Waduh! Duduk Seharian Bisa Sebabkan Saraf Kejepit: Kenali Tanda-tandanya

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 07 November 2023 | 19:14 WIB
Waduh! Duduk Seharian Bisa Sebabkan Saraf Kejepit: Kenali Tanda-tandanya
Ilustrasi gejala awal ketika mengalami saraf kejepit. (Foto oleh Karolina Grabowska dari Pexels)

Suara.com - Dokter ortopedi ingatkan duduk seharian bisa meningkatkan risiko saraf kejepit alias HNP (Hernia Nucleus Pulposus). Kenapa ya bisa seperti itu?

Fakta ini diungkap langsung Konsultan Tulang Belakang Eka Hospital BSD & Pekanbaru, dr. Syafrudin, Sp.OT (K) Spine menjelaskan kebiasaan duduk seharian bisa berbahaya untuk postur tubuh.

"Perubahan postur tubuh mungkin tidak terjadi dalam waktu semalam, namun Anda akan baru merasakan efeknya setelah beberapa tahun. Ini dikarenakan ketika duduk terlalu lama, otot fleksor pinggul Anda memendek, yang dapat menyebabkan masalah pada sendi pinggul Anda," ujar dr. Syafrudin melalui rilis Eka Hospital Group yang diterima suara.com, Selasa (7/11/2023).

Ia juga mengatakan duduk seharian dapat menyebabkan premature degeneration, yang disebabkan oleh kompresi pada cakram di tulang belakang akibat dari posisi duduk yang tidak baik dan benar.

Ilustrasi duduk bikin saraf kejepit (freepik.com/rawpixel-com)
Ilustrasi duduk bikin saraf kejepit (freepik.com/rawpixel-com)

Termasuk juga merubah postur tubuh, di mana kondisi ini juga dapat menyebabkan rasa sakit pada punggung dan mengganggu keseharian dalam beraktivitas. Postur tubuh yang buruk inilah yang akhirnya menyebabkan saraf kejepit.

"Meningkatkan risiko untuk mengalami nyeri pinggang yang bisa disebabkan karena beberapa faktor, salah satunya yaitu Hernia Nukleus Pulposus (HNP) atau lebih sering dikenal sebagai saraf kejepit," paparnya.

Kondisi ini terjadi karena tubuh memberikan lebih banyak kompresi pada tulang belakang saat duduk dibandingkan saat berdiri. Ditambah orang tersebut juga memiliki postur tubuh yang buruk sehingga saraf kejepit semakin menurunkan kualitas hidup penderitanya.

"Saraf kejepit akan mengganggu seluruh pergerakan tubuh Anda karena selain menyebabkan rasa sakit yang dahsyat seperti terbakar, saraf kejepit juga dapat melemahkan otot-otot dan membuat beberapa bagian tubuh menjadi mati rasa atau terasa kesemutan," jelasnya.

Mengerikannya duduk seharian bukan hanya menyebabkan saraf kejepit tapi juga bisa memicu obesitas, gangguan pencernaan, otot melemah dan tegang, diabetes, stres dan gangguan kecemasan lainnya.

"Jika mulai merasakan nyeri pada area punggung atau panggul setelah duduk terlalu lama, maka segera merilekskan punggung dan kompresi dengan benda dingin. Nyeri punggung biasanya bisa sembuh dalam hitungan hari hingga minggu dengan beristirahat dan melakukan pengobatan dari rumah," pungkas dr. Syafrudin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nyeri Punggung Bawah Saat Hamil? Waspada Saraf Kejepit

Nyeri Punggung Bawah Saat Hamil? Waspada Saraf Kejepit

Health | Selasa, 24 Oktober 2023 | 21:23 WIB

Apa Itu Duduk Vincent? Viral Emak-Emak Ngamuk di KRL Karena Duduk Menyilang

Apa Itu Duduk Vincent? Viral Emak-Emak Ngamuk di KRL Karena Duduk Menyilang

Lifestyle | Selasa, 24 Oktober 2023 | 20:15 WIB

Adab Kaesang Buka Puasa Pas Konpers, Langsung Teguk Minum Sambil Duduk, Bagaimana Hadistnya?

Adab Kaesang Buka Puasa Pas Konpers, Langsung Teguk Minum Sambil Duduk, Bagaimana Hadistnya?

Lifestyle | Kamis, 12 Oktober 2023 | 19:37 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB