Lainnya

Dinda Rachmawati | Suara.com

Kamis, 01 Desember 2022 | 20:23 WIB
Tingkatkan Stamina dan Energi Tak Selalu dengan Konsumsi Kafein, Ini Cara Lainnya
Ilustrasi Secangkir kopi akan membuat Anda lebih semangat. (sumber: visualphotos)

Suara.com - Pada umumnya, masyarakat memilih mengonsumsi produk penambah tenaga atau energy booster seperti kafein ketika stamina tidak prima. Akan tetapi, menggunakan kafein secara berlebihan dan dalam jangka panjang berakibat buruk terhadap kesehatan, mengingat ginjal dan jantung diforsir bekerja lebih keras. 

Dokter spesialis gizi klinik di Nutrif Clinic & Nutrif Farma di Bandung, dr. L. Arif Firiandri Yulius, Sp.GK, AIFO-K, juga mengatakan jika banyak masyarakat yang juga tidak kuat ketika mengonsumsi kafein. Sebaiknya  menghindari asupan tersebut karena berisiko terkena penyakit jantung.

"Jika memiliki sakit lambung, memerlukan kehati-hatian dalam konsumsi kafein karena dapat memicu sakit lambung, sehingga proses pencernaan akan terganggu. Selain itu, minuman yang mengandung kafein biasanya juga mengandung tanin yang mengganggu penyerapan zat besi," ujar dr. Arif dalam siaran pers yang Suara.com terima Kamis (1/12/2022).

Inilah yang membuat PT Novell Pharmaceutical Laboratories meluncurkan kopi serbuk siap seduh dengan kandungan gizi lengkap dan bermanfaat bagi tubuh. Nutrafor Gold Coffee mengandung siberian ginseng dan komposisi lengkap seperti siberian ginseng, Omega 3, vitamin B kompleks, zinc, dan kalsium. 

Menurut dr. Arif, siberian ginseng bermanfaat bagi kesehatan karena mengandung elemen-elemen yang bertindak sebagai antiperadangan, antitumor, antikanker, menjaga kesehatan liver, memperkuat sistem imun, melindungi sistem saraf, menangkal radikal bebas, serta menstabilkan gula darah.

Ia juga menambahkan bahwa Omega 3 berperan menjaga kesehatan jantung, sistem saraf, kesehatan mata, dan memiliki kandungan antiperadangan. Beragam multivitamin turut menunjang kesehatan organ dan metabolisme.

Selain itu, dr. Arif juga memaparkan beberapa strategi yang bisa dicoba meningkatkan stamina tanpa mengonsumsi kafein maupun energy booster lainnya. Di mana Anda hanya perlu memenuhi kebutuhan multivitamin maupun mineral dengan agar tubuh tetap bugar, memulihkan stamina, dan kesehatan terjaga.

Kiat-kiat lainnya adalah makan gizi seimbang; meminum paling sedikit dua liter air; manajemen stres; tidur cukup dari tujuh hingga delapan jam setiap hari; olahraga teratur satu jam sehari, tiga hingga empat kali seminggu; dan jauhi alkohol berlebihan dan rokok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Pengisi Daya Bertenaga Surya Gratis di Dukuh Atas, Bisa untuk Kendaraan Listrik

Ada Pengisi Daya Bertenaga Surya Gratis di Dukuh Atas, Bisa untuk Kendaraan Listrik

Foto | Kamis, 01 Desember 2022 | 14:51 WIB

BBM Satu Harga Pertamina Kini Layani Kebutuhan Energi Masyarakat di 402 Wilayah di Indonesia

BBM Satu Harga Pertamina Kini Layani Kebutuhan Energi Masyarakat di 402 Wilayah di Indonesia

News | Rabu, 30 November 2022 | 21:13 WIB

Bos PLN Sebut Butuh Modal Rp15.000 Triliun Buat Transisi Energi, Dari Mana Duitnya?

Bos PLN Sebut Butuh Modal Rp15.000 Triliun Buat Transisi Energi, Dari Mana Duitnya?

Bisnis | Selasa, 29 November 2022 | 18:09 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB