Bedanya Pijat Kejut Listrik dan Terapi Kejut Listrik, Ampuh Mengatasi Otot Kaku?

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Senin, 05 Desember 2022 | 17:41 WIB
Bedanya Pijat Kejut Listrik dan Terapi Kejut Listrik, Ampuh Mengatasi Otot Kaku?
Terapi kejut listrik untuk atasi penebalan otot. (Dini/Suara.com)

Suara.com - Banyak orang mengira alat pijat kejut listrik mengatasi penebalan otot karena kaku. Padahal menurut pakar, kondisi ini hanya bisa disembuhkan dengan alat terapi kejut listrik atau terapi gelombang kejut shock wave therapy atau ESWT.

Lantas apa sih bedanya pijat kejut listrik dan terapi kejut listrik?

Dijelaskan Dokter Rehabilitasi Medik Welspro Sport Clinic and Performance, dr. Andreas Ricky Sp.KFR bahwa cara kerja alat terapi kejut listrik punya kemampuan mengeluarkan 1.000 kejutan dalam waktu satu menit.

Dokter Rehabilitasi Medik Welspro Sport Clinic and Performance, dr. Andreas Ricky Sp.KFR. (Dini/Suara.com)
Dokter Rehabilitasi Medik Welspro Sport Clinic and Performance, dr. Andreas Ricky Sp.KFR. (Dini/Suara.com)

Pada kasus orang yang alami cedera berupa penebalan otot, maka daya penghancur lewat tekanan kejutannya bisa mengurangi penebalan tersebut.

"Alat yang ada di sini pada tekanan dengan benturan itu, diharapkan bisa mengurangi kekakuan otot. Pada kasus injury (cedera), dia bisa merangsang regeneratif karena benturan yang dihasilkan," jelas dr. Andreas dalam acara peluncuran Welspro Sport Clinic and Performance di Jakarta Selatan, Sabtu (3/12/2022).

Lebih lanjut, dr. Andreas menjelaskan alat pijat kejut listrik yang beredar di pasaran bekerja di bagian permukaan otot saja dan tidak sampai ke dalam, sehingga efeknya tidak bisa memulihkan cedera.

Sedangkan pada alat terapi kejut listrik bisa menembus hingga ke bagian dalam otot, dan menghancurkan penebalan yang terjadi.

"Kalau tekanan yang dihasilkan dari pijatan biasa hanya sampai di permukaan saja, dan alat terapi ini kedalamannya bisa mencapai sendi pun bisa," papar dr. Andreas.

"Penebalan tulang karena otot menebal, menggunakan alat pijat biasa tidak ada pernah merilis hal tersebut, sedangkan pada alat ini bisa," tambahnya.

baca juga

Saat Suara.com melihat langsung cara kerjanya di klinik Welspro, alat ini bisa bekerja dengan program otomatis yaitu difokuskan pada salah satu titik di bagian tubuh tertentu.

Titik ini berfokus pada persendian, seperti bahu dekat ketiak, siku tangan, sendi lutut, pangkal paha dan pergelangan kaki.

Setelah diatur dalam display, alat berbentuk tembakan langsung ditekan di lokasi yang sudah ditentukan, hingga menimbulkan getaran yang cukup kuat dan menunggu hingga hitungan 1.000 habis sampai angka 0.

Efek setelah terapi dilakukan, di awali rasa nyeri dan pegal, selanjutnya tubuh dan otot yang diterapi terasa lebih rileks.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Kesalahan Saat Membangun Otot: Terlalu Banyak Makan Protein Hingga Kurang Istirahat

5 Kesalahan Saat Membangun Otot: Terlalu Banyak Makan Protein Hingga Kurang Istirahat

Health | Jum'at, 04 November 2022 | 09:00 WIB

Ria Ricis Rutin Ajak Baby Moana Latihan Tummy Time, Apa Sih Manfaatnya?

Ria Ricis Rutin Ajak Baby Moana Latihan Tummy Time, Apa Sih Manfaatnya?

Lifestyle | Rabu, 05 Oktober 2022 | 08:12 WIB

Apa Bedanya? Kenali Nyeri Sendi dan Nyeri Otot

Apa Bedanya? Kenali Nyeri Sendi dan Nyeri Otot

Tantrum | Kamis, 29 September 2022 | 06:05 WIB

Terkini

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:00 WIB

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:46 WIB

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 10:33 WIB

Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 10:30 WIB

Cara Menghapus Cache Aplikasi Android Tanpa Hapus Data Penting

Cara Menghapus Cache Aplikasi Android Tanpa Hapus Data Penting

Tekno | Minggu, 01 November 2026 | 10:24 WIB

Berapa Harga Tiket Masuk RANS Carnival Jogja? Viral Ditinggal Musisi hingga UMKM

Berapa Harga Tiket Masuk RANS Carnival Jogja? Viral Ditinggal Musisi hingga UMKM

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:16 WIB

Warisan Batik Pekalongan dalam Balutan Modern, Ini 24 Koleksi Terbaru Tieka Huza

Warisan Batik Pekalongan dalam Balutan Modern, Ini 24 Koleksi Terbaru Tieka Huza

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:05 WIB

Paradoks Bingar: Dunia Remaja, Bisbol, dan Pertandingan Melawan Ketakutan

Paradoks Bingar: Dunia Remaja, Bisbol, dan Pertandingan Melawan Ketakutan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 10:00 WIB

×