Bakti Sosial, Dokter-dokter Ini Lakukan Operasi Bibir Sumbing dan Katarak Gratis

M. Reza Sulaiman

Senin, 12 Desember 2022 | 20:19 WIB
Bakti Sosial, Dokter-dokter Ini Lakukan Operasi Bibir Sumbing dan Katarak Gratis
ilustrasi operasi mulut, bibir sumbing [shutterstock]

Suara.com - Penyakit bibir sumbing dan katarak masih menjadi masalah bagi penduduk Indonesia, terutama di daerah. Padahal, dampak kedua penyakit ini sangat besar bagi kualitas hidup.

Pada kasus bibir sumbing, pasien berisiko mengalami fungsi makan yang terhambat, berbicara, pendengaran, dan psikososial. Belum lagi risiko percaya diri karena fisik yang berbeda.

Semantara itu, katarak diketahui jadi penyebab kebutaan terbesar di Indonesia. Oleh karena itu, dua penyakit ini yang jadi fokus kegiatan bakti sosial yang dilakukan oleh dokter-dokter dari Yayasan Gebyar Dunia Satu, yang dibentuk oleh anggota Ikatan Alumsi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 1997. Yayasan ini telah menyelenggarakan kegiatan pertamanya, yaitu bakti sosial (baksos) terpadu di Kabupaten Sukabumi selama 3 hari pada tanggal 25-27 November 2022.

Operasi bibir sumbing dan katarak, kegiatan bakti sosial yang dilakukan oleh dokter-dokter dari Yayasan Gebyar Dunia Satu. (Dok. Istimewa)
Operasi bibir sumbing dan katarak, kegiatan bakti sosial yang dilakukan oleh dokter-dokter dari Yayasan Gebyar Dunia Satu. (Dok. Istimewa)

Operasi dilakukan di RSUD Jampangkulon, Sukabumi, Jawa Barat. Pasien katarak yang dilakukan operasi berjumlah 40 orang, sedangkan yang dilakukan operasi sumbing bibir berjumlah 5 orang dan operasi sumbing langit-langit berjumlah 5 orang.

Operasi katarak melibatkan 6 orang dokter spesialis mata, sedangkan operasi bibir sumbing melibatkan 2 orang dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik. Untuk operasi bibir sumbing, pasien termuda berusia 4 bulan, yang tertua berusia 22 tahun.

"Saya sangat mendukung bakti sosial yang diadakan oleh dokter-dokter dari yayasan Gebyar Dunia Satu dan ILUNI FKUI 1997. Harapan saya di suatu saat nanti kita bisa bekerja sama kembali, dan antusias masyarakat yang masuk ke saya itu cukup baik, jadi harapan ke depan semoga bisa diadakan kembali baksos dan bekerja sama dengan RS Jampangkulon," ujar dr. Lusi Apriani, Kepala Bidang Pelayanan RSUD Jampangkulon, dalam keterangannya pada wartawan.

Selain operasi, dilakukan juga penyuluhan kesehatan di Aula Kantor Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Peserta penyuluhan kesehatan berjumlah 47 orang, yang terdiri dari para bidan desa, kader dan ibu-ibu PKK.

Topik penyuluhan kesehatan ada 3, yaitu mengenai HIV/AIDS, pentingnya imunisasi dan obat yang menyebabkan gagal ginjal akut pada anak. Topik HIV/AIDS dipilih, karena kecamatan Ciracap merupakan daerah wisata sehingga rentan terhadap penyebaran penyakit ini. Pentingnya imunisasi dipilih untuk dijadikan sebagai topik penyuluhan karena cakupan imunisasi lanjutan di kecamatan Ciracap masih rendah. Obat yang menyebabkan gagal ginjal akut pada anak juga dijadikan topik penyuluhan karena pengetahuan petugas kesehatan dan masyarakat mengenai masalah ini masih kurang.

“Saya, mewakili warga masyarakat kecamatan Ciracap mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada tim dokter yang tergabung dalam Gebyar Dunia Satu, yang telah memberikan sosialisasi mengenai HIV, bibir sumbing, katarak dan lain-lain kepada masyarakat Ciracap, mudah-mudahan ilmu yang kami terima bermanfaat di masyarakat, dan semoga fasilitator yang memberikan materi mendapatkan kebaikan,” ucap Pak Dikdik, Kepala Pelayanan Publik Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan bakti sosial terpadu ini didukung oleh Smile Train, RSUD Jampangkulon, PT Rakhma Nasional Indonesia, dan beberapa perusahaan farmasi serta donator.

“Kami sebagai alumni FKUI berusaha untuk melanjutkan tridarma perguruan tinggi (Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat), salah satunya adalah dengan mengadakan bakti sosial ini. Kami berharap melalui pelayanan operasi katarak dan bibir sumbing (pengabdian masyarakat) serta penyuluhan (pendidikan) dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di Kabupaten sukabumi sebagai bagian dari warga negara Republik Indonesia. Terima kasih kepada semua pihak yang telah memungkinkan kegiatan ini berlangsung,” ujar dr. Aryanto Z. Habibie, Sp.BP-RE, Ketua panitia bakti sosial terpadu Yayasan Gebyar Dunia Satu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cegah Kebutaan Akibat Katarak, BCA Gelar Operasi Katarak di RSUD Raja Ampat

Cegah Kebutaan Akibat Katarak, BCA Gelar Operasi Katarak di RSUD Raja Ampat

Bisnis | Rabu, 09 November 2022 | 12:30 WIB

Jutaaan Orang Indonesia Alami Masalah Penglihat, 80 Persen Lebih Disebabkan Katarak

Jutaaan Orang Indonesia Alami Masalah Penglihat, 80 Persen Lebih Disebabkan Katarak

Press Release | Minggu, 30 Oktober 2022 | 23:02 WIB

Tips Cara Menjaga Mata Dari Katarak ala Dokter Spesialis Mata

Tips Cara Menjaga Mata Dari Katarak ala Dokter Spesialis Mata

Cianjur | Jum'at, 28 Oktober 2022 | 16:00 WIB

Anak Asri Welas Idap Katarak Kongenital, Harga Kacamatanya Tembus Rp10 Juta

Anak Asri Welas Idap Katarak Kongenital, Harga Kacamatanya Tembus Rp10 Juta

Health | Minggu, 16 Oktober 2022 | 10:30 WIB

Anak dengan Katarak Kongenital Bisa Dapat Kacamata Gratis, Begini Caranya

Anak dengan Katarak Kongenital Bisa Dapat Kacamata Gratis, Begini Caranya

Health | Minggu, 16 Oktober 2022 | 10:03 WIB

Cerita Asri Welas Saat Tahu Anak Keduanya Alami Katarak Kongenital: Panik dan Bingung!

Cerita Asri Welas Saat Tahu Anak Keduanya Alami Katarak Kongenital: Panik dan Bingung!

Lifestyle | Kamis, 13 Oktober 2022 | 21:05 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×