Bahas Pemanfaatan Ganja Medis untuk Kesehatan, Yayasan Sativa Nusantara Diskusi Bareng Redaksi Suara.com

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 15 Juli 2023 | 10:00 WIB
Bahas Pemanfaatan Ganja Medis untuk Kesehatan, Yayasan Sativa Nusantara Diskusi Bareng Redaksi Suara.com
Manfaat ganja medis untuk bidang kesehatan sudah diteliti secara ilmiah. (Shutterstock)

Suara.com - Yayasan Sativa Nusantara menyambangi kantor Suara.com untuk membahas pemanfaatan ganja medis untuk kesehatan di Indonesia. Apa saja manfaat dan sudah sejauh apa penelitiannya?

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 106/PUU-XVIII/2020 menyatakan menolak permohonan penggunaan Narkotika Golongan I yakni ganja untuk keperluan medis, tidak lantas mengurungkan langkah Yayasan Sativa Nusantara mengadvokasi ganja medis agar bisa digunakan di Indonesia.

Ketua Yayasan Sativa Nusantara, Dhira Narayana mengatakan Putusan MK tidak lantas membuat advokasi ganja medis jadi mundur ke belakang. Ini karena dari putusan MK itu pemerintah diminta untuk meneliti manfaat ganja medis untuk keperluan suatu penyakit.

"Apakan putusan MK ini sebuah kemunduran? Saya rasa ini sesuatu yang tetap, karena tidak ada perubahan klausul pada undang-undang. Tapi kemajuannya, justru MK minta pemerintah untuk mengeluarkan riset," kata Dhira di markas Suara.com, di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (14/7/2023).

Dhira Narayana dari Yayasan Sativa Nusantara saat berbincang dengan Suara.com. (Reza/Suara.com)
Dhira Narayana dari Yayasan Sativa Nusantara saat berbincang dengan Suara.com. (Reza/Suara.com)

Kedatangan Dhira tidak sendiri, ia hadir bersama Pengawas Yayasan Sativa Nusantara, Ferly Novriadi bersama dua rekan lainnya. Mereka disambut langsung Pemimpin Redaksi (Pemred) Suara.com, Suwarjono di ruangan pribadinya.

Lebih lanjut dalam diskusi tersebut, Dhira mengakui masih tingginya stigma masyarakat Indonesia terhadap ganja medis. Ini karena sebagian besar orang berpikir, ganja medis sama seperti ganja rekreasi yang digulung dan dibakar selaiknya rokok.

Padahal Dhira mengatakan ganja medis digunakan tidak dengan cara dibakar atau hisap. Tapi bekerja dalam bentuk obat yang diresepkan ketat oleh dokter dengan diagnosis pasti, dan dosis yang tepat serta tidak sembarang orang bisa mendapatkannya.

"Jadi sama seperti beberapa obat golongan narkotika sebenarnya yang sudah digunakan di Indonesia, cuma kan emang obat ini kan nggak bisa sembarangan diberikan, harus sesuai pemeriksaan dan rekomendasi dokter, bahkan pengawasannya juga ketat," jelas Dhira.

Kunjungan Yayasan Sativa Nusantara ke Suara.com. (Dini/Suara.com)
Kunjungan Yayasan Sativa Nusantara ke Suara.com. (Dini/Suara.com)

Di sela-sela diskusi Dhira juga menunjukan bagaimana ganja bentuknya tidak melulu berbentuk lembaran daun, tapi di beberapa negara yang melegalkan ganja seperti Thailand, ganja industri sudah sangat berkembang pesat. Ini karena ganja bisa jadi bahan dasar pembuatan skincare, baju, dan sebagainya.

baca juga

Tapi menurut Dhira, untuk ganja industri Indonesia belum siap dan butuh waktu lama untuk sampai ke sana saat ini. Selain itu masyarakat juga tidak perlu khawatir, pemanfaatan ganja medis ini bakal jadi peluang ganja rekreasi dilegalkan, sehingga digunakan untuk mabuk-mabukan.

"Banyak negara yang ganja medisnya jalan, tapi rekreasinya tetap dianggap kriminal. Seperti di Eropa misalnya, ada kepemilikan ganja terbatas jadi tidak di penjara. Di Maroko negara muslim, ganja medis itu program dijalankan, tapi jika disalahgunakan tetap ada kriminalisasinya, jadi ini korelasi yang berbeda," jelas Dhira.

Di sisi lain, Pemred Suara.com, Suwarjono membenarkan cukup sulit melawan stigma ganja medis yang sudah sangat melekat di Indonesia. Namun ia menyarankan, agar edukasi ini harus dibarengi dengan percontohan kasus sehingga lebih mudah dipahami masyarakat.

Ibu ini bentangkan poster tulisan minta ganja medis dilegalkan. (Instagram/ viralyes)
Ibu ini bentangkan poster tulisan minta ganja medis dilegalkan. (Instagram/ viralyes)

"Jadi cara paling mudah itu dengan menggandeng kasus, misalnya orang-orang yang sakit sangat membutuhkan ganja medis. Atau kisah orang yang memang terbukti berhasil sembuh berkat ganja medis, itu jadi menarik bagi pembaca," timpal Suwarjono.

Terakhir Dhira menjelaskan, saat ini Yayasan Sativa Nusantara yang dipimpinnya sedang berfokus membentuk tim penelitian, dengan harapan rampung di akhir 2023. Fokus pertama yang dituju yakni meneliti ganja medis sebagai pengobatan anti kejang.

"Fokus saat ini buat obat ganja sebagai anti kejang, sesuai kondisi Pika, sebagai anak yang mengidap cerebral palsy atau lumpuh otak yang kondisinya dikawal yayasan. Kisah Pika ini juga viral, karena ibunya Santi Warastuti yang putus asa memberikan ganja agar anaknya lebih tenang dan bisa sembuh dari kejang, walau tahu tindakannya ilegal di Indonesia," tutup Dhira.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

20 Penelitian Sebut Ganja Medis Tidak Punya Efek Menyembuhkan, Klaimnya Berlebihan?

20 Penelitian Sebut Ganja Medis Tidak Punya Efek Menyembuhkan, Klaimnya Berlebihan?

Health | Senin, 05 Desember 2022 | 08:27 WIB

Legislator Aceh Usul Rancangan Qanun Legalisasi Ganja Medis Jadi Skala Prioritas

Legislator Aceh Usul Rancangan Qanun Legalisasi Ganja Medis Jadi Skala Prioritas

Jabar | Rabu, 05 Oktober 2022 | 22:01 WIB

Usulkan Rancangan Qanun Ganja Medis, DPRA: Negara Lain Sudah Meneliti, Kita Kapan?

Usulkan Rancangan Qanun Ganja Medis, DPRA: Negara Lain Sudah Meneliti, Kita Kapan?

Tekno | Rabu, 05 Oktober 2022 | 21:20 WIB

Terkini

I Hate Going to Work: Realita Dunia Kantor yang Dikemas dalam Komedi Satir

I Hate Going to Work: Realita Dunia Kantor yang Dikemas dalam Komedi Satir

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 18:00 WIB

Park Ji Hyun Cetak Sejarah Masuk Nominasi International Emmy Awards 2026

Park Ji Hyun Cetak Sejarah Masuk Nominasi International Emmy Awards 2026

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 17:50 WIB

Isu Haji Isam Caplok BCA Usai Borong Saham BYAN, Ini Kronologinya

Isu Haji Isam Caplok BCA Usai Borong Saham BYAN, Ini Kronologinya

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 17:44 WIB

Pantau Gambut Soroti Rencana Prabowo Bentuk BPGMN: Jangan Cuma Tambah Lembaga Tanpa Taji

Pantau Gambut Soroti Rencana Prabowo Bentuk BPGMN: Jangan Cuma Tambah Lembaga Tanpa Taji

News | Jum'at, 25 September 2026 | 17:41 WIB

Makin Seru di Pestapora 2026, BRImo Hadirkan Ragam Program Spesial

Makin Seru di Pestapora 2026, BRImo Hadirkan Ragam Program Spesial

Bali | Jum'at, 25 September 2026 | 17:39 WIB

BRImo Hadirkan Pestapora 2026, Ada Ragam Program Spesial untuk Pengunjung

BRImo Hadirkan Pestapora 2026, Ada Ragam Program Spesial untuk Pengunjung

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 17:36 WIB

Nikmati Keseruan Pestapora 2026 Bareng BRImo dengan Ragam Program Spesial

Nikmati Keseruan Pestapora 2026 Bareng BRImo dengan Ragam Program Spesial

Malang | Jum'at, 25 September 2026 | 17:33 WIB

NasDem Buka Pintu Bahas Wacana Pileg-Pilpres Dipisah, Soroti Pemilu Serentak yang Bikin Lelah

NasDem Buka Pintu Bahas Wacana Pileg-Pilpres Dipisah, Soroti Pemilu Serentak yang Bikin Lelah

News | Jum'at, 25 September 2026 | 17:31 WIB

Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan

Influenza A Terdeteksi di DIY, 24 Kasus Muncul, Sekolah Belum Diliburkan

Jogja | Jum'at, 25 September 2026 | 17:30 WIB

Pestapora 2026 Makin Asyik Bareng BRImo, Intip Program Spesialnya

Pestapora 2026 Makin Asyik Bareng BRImo, Intip Program Spesialnya

Jatim | Jum'at, 25 September 2026 | 17:30 WIB

×