Nyeri Kaki Jangan Langsung Bawa ke Tukang Urut! Begini Saran Dokter

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 25 Mei 2023 | 08:02 WIB
Nyeri Kaki Jangan Langsung Bawa ke Tukang Urut! Begini Saran Dokter

Suara.com - Pengobatan alternatif seperti tukang urut memang sudah tidak asing lagi bagi kebanyakan masyarakat Indonesia. Tetapi, tidak semua nyeri pada tubuh sebenarnya aman diobati dengan cara diurut. 

Terutama bila nyeri terdapat pada area sendi, seperti lutut. Bila salah penanganan, bisa jadi kerusakan ligamen atau jaringan serat yang jadi penghubung antar tulang. Terparah, kerusakan tersebut bisa saja mengakibatkan cacat permanen hingga kematian.

Dokter spesialis rehabilitasi medik dr. Ferius Soewito, Sp.KFR., menjelaskan bahwa perlu diketahui dulu penyebab lutut terasa nyeri sebelum tindakan pengobatan dilakukan. 

Ilustrasi nyeri kaki. (Shutterstock)
Ilustrasi nyeri kaki. (Shutterstock)

"Boleh aja ke tukang urut, tapi kita harus tahu di dalamnya ada apa. Jangan sampai kalau udah ada (otot, ligamen) robek-robek, justru diurut. Nanti tambah parah. Jadi bukan berarti kita anti, tapi ada yang boleh diurut dan ada yang tidak," kata dokter Ferius dalam acara temu media di Jakarta, Rabu (24/5/2023).

Tanda keparahan dari cedera lutut sebenarnya bisa dilihat secara kasat mata. Bila sekadar cedera ringan, nyeri pada lutut sebenarnya bisa hilang sendiri dalam sehari.

Namun, dokter Ferius menyarankan, apabila dalam 24 jam sampai maksimal 3 hari masih terasa nyeri pada area yang cedera, bahkan ditambah bengkak hingga pendarahan, maka sebaiknya segera berobat ke dokter. 

"Kalau gak ada seperti itu, misalnya hanya bengkak, nyeri, coba atasi sendiri dulu selama maksimal 3 hari. Kalau masih bengkak, masih nyeri gak berkurang, juha ada darah membeku harus cepat dibawa ke dokter,' sarannya.

Ia menegaskan bahwa prinsip mengobati tubuh sebenarnya harus diketahui penyebabnya. Apabila hanya menerka-nerka penyebab rasa sakit, berisiko salah lakukan tindakan dan menyebabkan kerusakan tubuh makin parah.

Dokter Ferius menekankan, apabila nyeri sampai terjadi pendarahan maupun fraktur atau patah tulang, sebaiknya jangan dibawa ke tukang urut.

"Yang harus diperhatikan itu, pertama penyakit ancam nyawa atau engga, misalnya  kalau pendarahan ya jangan diurut. Kedua, masih ada radang hebat gak, kalau masih, atasi dulu radangnya. Karena urut gak bisa atasi radang. Ketiga ada masalah struktural apa engga. Misalnya, tendon, ligamen ada sobek apa engga, kalau ada itu jangan diurut sembarangan, nanti tambah parah," pesannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanya Dokter: Bagaimana Mengatasi Nyeri yang Terjadi Saat Sedang Berlari?

Tanya Dokter: Bagaimana Mengatasi Nyeri yang Terjadi Saat Sedang Berlari?

Health | Kamis, 08 September 2022 | 13:34 WIB

Jangan Anggap Sepele Nyeri Kaki di Bagian Ini, Bisa Jadi Tanda Kanker Testis

Jangan Anggap Sepele Nyeri Kaki di Bagian Ini, Bisa Jadi Tanda Kanker Testis

Health | Selasa, 09 Agustus 2022 | 12:15 WIB

Rumah Disantroni Maling Saat Terlelap, HP yang Biasa Dipakai Terima Order Jasa Urut Raib

Rumah Disantroni Maling Saat Terlelap, HP yang Biasa Dipakai Terima Order Jasa Urut Raib

News | Jum'at, 22 Juli 2022 | 18:44 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB