Pertolongan Pertama pada Keracunan Makanan Selain Minum Air

Rifan Aditya | Suara.com

Senin, 16 Januari 2023 | 17:16 WIB
Pertolongan Pertama pada Keracunan Makanan Selain Minum Air
Ilustrasi pertolongan pertama pada keracunan makanan. (Pixabay/mohammed_hassan)

Suara.com - Secara umum, pertolongan pertama pada keracunan makanan bisa diatasi dengan meminum banyak air putih. Namun selian itu, ada langkah lainnya yang bisa dilakukan untuk menekan kontaminasi.

Apa saja pertolongan pertama pada keracunan makanan? Merangkum laman NHS Inform, keracunan biasanya tidak serius dan kebanyakan orang bisa sembuh dalam beberapa hari tanpa pengobatan.

Pada sebagian besar kasus keracunan makanan, umumnya makanan yang dikonsumsi terkontaminasi oleh bakteri salmonella atau Escherichia coli (E. coli) , atau virus, seperti norovirus .

Gejala umum keracunan makanan biasanya dimulai dalam satu hingga dua hari setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, meskipun beberapa dapat dimulai sekitar beberapa jam atau beberapa minggu kemudian.

Gejala utamanya meliputi:

  1. mual
  2. muntah
  3. diare kadang mengandung darah atau lendir
  4. kram perut atau sakit perut
  5. lemas 
  6. kehilangan selera makan
  7. demam
  8. sakit di bagian otot
  9. meriang

Anda harus menghubungi dokter umum jika:

  1. Gejala semakin parah, misalnya muntah berulang kali.
  2. Tubuh tak mulai membaik setelah beberapa hari.
  3. Memiliki gejala dehidrasi parah seperti kebingungan, detak jantung jadi cepat, mata cekung dan sedikit atau bahkan tidak ada urin yang keluar.
  4. Dalam keadaan hamil.
  5. Berusia di atas 60 tahun.
  6. Memiliki kondisi yang mendasari jangka panjang, seperti radang usus (IBD), penyakit katup jantung, diabetes atau penyakit ginjal.
  7. Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah – misalnya karena pengobatan kanker atau HIV.

Pertolongan Pertama pada Keracunan Makanan 

1. Kontrol mual dan muntah

Untuk mengontrol perasaan mual dan muntah berlebihan, hindari makanan bertekstur padat. Sebaiknya konsumsi makanan ringan seperti biskuit asin atau roti.

Jangan makan makanan pedas, berminyak atau yang memiliki rasa tajam lainnya seperti asam atau manis berlebihan. Makanan dengan rasa hambar lebih disarankan agar tak memancing mual.

2. Hindari dehidrasi

Saat keracunan makanan, kita akan mengalami diare yang menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan. Tetap minum air putih meskipun hanya bisa menelannya sedikit demi sedikit.

Minum larutan rehidrasi jika diare dan muntah tak terkendali. Indikasi utamanya adalah diare yang berangsung lebih dari 24 jam.

Penyebab keracunan makanan secara umum dapat menjadi 4 yaitu bakteri dan virus, parasit, jamur maupun alergi. Laman halodoc menulis penjelasannya seperti di bawah ini:

  • Alergi: Beberapa jenis makanan seperti kacang-kacangan, susu, telur, ikan, kerang, gandum atau kedelai dapat menyebabkan reaksi alergi pada orang.
  • Jamur: Jamur adalah penyebab kasus keracunan makanan alami yang paling umum setelah bakteri dan virus. Jamur juga bisa ditemui sebagai racun kimia tambahan.
  • Parasit: Parasit adalah organisme yang memperoleh makanan dari inang. Parasit bawaan makanan yang paling umum ditemui adalah protozoa, cacing gelang dan cacing pita.
  • Bakteri dan virus: Dua hal ini adalah penyebab keracunan makanan yang paling umum. Gejala dan tingkat keparahannya bervariasi, tergantung dari bakteri atau virus yang telah mencemari.

Itulah pertolongan pertama pada keracunan makanan. Semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa menjadi solusi dalam keadaan darurat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keterangannya Sangat Dibutuhkan, Polisi Masih Cari Suami Satu Keluarga Keracunan di Bantargebang

Keterangannya Sangat Dibutuhkan, Polisi Masih Cari Suami Satu Keluarga Keracunan di Bantargebang

Jakarta | Senin, 16 Januari 2023 | 16:16 WIB

'Suami Hilang, Motor Raib' Misteri Sekeluarga Tewas Keracunan di Bekasi

'Suami Hilang, Motor Raib' Misteri Sekeluarga Tewas Keracunan di Bekasi

News | Senin, 16 Januari 2023 | 14:22 WIB

Sekeluarga Tewas Keracunan di Bekasi, Tetangga Ungkap Sosok Pria Misterius, Suami Korban?

Sekeluarga Tewas Keracunan di Bekasi, Tetangga Ungkap Sosok Pria Misterius, Suami Korban?

Bekaci | Senin, 16 Januari 2023 | 14:14 WIB

6 Fakta Satu Keluarga Tewas Keracunan di Bekasi: Terdengar Rintihan, Suami Hilang

6 Fakta Satu Keluarga Tewas Keracunan di Bekasi: Terdengar Rintihan, Suami Hilang

News | Senin, 16 Januari 2023 | 12:55 WIB

4 Pertolongan Pertama saat Keracunan Ciki Ngebul, Tiap Menit Sangat Berharga!

4 Pertolongan Pertama saat Keracunan Ciki Ngebul, Tiap Menit Sangat Berharga!

News | Senin, 16 Januari 2023 | 11:42 WIB

Terkini

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB